Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Jiwasraya bukan Komoditas Politik

15/1/2020 05:05

PENGUSUTAN megaskandal PT Asuransi Jiwasraya (persero) memasuki babak baru. Kejaksaan Agung menetapkan lima tersangka dan menahan mereka, kemarin.

Kelima tersangka itu ialah mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Harry Prasetyo, Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat.

Penetapan tersangka itu dilakukan Kejaksaan Agung setelah Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) merampungkan audit investigasi. BPK menemukan kejahatan korporasi dalam pengelolaan Jiwasraya yang berakibat pada kerugian secara internal dan kerugian negara. Kejahatan itu diduga melibatkan direksi, general manager, dan pihak luar.

Penetapan lima tersangka itu belum sepenuhnya mencerminkan hasil audit BPK. Karena itu, Kejaksaan Agung jangan berhenti pada lima tersangka itu. Siapa pun yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

Publik tentu saja menyambut positif langkah Kejaksaan Agung ini bahwa penegakan hukum telah berjalan di rel yang seharusnya. Kepentingan masyarakat utamanya pemegang polis Jiwasraya yang dirugikan megaskandal ini terwakili oleh negara melalui Kejaksaan Agung.

Tidak mudah bagi kejaksaan untuk sampai pada titik ini. Tim khusus dibentuk berisikan 16 jaksa yang telah menggeledah 13 objek pemeriksaan, mencegah 10 orang untuk bepergian ke luar negeri, dan memeriksa 98 saksi. Selain itu, penyidik menyelisik lebih dari 5.000 transaksi.

Penetapan tersangka ini juga menumbuhkan asa bagi para nasabah Jiwasraya karena salah satu bentuk kepastian hukum mulai hadir. Pasalnya, apa pun langkah yang dilakukan pemerintah, baik melalui jalur hukum maupun jalur bisnis untuk merevitalisasi Jiwasraya, muaranya ialah penyelamatan dana nasabah.

Dana ini tidak main-main besarnya. Hingga Agustus 2019, Jiwasraya menanggung potensi kerugian negara senilai Rp13,7 triliun. Dengan komitmen pemerintah untuk tidak memberikan dana talangan, solusinya jelas hanya dalam koridor aksi korporasi.

Ada empat solusi yang tengah digodok Kementerian Badan Usaha Milik Negara bersama Jiwasraya. Pertama, membentuk anak usaha Jiwasraya Putra untuk menarik investor, reasuransi dukungan modal atau skema financial reinsurance, dan penerbitan mandatory convertible bond (MCB).

Hanya kepastian hukumlah yang bisa mewujudkan aksi korporasi perusahaan pelat merah itu sukses. Tindakan tegas dan tak pandang bulu pada kasus Jiwasraya sangat penting dalam mencapai keadilan, sekaligus mengembalikan kepercayaan publik kepada korporasi.

Kepastian hukum sangat penting bagi investor. Tanpa kepastian hukum, mustahil upaya mengundang investor baru dapat dilakukan.

Karena itulah, progresivitas Kejaksaan Agung dalam pengusutan megaskandal Jiwasraya ini tidak perlu lagi direcoki proses politik seperti yang digaungkan Dewan Perwakilan Rakyat dengan wacana pembentukan panitia khusus (pansus).

Proses politik di DPR bukan hanya potensial menyandera proses hukum. Dikhawatirkan, hal itu hanya akan menjadi ajang politik yang tidak menjamin dana investasi nasabah bisa kembali.

Pansus memang merupakan implementasi dari fungsi pengawasan DPR. Namun, terus terang, di balik harapan DPR untuk menjalankan fungsi pengawasan melalui pansus, yang terjadi selama ini justru terlihat upaya mencari panggung politik.

Alangkah eloknya jika parlemen ikut mengawasi kinerja Kejaksaan Agung dalam mengusut kasus megaskandal perusahaan pelat merah ini lewat mekanisme rapat kerja dengan Jaksa Agung. Jangan jadikan kasus Jiwasraya ini sebagai komoditas politik yang hanya akan melahirkan ketidakpastian.



Berita Lainnya
  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik