Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
TEMPAT ibadah merupakan salah satu di antara sekian banyak klaster penularan virus korona atau covid-19 yang secara resmi diinventarisasi Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan.
Melalui klaster-klaster penularan yang jumlahnya terus bertambah, penyebaran virus covid-19 berlangsung secara eksponensial, mengikuti deret ukur. Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan, jumlah keseluruhan kasus positif covid-19, hingga Kamis (30/7), telah mencapai 106.336 pasien.
Artinya, jumlah kasus covid-19 telah melampaui batas-batas psikologis yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.
Di bawah suasana penuh keprihatinan inilah, hari ini umat Islam di Indonesia dan di seluruh dunia merayakan Idul Adha. Dalam kaitan itu, tepatlah kiranya, jika kita mengingatkan kembali besarnya potensi penularan covid-19 melalui klaster tempat ibadah serta klaster terkait dengan momentum perayaan hari besar keagamaan.
Idul Adha, seperti juga hari-hari besar keagamaan lainnya, berpotensi menjadi klaster penyebaran yang cukup masif. Proses perayaan Idul Adha secara ritual tidak dapat dilepaskan dari tiga aktivitas peribadatan, yakni ibadah haji di Tanah Suci, Salat Idul Adha, dan penyembelihan hewan kurban.
Di negeri ini, perayaan Idul Adha masih ditambah satu lagi prosesi penyerta yang khas Indonesia, yakni mudik. Mudik dilakukan karena hari-hari menjelang dan seusai Idul Adha merupakan hari libur nasional sehingga warga memanfaatkan periode waktu tersebut untuk menempuh perjalanan pulang ke kampung halaman.
Dalam ketiga prosesi terkait dengan Idul Adha tersebut, kita mengingatkan seluruh warga, termasuk diri kita sendiri, akan besarnya potensi penularan dan penyebaran covid-19.
Salat Idul Adha, penyembelihan hewan kurban, dan aktivitas mudik, ketiga-tiganya, berpotensi memunculkan kerumunan. Bersamaan dengan hadirnya kerumunan itu, meningkat pula potensi penularan dan penyebaran virus korona.
Di lain sisi, pelonggaran pembatasan sosial, masa transisi, era kenormalan baru, atau belakangan disebut pula dengan adaptasi kebiasaan baru telah mendorong warga untuk kembali beraktivitas. Warga pun terlihat cenderung mulai aktif berinteraksi.
Membatasi kembali atau menghentikan secara drastis pergerakan masyarakat sepertinya sulit dilakukan pemerintah. Dalam konteks inilah kita mendorong dan mendesak masyarakat untuk bersikap proaktif dalam melindungi sesama warga dari bahaya penularan covid-19.
Nilai-nilai pengorbanan yang terkandung dalam perayaan Idul Adha sejatinya paralel dengan upaya melindungi masyarakat dari bahaya penularan virus mematikan tersebut. Di sana terkandung semangat solidaritas dan kepedulian terhadap penderitaan sesama.
Membiarkan masyarakat tertular atau tidak peduli dengan kesehatan dan keselamatan warga lain selama pandemi bukanlah sikap yang selaras dengan spirit Idul Adha.
Sebaliknya, melindungi sesama warga dengan mematuhi protokol kesehatan, kapan pun dan di mana pun, sangatlah sejiwa dengan spirit momentum perayaan Idul Adha. Karena itu, selalu menjaga diri dengan menjaga jarak aman, memakai masker, dan rajin mencuci tangan harus menjadi bagian tidak terpisahkan.
Menjaga diri memiliki korelasi sosial yang erat. Menjaga diri sendiri dengan mematuhi protokol kesehatan sama artinya dengan menjaga keselamatan orang lain.
Kita berharap semangat inilah yang menjiwai perayaan Idul Adha 10 Zulhijah 1441 H kali ini. Spirit yang sama diharapkan pula menjadi roh saat menunaikan Salat Idul Adha, saat prosesi penyembelihan hewan kurban, dan saat mudik ke kampung halaman.
Selamat merayakan Idul Adha, selamat berkurban, selamat menjaga kesehatan dan keselamatan sesama, dan selamat memperkuat solidaritas kemanusiaan.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.
PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.
PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.
RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.
FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.
Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved