Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Saksama Tangani Nduga

27/12/2019 05:05

PENDEKATAN kesejahteraan bagi Papua sudah tidak bisa ditawar lagi. Semua sepakat bahwa kesenjangan pembangunan selama ini juga menjadi faktor pemantik munculnya aksi-aksi perlawanan dari sebagian rakyat di sana.

Menyejahterakan rakyat Papua itulah yang kini terus diupayakan pemerintahan Presiden Joko Widodo sejak periode pertamanya. Pemerintah terus berupaya memastikan warga di bagian paling timur Indonesia itu menikmati kue pembangunan yang sama dengan warga negara lainnya. Setara baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun akses terhadap pendidikan.

Sejumlah upaya telah dilakukan, seperti pembangunan infrastruktur dan kebijakan bahan bakar minyak (BBM) satu harga. Selain itu, upaya untuk menggerakkan perekonomian, membuka ketertutupan, dan ujungnya menciptakan kesejahteraan.

Namun, ketika berbagai upaya telah dilakukan, tetapi masih saja organ-organ separatisme bergentayangan, tentu pemerintah perlu bertindak tegas. Konstitusi bangsa ini jelas tidak membuka ruang terhadap para pengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Aksi-aksi yang dilakukan kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) yang berafiliasi kepada Organisasi Papua Merdeka masih kerap terjadi. Tidak hanya melakukan rentetan penyerangan terhadap aparat, mereka juga berupaya menggagalkan upaya pembangunan.

Hal itulah yang seharusnya juga dipahami seluruh elemen pemerintahan, termasuk di daerah. Komitmen pemerintah pusat untuk mengedepankan pendekatan kesejahteraan dengan tetap menjaga keamanan dalam konteks antisipasi separatisme semestinya didukung penuh elemen pemerintahan di Papua.

Patut disesalkan jika ada pejabat daerah justru memilih mengundurkan diri, seperti Wakil Bupati Nduga Wentius Nimiangge, karena kebijakan semacam ini. Apalagi meminta aparat TNI dan Polri untuk ditarik. Padahal, ancaman keamanan itu masih ada di depan mata.

Pejabat daerah seperti Wentius mestinya berada di barisan paling depan untuk memastikan rakyatnya menikmati akses-akses terhadap kesejahteraan. Menjadi jembatan antara masyarakat Nduga dan pemerintah pusat serta pemerintah provinsi.

Mestinya Wentius sadar, posisinya sebagai wakil bupati bisa untuk memperjuangkan rakyat Nduga menikmati benefit pembangunan, mencapai kesejahteraan.

Termasuk juga terkait dengan klaim banyaknya masyarakat sipil yang menjadi korban penembakan oleh aparat keamanan, Wentius bisa memperjuangkannya lewat jalur hukum atau ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Artinya, posisi Wentius akan lebih menguntungkan bagi masyarakat Nduga jika tetap menjadi wakil bupati.

Bagi pemerintah pusat, langkah pengunduran diri Wentius yang dibarengi dengan isu kekerasan aparat ini tentu mesti direspons dengan bijak. Terjunkan tim investigasi, usut secara transparan, benarkah warga sipil atau memang oknum yang terafiliasi dengan KKSB. Dengan begitu, tidak muncul polemik di ranah publik.

Respons Menko Polhukam Mahfud MD bahwa sikap Wentius sebagai manuver politik praktis demi kepentingan pilkada jelas terlihat menyepelekan fakta bahwa memang ada warga Nduga menjadi korban penembakan aparat. Mestinya Menko Polhukam ataupun melalui Mendagri memanggil Wentius sebelum membuat deduksi.

Jangan sampai hanya karena sikap ketidakhati-hatian pemerintah pusat merespons persoalan ini justru memantik aksi-aksi perlawanan. Nduga kini sedang terluka, jangan sampai menjadi tambah parah.



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.