Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Memulihkan Wamena 

09/10/2019 05:00

SETELAH lebih dari setengah bulan menjadi kota mati akibat dilanda kerusuhan hebat, kehidupan di Wawena mulai berdenyut lagi. Upaya pemulihan keamanan terus dilakukan aparat. Proses rehabilitasi terhadap kerusakan yang masif pun disegerakan.

Wamena merupakan surga di pedalaman pegunungan tengah Papua. Namun, kota yang terletak di Lembah Baliem dan diapit pegunungan Jayawijaya itu berubah menjadi neraka pada Senin (23/9) silam. Berawal dari kabar dusta bahwa ada seorang guru yang bertindak rasial terhadap muridnya, massa berunjuk rasa. 

Celakanya, demonstrasi massa berujung kerusuhan. Aksi-aksi tak berperikemanusiaan mereka pertontonkan. Sedikitnya 33 warga pendatang kehilangan nyawa menjadi korban kebiadaban mereka. Belum lagi ribuan rumah, kantor, gedung-gedung pemerintahan, dan kendaraan luluh lantak karena dibakar atau dirusak. 

Duka Wawena adalah duka kita, duka seluruh anak bangsa. Kita bersyukur situasi di sana berangsur-angsur membaik dan kian hari kian kondusif. Sekolah-sekolah yang tadinya diliburkan sudah mulai menggelar kegiatan belajar-mengajar lagi. Pusat-pusat perekonomian juga kembali menggeliat meskipun belum sepenuhnya normal.

Kita patut mengapresiasi gerak cepat aparat dalam memulihkan sekaligus memberikan jaminan keamanan. Begitu pula dengan kesigapan para pihak dalam menormalisasi sarana dan prasarana umum.

Kita juga mendukung penuh komitmen pemerintah pusat untuk secepatnya membangun kembali kantor-kantor pemerintahan dan fasilitas publik yang rusak. Instruksi Presiden Joko Widodo kepada jajarannya untuk segera membangun kembali Wamena memang sudah semestinya sebagai wujud kehadiran negara. 

Membangun kembali fisik yang rusak memang penting. Namun, yang tak kalah penting ialah memulihkan kembali aspek psikis masyarakat yang juga terluka berat akibat kerusuhan. 

Mustahil diingkari, amuk betul-betul telah membuat Wamena remuk. Dampaknya pun terasa sampai sekarang, bahkan mungkin hingga beberapa tahun ke depan. Di mata pendatang, Wawena tak lagi ramah untuk ditinggali sehingga lebih dari 15 ribu orang memilih eksodus.

Oleh karena itu, selain secepatnya melakukan rehabilitasi fisik, pemerintah harus segera pula memulihkan cedera psikis masyarakat Wamena. Kebersamaan, persaudaraan, dan kerukunan yang terkoyak mesti selekasnya dirajut kembali.

Menjadikan kembali Wamena sebagai wilayah yang damai untuk didiami siapa pun ialah tugas kita semua. Tugas itu memang sulit, jauh lebih sulit ketimbang membangun kembali fisik. Akan tetapi, dengan berjalinan tangan, seberat apa pun rintangan pasti bisa diatasi.

Memulihkan Papua, khususnya Wamena, tak cukup dengan memberikan jaminan keamanan dan ketertiban. Memulihkan Papua, utamanya Wamena, juga butuh dialog yang konstruktif dengan melibatkan semua pihak. 

Yang tak kalah penting ialah negara harus menunjukkan wibawa, salah satunya dengan menindak tegas para pelaku kerusuhan. Jangan ada lagi toleransi. Sudah saatnya rakyat tanpa kecuali diajarkan bahwa siapa pun yang membuat onar apalagi bertindak brutal pasti ada konsekuensi hukumnya.

Kita yakin, sangat yakin, membuat Wamena kembali damai bukan sekadar mimpi sebab pada prinsipnya masyarakat, baik penduduk asli maupun warga pendatang di wilayah itu, memang cinta damai dan hidup rukun.

Patut pula dicatat bahwa tiada faktor etnik, apalagi agama, dalam kerusuhan di Wamena. Kerusuhan pecah semata akibat tangan-tangan jahat dan mereka yang berwatak biadab. 

Kita percaya, sangat percaya, Wamena akan pulih seperti sedia kala. Ribuan orang kini memang memilih mengungsi, tetapi suatu saat mereka pasti akan kembali.
 



Berita Lainnya
  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret