Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Nurhadi Ditangkap Mafia Hukum Diburu

03/6/2020 05:00

PANDEMI memang tidak boleh mengendorkan kinerja, termasuk perang melawan korupsi. Buron korupsi harus dikejar sampai dapat, kemudian segera diseret ke meja hijau.

Patut diapresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berhasil menangkap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, Senin (1/6) malam. Sebelum penangkapan di Simprug, Jakarta Selatan, Nurhadi telah buron empat bulan.

Nurhadi ditangkap bersama menantunya, Rezky Herbiyono. KPK menetapkan Nurhadi menjadi tersangka pada 16 Desember 2019 terkait dugaan penerimaan suap dan gratifi kasi senilai Rp46 miliar.

Sebelum masuk daftar pencarian orang, Nurhadi telah tiga kali dipanggil KPK, tetapi tidak memenuhi panggilan tersebut. Ia masuk daftar pencarian orang bersama Rezky dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto yang hingga sekarang masih buron.

Penangkapan Nurhadi dan pengungkapan kasusnya secara terbuka di pengadilan sangatlah penting. Disebut penting karena Nurhadi bukan hanya licin dalam pelarian. Ia diduga sangat mengetahui sepak terjang mafia peradilan. Jaringan mafi a tidak terlihat kasatmata, tetapi terasa eksistensinya.

Sebagai mantan orang penting di MA, Nurhadi bisa membuka misteri di institusi tertinggi peradilan tersebut. MA diliputi misteri dan menjadi sorotan publik karena beberapa putusannya, baik di tingkat kasasi maupun peninjauan kembali, menguntungkan terdakwa/terpidana korupsi. MA disorot karena royal memberi diskon hukuman koruptor.

Karena itu, KPK perlu bekerja sama dengan Muhammad Syarifuddin yang dilantik menjadi Ketua MA pada 30 April. Kerja sama untuk membenahi benteng terakhir pencari keadilan. Mafia kasus di ranah peradilan layaknya virus yang menjangkiti kantor-kantor pengadilan negeri, pengadilan tinggi, dan Mahkamah Agung, yang memiliki pola terorganisasi.

KPK diharapkan membongkar seluruh kasus yang melibatkan Nurhadi untuk membenahi dunia peradilan secara paripurna. Apalagi, sepak terjang Nurhadi dalam pengaturan perkara terendus tidak hanya dalam satu kasus. Setidaknya ada enam kasus lain yang diduga menyeret namanya. Siapa pun yang terlibat, harus diproses.

Praktik mafia hukum ke depan, yaitu oknum-oknum yang diduga memperjualbelikan kewenangan, pengaruh, dan kekuasaan untuk keuntungan sendiri, harus dibongkar dan dibekuk.

KPK harus mampu membongkar gurita jaringan mafia hukum di tubuh peradilan karena Nurhadi dan Rezky juga ditetapkan sebagai tersangka atas kasus gratifi kasi atas penanganan sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian. Nilai gratifikasi itu mencapai Rp12,9 miliar.

Keberhasilan KPK menangkap Nurhadi hendaknya menjadi pemicu semangat untuk memburu buron lainnya. Tidak ada yang tidak bisa bagi KPK jika ada kemauan yang kuat.

Selain memburu Hiendra, pekerjaan rumah KPK ialah menangkap pemilik perusahaan pertambangan PT Borneo Lumbung Energi dan Metal (BLEM) Samin Tan dan tentunya, mantan caleg PDIP Harun Masiku yang hingga kini hilang tanpa jejak. Penangkapan Masiku hendaknya menjadi prioritas karena kasusnya beraroma politik.

Ada pelajaran mahal dalam kasus buron korupsi. Koruptor punya kesempatan untuk melarikan diri karena ada jeda waktu antara pengumuman status tersangka dan penahanan. Sudah sepatutnya sistem ini segera dibenahi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Berita Lainnya
  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.