Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Disiplin TNI Tegak Lurus

14/10/2019 05:00

DISIPLIN merupakan napas kehidupan bagi seorang prajurit TNI. Salah satu lafal sumpah prajurit ialah memegang teguh disiplin keprajuritan.

Karakter disiplin militer berbeda dengan kode etik pada profesi-profesi lainnya. Perbedaan utama ialah disiplin militer diatur dengan undang-undang, yaitu Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Disiplin prajurit yang dimaksud dalam undang-undang itu ialah kesadaran, kepatuhan, dan ketaatan untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan, peraturan kedinasan, dan tata kehidupan yang berlaku bagi militer.

Peraturan perundang-undangan, peraturan kedinasan, dan tata kehidupan yang berlaku bagi militer, antara lain, setiap prajurit bertanggung jawab atas apa yang dilakukan dan tidak dilakukan oleh keluarganya. Karena itulah, prajurit TNI bisa dikenai hukuman disiplin ketika ia membiarkan istrinya melanggar hukum.

Tiga anggota TNI dikenai sanksi karena istri mereka membuat status bernuansa ujaran kebencian dan berita bohong di media sosial terkait dengan penyerangan yang dialami Wiranto, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan.

Ketiga anggota TNI yang mendapat sanksi itu ialah Komandan Komando Distrik Militer 1417/Kendari Kolonel (Kav) Hendi Suhendi, anggota Detasemen Kavaleri Berkuda Sersan Dua Z, dan anggota Polisi Militer Angkatan Udara Lanud Muljono Surabaya Pembantu Letnan Satu YNS.

Hendi dilepas dari posisinya sebagai Komandan Kodim 1417/Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/10). Ia selanjutnya ditahan selama 14 hari. Dua prajurit lainnya juga dibebastugaskan. Istri mereka akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Penegakan disiplin di lingkungan TNI patut diapresiasi. Diapresiasi karena ada kemauan kuat pimpinan TNI untuk menegakkan aturan sekaligus mencegah prajurit terpapar paham radikal. Sebelumnya Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut sekitar 3% prajurit TNI terpapar radikalisme dan tak setuju Pancasila sebagai ideologi negara.

Sanksi yang tegas atas anggota TNI karena sikap istri mereka di media sosial diharapkan membawa efek jera. Akan tetapi, pada sisi lain, kasus itu menunjukkan fakta bahwa masih ada persoalan terkait dengan literasi digital di lingkungan keluarga besar militer.

Literasi digital hendaknya dilakukan terus-menerus kepada prajurit. Setiap prajurit berkewajiban untuk mengingatkan dan membimbing keluarganya agar tidak membuat berita atau posting-an yang mengandung hoaks.

Posting-an istri yang berakibat buruk terhadap karier suami di lingkungan TNI hendaknya yang pertama dan terakhir. Jangan ada lagi korban. Karena itu, hendaknya berpikirlah sebelum bertindak, pikiran selalu mendahului jari. 

Disiplin militer dinormakan dengan undang-undang karena sanksi terhadap pelanggar disiplin tidak main-main, merampas kemerdekaan berupa penahanan. Perampasan kemerdekaan, menurut kebiasaan internasional, hanya bisa dilakukan atas dasar perintah undang-undang.

Perintah Harian Panglima Besar Jenderal TNI Sudirman pada 1956 hendaknya selalu menjadi pedoman. "Hukum dan disiplin tidak akan cukup dengan sendirinya membawa perbaikan negara. Akan tetapi, sebaliknya, tanpa hukum dan tanpa disiplin akan runtuhlah setiap negara dan tentara."

Negara dan tentara tidak boleh runtuh. Penegakan disiplin bagi militer mutlak dilakukan karena ia diperlengkapi dengan mesin perang yang bertujuan membunuh musuh. Tanpa disiplin yang ketat, militer tak ubahnya sebagai gerombolan bersenjata yang suka-suka menggunakan mesin perang. Karena itulah, disiplin TNI harus tegak lurus.


 



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.