Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KEGAWATAN covid-19 tidak terbantahkan.Rekor kasus terus terjadi di Tanah Air. Berdasarkan Laporan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, kasus positif di Indonesia tembus angka 100 ribu pada Senin (27/7). Kemarin bertambah 1.748 kasus baru sehingga totalnya mencapai 102.051 kasus positif covid-19.
Mestinya kegawatan covid-19 tecermin pula dalam respons pemerintah. Ketanggapan kerja haruslah secepat penyebaran kasus korona itu sendiri. Ibarat pertandingan lari, hanya dengan mengimbangi barulah kemudian kita dapat menyalip dan mengerem laju sang virus.
Namun, yang terjadi masih jauh dari harapan. Salah satu gambarannya ada dari skor yang dikeluarkan Universitas Oxford, Inggris.
Baru-baru ini Universitas Oxford memberikan nilai D untuk penanganan covid-19 oleh pemerintah Indonesia. Nilai itu muncul karena pemerintah hanya mampu mengumpulkan nilai 43,91 atau masih di bawah 50 dalam rentang nilai 0-100. Nilai Indonesia bahkan kalah dari Kamboja.
Di sisi lain, penilaian Oxford tidak terlalu mengherankan jika melihat yang terjadi di dalam negeri. Pada Selasa (28/7), Presiden Joko Widodo mengeluhkan lambannya penyerapan anggaran penanganan covid-19. Dari total anggaran Rp695,2 triliun, baru terealisasi 19% atau Rp136 triliun.
Anggaran itu mencakup anggaran kesehatan dan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sayangnya, pencairan keduanya sama lambatnya.
Pada awal Juli, Staf Ahli Kementerian Keuangan mengungkapkan bahwa realisasi anggaran penanganan kesehatan baru 4,68%. Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan rendahnya serapan anggaran program PEN dan penanganan kesehatan lantaran penyesuaian refocusing dan realokasi belanja ke menterian/ lembaga.
Kita memahami jika refocusing dan realokasi tersebut membutuhkan landasan peraturan. Ini bukan hanya sebagai legitimasi langkah para pejabat, melainkan memang perlu untuk tata kelola pemerintahan yang baik itu sendiri.
Namun, seperti yang juga berkali-kali dikatakan Presiden, segala penyesuaian harus dilakukan dalam kerja cepat. Tidak hanya itu kita juga mendorong agar para birokrat, termasuk di daerah, tanggap dan cepat dalam menjalankan peraturan percepatan yang sudah ada.
Contohnya ialah kebijakan dalam hal penyederhanaan prosedur insentif bagi tenaga kesehatan (nakes). Untuk menyederhanakan birokrasi, Kementerian Kesehatan membuat simplifi kasi prosedur dengan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/392/2020 dari Revisi Kepmenkes Nomor HK.01.07/ MENKES/278/2020.
Dalam Kepmenkes yang baru, proses verifikasi dokumen pengajuan insentif nakes, tidak seluruhnya ke Kemenkes, tetapi ada yang dikelola di tingkat provinsi dan kabupaten/kota serta langsung diajukan ke Kementerian Keuangan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKPAD)/Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DKPAD) di daerah.
Dengan begitu sesungguhnya instrumen telah ada, tinggal ketanggapan para birokrat dalam menjalankannya. Masih adanya kelambatan pencairan insentif nakes di berbagai daerah sesungguhnya ialah potret kemalasan para birokrat. Kita pun mendorong agar berbagai peraturan penyederhanaan prosedur lainnya segera diterbitkan.
Kita sependapat dengan penilaian Presiden bahwa penanganan covid-19 dan dampak ekonominya terasa kian lambat. Jangan sampai aura krisis itu sudah hilang, semangat menangani krisis pun terasa mulai turun.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.
PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.
PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.
RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.
FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.
Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.
DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.
Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.
IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.
SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.
KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.
SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved