Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KABINET Indonesia Maju pimpinan Presiden Joko Widodo resmi terbentuk. Sebanyak 34 menteri plus empat pejabat setingkat menteri dilantik di Istana Negara, Jakarta, kemarin, untuk membantu Presiden merealisasikan janji-janji yang dia tebar saat kampanye Pilpres 2019.
Pelantikan Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Jokowi ialah awal dari tugas panjang mereka untuk memajukan Indonesia. Tugas itu jelas tidak mudah, sangat tidak mudah, untuk ditunaikan karena begitu banyak tantangan dan rintangan yang siap menghadang.
Begitu dahsyat rakyat berharap kepada orang-orang terpilih itu. Begitu besar kepercayaan yang diberikan Presiden sehingga sudah semestinya seluruh anggota kabinet pantang menyia-nyiakannya. Tujuh perintah Jokowi mulai jangan korupsi hingga harus bekerja sungguh-sungguh ialah rambu-rambu yang wajib dipatuhi.
Pelantikan Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Jokowi bisa juga kita posisikan sebagai akhir dari spekulasi tentang siapa saja yang bakal mengisi pos-pos kementerian. Spekulasi itu mencuat akhir-akhir ini dan kian menarik atensi karena keberadaan dua petinggi Partai Gerindra, yakni Ketua Umum Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo.
Prabowo Subianto menjadi sorotan karena dia merupakan rival Jokowi di dua pilpres.
Kalau dia kemudian menjadi pembantu Jokowi sebagai menteri pertahanan, hal itu pantas memantik banyak pertanyaan. Namun, karena politik menganut prinsip impossible is nothing
, tidak ada yang tidak mungkin, kita harus menerima realitas yang ada.
Yang pasti, bergabungnya Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo dalam kabinet serta-merta mengubah konstelasi politik. Di satu sisi, koalisi partai politik pendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin mendapatkan tambahan amunisi. Di sisi lain, barisan partai oposisi berkurang.
Setelah ditinggalkan Gerindra, praktis kini tinggal PKS, PAN, dan Partai Demokrat yang menjadi oposan. Kekuatan mereka di parlemen pun hanya 22,82%, yang boleh dibilang tak sebanding dengan kekuatan koalisi pemerintah.
Perimbangan seperti itu memang bagus buat pemerintah. Dengan tambahan dukungan dari Partai Gerindra, mereka dapat jauh lebih kuat dan lebih cepat memutar roda pembangunan. Stabilitas politik juga bisa lebih terjaga sebagai bekal berharga untuk melewati jalan terjal menuju Indonesia maju.
Akan tetapi, kekuatan yang begitu timpang buruk buat demokrasi. Demokrasi hanya akan sehat jika ada oposisi yang kuat. Sebaliknya, demokrasi akan sakit, bahkan bisa sekarat, jika oposisi lemah, apalagi jika sengaja dilemahkan.
Oposisi yang kuat kita butuhkan sebagai pengontrol agar pemerintah tak terjerumus menjadi diktator. Oposisi yang tangguh kita perlukan sebagai penyeimbang supaya pemerintah tak gemar menyimpang.
Sebaik apa pun pemerintah, suatu saat pasti berbuat salah. Karena itu, ia butuh oposisi sebagai advocatus diaboli
atau setan yang menyelamatkan kita dengan gangguan terus-menerus.
Kita sadar, amat sadar, bahwa kekuatan oposisi saat ini terlalu lemah, terlebih jika nantinya ada lagi partai yang menyeberang ke pusat kekuasaan. Karena itu, kita perlu mengingatkan pemerintah untuk lebih berhati-hati bekerja, bukan malah seenaknya melangkah.
Meski kekuatan mereka tak seberapa, kita juga meminta barisan oposan di parlemen tetap lantang bersuara. Ingatkan terus agar pemerintah konsisten berjalan di jalan yang lurus. Jadilah oposisi yang loyal kepada kebaikan bangsa, bukan oposisi yang penting asal beda dengan kebijakan negara.
Yang tak kalah penting, seiring dengan perubahan konstelasi kekuatan, peran aktif rakyat untuk mengawal jalannya pemerintahan amat diperlukan. Kabinet sudah terbentuk dan akan langsung bekerja. Mereka butuh dukungan, termasuk dukungan dari oposisi baik di parlemen maupun ekstraparlementer berupa gangguan-gangguan yang konstruktif.
SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.
INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.
LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.
WAJAH peradilan negeri ini sungguh menyedihkan. Kasus rasuah lagi-lagi memberikan tamparan keras.
KEBERHASILAN tim nasional futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 menandai sebuah babak penting dalam sejarah olahraga nasional.
KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.
BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.
SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.
KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.
DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.
KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.
DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.
PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.
Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved