Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
TEMPAT ibadah merupakan salah satu di antara sekian banyak klaster penularan virus korona atau covid-19 yang secara resmi diinventarisasi Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan.
Melalui klaster-klaster penularan yang jumlahnya terus bertambah, penyebaran virus covid-19 berlangsung secara eksponensial, mengikuti deret ukur. Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan, jumlah keseluruhan kasus positif covid-19, hingga Kamis (30/7), telah mencapai 106.336 pasien.
Artinya, jumlah kasus covid-19 telah melampaui batas-batas psikologis yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.
Di bawah suasana penuh keprihatinan inilah, hari ini umat Islam di Indonesia dan di seluruh dunia merayakan Idul Adha. Dalam kaitan itu, tepatlah kiranya, jika kita mengingatkan kembali besarnya potensi penularan covid-19 melalui klaster tempat ibadah serta klaster terkait dengan momentum perayaan hari besar keagamaan.
Idul Adha, seperti juga hari-hari besar keagamaan lainnya, berpotensi menjadi klaster penyebaran yang cukup masif. Proses perayaan Idul Adha secara ritual tidak dapat dilepaskan dari tiga aktivitas peribadatan, yakni ibadah haji di Tanah Suci, Salat Idul Adha, dan penyembelihan hewan kurban.
Di negeri ini, perayaan Idul Adha masih ditambah satu lagi prosesi penyerta yang khas Indonesia, yakni mudik. Mudik dilakukan karena hari-hari menjelang dan seusai Idul Adha merupakan hari libur nasional sehingga warga memanfaatkan periode waktu tersebut untuk menempuh perjalanan pulang ke kampung halaman.
Dalam ketiga prosesi terkait dengan Idul Adha tersebut, kita mengingatkan seluruh warga, termasuk diri kita sendiri, akan besarnya potensi penularan dan penyebaran covid-19.
Salat Idul Adha, penyembelihan hewan kurban, dan aktivitas mudik, ketiga-tiganya, berpotensi memunculkan kerumunan. Bersamaan dengan hadirnya kerumunan itu, meningkat pula potensi penularan dan penyebaran virus korona.
Di lain sisi, pelonggaran pembatasan sosial, masa transisi, era kenormalan baru, atau belakangan disebut pula dengan adaptasi kebiasaan baru telah mendorong warga untuk kembali beraktivitas. Warga pun terlihat cenderung mulai aktif berinteraksi.
Membatasi kembali atau menghentikan secara drastis pergerakan masyarakat sepertinya sulit dilakukan pemerintah. Dalam konteks inilah kita mendorong dan mendesak masyarakat untuk bersikap proaktif dalam melindungi sesama warga dari bahaya penularan covid-19.
Nilai-nilai pengorbanan yang terkandung dalam perayaan Idul Adha sejatinya paralel dengan upaya melindungi masyarakat dari bahaya penularan virus mematikan tersebut. Di sana terkandung semangat solidaritas dan kepedulian terhadap penderitaan sesama.
Membiarkan masyarakat tertular atau tidak peduli dengan kesehatan dan keselamatan warga lain selama pandemi bukanlah sikap yang selaras dengan spirit Idul Adha.
Sebaliknya, melindungi sesama warga dengan mematuhi protokol kesehatan, kapan pun dan di mana pun, sangatlah sejiwa dengan spirit momentum perayaan Idul Adha. Karena itu, selalu menjaga diri dengan menjaga jarak aman, memakai masker, dan rajin mencuci tangan harus menjadi bagian tidak terpisahkan.
Menjaga diri memiliki korelasi sosial yang erat. Menjaga diri sendiri dengan mematuhi protokol kesehatan sama artinya dengan menjaga keselamatan orang lain.
Kita berharap semangat inilah yang menjiwai perayaan Idul Adha 10 Zulhijah 1441 H kali ini. Spirit yang sama diharapkan pula menjadi roh saat menunaikan Salat Idul Adha, saat prosesi penyembelihan hewan kurban, dan saat mudik ke kampung halaman.
Selamat merayakan Idul Adha, selamat berkurban, selamat menjaga kesehatan dan keselamatan sesama, dan selamat memperkuat solidaritas kemanusiaan.
SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.
BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.
DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.
INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.
LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.
WAJAH peradilan negeri ini sungguh menyedihkan. Kasus rasuah lagi-lagi memberikan tamparan keras.
KEBERHASILAN tim nasional futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 menandai sebuah babak penting dalam sejarah olahraga nasional.
KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.
BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.
SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.
KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.
DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.
KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.
DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved