Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Masalah Akut Beras Busuk

11/12/2019 05:00

BERITA tentang membusuknya stok beras Perum Bulog belakangan menghangat. Jumlahnya tidak sedikit, diperkirakan mencapai 20 ribu ton. Beras sebanyak itu dapat memberi makanan pokok bagi sekitar 180 ribu penduduk selama setahun.

Banyak yang kemudian menyalahkan kebijakan impor beras yang diambil tahun lalu. Pemerintah ketika itu memang memutuskan untuk mengimpor 1,8 juta ton beras dengan tugas pengadaan diberikan ke Bulog. Stok berlebih yang bersumber dari impor beras dianggap sebagai biang keladi busuknya beras di gudang Bulog.

Bila kita telusuri kembali, dampak positif keputusan impor beras ternyata telah terbukti. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik, angka inflasi November 2018 menurun ketimbang bulan sebelumnya. Padahal, pada periode tersebut biasanya lonjakan harga bahan makanan mendorong kenaikan inflasi. Penyebab lonjakan harga karena tidak ada panen tanaman pangan yang membuat persediaan terbatas.

Pertimbangan antisipasi itu mendasari keputusan impor dalam rapat koordinasi tingkat menteri. Tambahan lagi, perhitungan angka produksi beras dari Kementerian Pertanian meleset hingga menyebabkan angka surplus beras anjlok lima kali lipat ketimbang 2017. Kebijakan impor beras akhirnya harus diambil.

Hasilnya impor yang dilakukan sebanyak 1,8 juta ton telah mampu menstabilkan harga selama paruh kedua 2018. BPS ketika mengumumkan tingkat inflasi November 2018 menilai pemerintah lebih siap menjaga ketersediaan komoditas beras.

Pada awal tahun ini, persediaan beras Bulog mencapai 2,1 juta ton. Dengan stok pangan pokok yang diperkuat beras impor 2018 tersebut, pemerintah juga berhasil mengendalikan harga beras sepanjang tahun ini. Kemarau panjang yang mendera relatif tidak menggoyahkan kestabilan harga beras yang dibeli masyarakat.

Lalu, apa yang salah? Rupanya ada masalah yang akut dalam manajemen persediaan beras di Perum Bulog. Di hulu, kebijakan menteri pertanian yang lalu memaksa Bulog untuk membabi buta menyerap beras petani hingga mengabaikan kualitas.

Guru Besar Fakultas Pertanian IPB Prof Dwi Andreas Santosa menyebut dengan kualitas jauh di bawah standar, beras dipastikan cepat busuk. Bahkan, ia memperkirakan beras yang membusuk di gudang Bulog lebih dari 20 ribu ton.

Di hilir, terdapat hambatan penyaluran beras oleh Bulog sehingga stok sering kali mendekam di gudang terlampau lama. Pengubahan skema bantuan beras sejahtera menjadi bantuan pangan nontunai memperbesar ganjalan. Akibatnya, tidak terhindarkan, angka buangan beras menjadi tinggi.

Perlu digarisbawahi, mengelola cadangan beras pemerintah yang idealnya mencapai angka 2 juta ton per tahun tidaklah mudah. Sirkulasi stok harus dipastikan berjalan lancar. Di satu sisi, standar kualitas penyerapan beras harus ditaati sembari memenuhi standar stok. Di sisi lain, pemerintah perlu memastikan kelancaran penyaluran beras Bulog.

Salah satu kekuatan Bulog ialah jaringan penyimpanan di 34 provinsi. Itu sekaligus bisa mendukung pemasaran yang sama luasnya. Tidak ada satu pun pedagang besar pangan yang memiliki jaringan sekuat itu.

Karena itu, seyogianya kebijakan pengelolaan cadangan beras pemerintah mengoptimalkan kekuatan tersebut. Jangan sampai terjadi lagi beras dalam jumlah besar terbuang sia-sia akibat kebijakan pengelolaan yang amburadul.

 



Berita Lainnya
  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.