Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BERAGAMA sejatinya bukan kepasrahan tanpa ilmu. Berilmu dan menggunakan ilmu bahkan merupakan bukti orang yang beragama.
Umat Islam mengenal itu lewat riwayat wahyu pertama yang berisi perintah untuk membaca. Di agama-agama lain pun keutamaan ilmu tidak kalah jelas. Di balik ritual ibadah, ada filosofi-filosofi ilmu yang dalam dan luas.
Ibadah dan ilmu sesungguhnya tidak terpisahkan. Keduanya yang membuat manusia menjadi makhluk unggul dan membawa kebaikan.
Sejarah dunia mencatat bagaimana para suci dan ahli agama bisa menjadi pemimpin umat bahkan bangsa karena berbekal ilmu. Begitu juga saat perang ataupun terjadi wabah, mereka menjadi garda depan penyelamat umat karena berbekal ilmu yang sesuai bidang.
Anutan itulah yang semestinya dijalankan para pemimpin agama di saat pandemi covid-19 mengerikan sekarang ini.
Para tokoh agama mestinya punya kesadaran tentang tanggung jawab garda depan selayaknya petugas kesehatan. Para tokoh agama tidak cukup hanya berteriak di atas mimbar, tetapi juga harus memberi keteladanan tanggung jawab lewat perbuatan.
Jika tanggung jawab perawatan dan medis ada pada dokter dan perawat, tanggung jawab pencegahan wabah sebetulnya juga ada di tangan para tokoh agama. Bahkan, dengan kultur religius yang kuat di Indonesia, ucapan para tokoh agama tak jarang lebih dahsyat dampaknya ketimbang pemerintah.Dalam konteks itulah kita berharap para tokoh agama tidak melalaikan ilmu pada kondisi wabah covid-19 sekarang. Mereka sejatinya tidak ikut mengumpulkan massa dengan alasan apa pun.
Di saat masyarakat dunia menghindari kerumunan untuk mencegah penularan covid-19, yang terjadi di Gowa, Sulawesi Selatan, dan Ruteng, Nusa Tenggara Timur, malah sebaliknya. Ribuan orang berkumpul dan mengambil risiko petaka di dua daerah itu demi ritual keagamaan.
Betul bahwa penyelenggaraan Ijtima Ulama Dunia di Gowa akhirnya dibatalkan. Akan tetapi, tetap saja tidak bisa membalik risiko penyebaran virus yang sudah terjadi akibat adanya ribuan orang, bahkan dari negara-negara yang juga terjangkit covid-19. Patut diapresiasi semua pihak yang terlibat negosiasi untuk membatalkan acara itu.
Risiko yang tak bisa dibalik itu juga terjadi di misa penahbisan uskup Ruteng meski penyelenggara memeriksa temperatur tubuh peserta misa dan memberikan mereka cairan pembersih tangan.
Kedua acara keagamaan itu sama-sama merupakan bentuk kelalaian ilmu. Bukan saja tidak mengindahkan anjuran pemerintah, para tokoh kedua agama juga cuek akan informasi-informasi seputar wabah yang sudah begitu banyak dibagikan. Covid-19 menjadi wabah yang begitu mengerikan karena sulitnya dideteksi. Bahkan mereka yang tampak sangat sehat bisa jadi sudah menjadi carrier.
Sebab itu, dengan besarnya risiko yang harus ditanggung umat, pemerintah dan pihak berwenang semestinya bertindak lebih tegas dan sigap akan acara-acara keagamaan serupa. Dengan tingkat penjangkitan dan kematian di Indonesia, ditambah penetapan status bencana nasional dari pemerintah pusat, kelalaian serupa jangan sampai terjadi lagi.
Tidak hanya itu, masyarakat sendiri pun harus menjadi umat yang cerdas dalam beragama. Kefanatikan dan kepasrahan tanpa ilmu akan menjadikan umat sasaran empuk bagi pihak-pihak pencari panggung dan pencipta kekeruhan.
Kita mendorong agar organisasi keagamaan lebih aktif mengambil peran sebagai garda depan pembimbing umat. Langkah MUI yang mengeluarkan fatwa mengenai ibadah di tengah wabah ini, termasuk soal salat Jumat, adalah tepat. Anjuran salat di rumah juga dikeluarkan PBNU. Adapun Muhammadiyah dengan bijak menunda muktamar ke-48.
Ketika tokoh agama tidak bisa menjadi tumpuan mengatasi pandemi covid-19, ketegasan pemerintah pusat sampai daerah dinantikan. Apresiasi diberikan kepada jajaran Pemprov Sulawesi Selatan yang mengambil sikap tanpa kompromi demi keselamatan manusia.
PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.
PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.
PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun.
SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.
TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.
POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.
KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.
BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.
KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.
HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.
Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.
SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.
DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret
DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.
REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.
MESKI baru memasuki hari kedua 2026, mesin negara sudah dipacu untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,4%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved