Selasa 26 Mei 2020, 05:30 WIB

Bukan Saatnya Kendur Disiplin

Administrator | Editorial

LEBARAN telah berlalu. Perayaan hari kemenangan Idul Fitri 1441 H sudah usai. Kemenangan Lebaran semestinya bisa kita maksimalkan sebagai bekal untuk meraih kemenangan-kemenangan berikutnya. Yang utama ialah kemenangan dalam peperangan menghadapi pandemi virus covid-19 yang kini masih menjadi ancaman terbesar bangsa ini.

Selepas Lebaran bukan berarti kita boleh melepas ikatan pengetatan, pun tak boleh mengendurkan tali kedisiplinan. Dari sisi mana pun, tidak ada alasan untuk kendur. Malah semestinya makin dikencangkan jika kita ingin sebaran wabah ini segera berakhir. Kedisplinan juga menjadi syarat mutlak untuk sebuah kehidupan new normal yang kita idam-idamkan pascapandemi.

Fakta bahwa di hari-hari menjelang Idul Fitri, tempo hari, telah terjadi pengenduran pengawasan dan ketidakdisiplinan memang tak bisa dimungkiri. Larangan mudik diakali, protokol kesehatan dilanggar, aturan untuk menghindari kerumunan dan selalu menjaga jarak ditabrak. Akibatnya, di hari-hari terakhir Ramadan lalu kita seperti sedang menonton drama memiriskan tentang ketidakacuhan masyarakat akan bahaya korona.

Selain fakta lapangan, data menunjukkan pola yang sama. Dalam 10 hari terakhir kenaikan kasus melesat cepat. Rekornya terjadi pada Kamis (21/5) dengan angka kenaikan harian positif covid-19 sebanyak 973 kasus. Meski demikian, dalam dua hari terakhir, terjadi penurunan kasus konfirmasi positif covid-19. Pada Senin (25/5), pasien terinfeksi virus korona hanya sebesar 479 orang.

Penyebaran coivid-19 pun semakin tak berpusat di Jakarta dan sekitarnya. Ditengarai, salah satu pemicunya ialah banyaknya pemudik yang sudah mencuri start dan menyebarkan virus itu ke daerah asal.

Jika sajian fakta dan data sudah dengan terang menunjukkan data belum stabil, masihkah kita bisa berkata ketidakdisiplinan tak lagi diperlukan? Masihkah kita menginginkan pelonggaran ketika justru si virus masih asyik berkeliaran?

Lebaran harus menjadi titik tumpu untuk membalikkan lagi kesadaran kita berdisiplin. Presiden Joko Widodo, pekan lalu, sudah dengan tegas menyatakan belum ada rencana pelonggaran dari sisi pemerintah. Itu semestinya menjadi pegangan bagi semua perangkat pemerintah, baik di pusat maupun daerah, untuk disiplin tidak memberi celah sekecil apa pun dalam aturan-aturan turunannya.

Di sisi yang lain, masyarakat pun mesti patuh. Terlalu naif bila pengalaman tentang buruknya kedisiplinan menjelang Lebaran lalu, dan semua akibat yang menyertainya, tak membuat kita sadar. Ikuti semua petunjuk petugas di lapangan, jangan sekali-kali melawan. Petugas jangan tunduk kepada kehendak pribadi orang per orang apa pun identitas yang disandangnya.

Jangan menunggu kita terpapar, baru kita percaya virus itu amatlah berbahaya dan kemudian menyesal kenapa tidak sedari awal berdisiplin.

Hentikan pula kebiasaan kita selalu menyalahkan pemerintah, sementara kita sebetulnya tak memiliki kesadaran untuk teguh menegakkan disiplin diri. Ibarat Indonesia sebuah kapal besar, masyarakat ialah penumpang dan pemerintah nakhodanya. Demi melewati gelombang besar bernama pandemi covid-19, semua mesti kompak, patuh, dan disiplin pada peran masing-masing.

Sekali lagi, pasca-Lebaran bukanlah saat untuk mengendurkan disiplin karena sesungguhnya virus korona tak kenal Hari Lebaran. Justru spirit kemenangan Lebaran akan semakin lengkap bila kita mampu mengekang nafsu ketidakdiplinan sehingga bangsa ini dapat mengenyahkan sebaran virus ini sesegera mungkin.

Baca Juga

MI/Duta

Mengonkretkan Pancasila

👤Administrator 🕔Kamis 02 Juli 2020, 05:00 WIB
PERLUKAH Pancasila diperas, dimonopoli tafsirnya, bahkan diragukan kefi...
MI/Seno

Menumpas Kebobrokan Imigrasi

👤Administrator 🕔Rabu 01 Juli 2020, 05:00 WIB
PINTU yang berulang kali jebol pantas membawa kita pada satu pemikiran bahwa pintu itu sesungguhnya memang tidak...
MI/Seno

Kemarahan Presiden Kemarahan Rakyat

👤Administrator 🕔Selasa 30 Juni 2020, 05:00 WIB
PRESIDEN Joko Widodo marah besar kepada para...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya