Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Menguatkan Pariwisata

01/8/2019 05:00

PARIWISATA sejatinya ialah salah satu potret besar untuk memberikan gambaran wajah Indonesia kepada dunia internasional. Baik dan buruknya wajah Indonesia di mata global sedikit banyak akan ditentukan bagaimana bangsa ini memperlakukan, menata, sekaligus mengelola sektor pariwisata.

Begitu pun kaitannya dengan perekonomian, pariwisata ialah pilar pembangunan yang semestinya tak boleh ditinggalkan. Presiden Joko Widodo bahkan berulang kali menegaskan bahwa pariwisata harus menjadi leading sector perekonomian nasional. 

Mengapa? Karena pariwisata merupakan industri yang paling mudah dan cepat menghasilkan devisa. Ia juga punya multiplier effect tinggi. Ketika pariwisata bekerja, pada saat itu pula ekonomi masyarakat akan bergerak, lapangan kerja tercipta, dan infrastruktur pendukung mesti terbangun.

Kita memang punya modal kuat di sektor ini dengan keindahan, kekayaan alam, serta keanekaragaman budaya yang sungguh luar biasa. Mungkin bisa disebut salah satu yang terbaik di dunia. Bangsa ini juga punya kultur keramahan serta tolong-menolong yang tidak semua negara memilikinya. Namun, nyatanya, mengelola keindahan itu tak mudah. 

Bertahun-tahun lamanya negeri ini terperangkap dalam situasi yang gagap mengapitalisasi keindahan alam budaya dan keramahan menjadi nilai tambah bagi ekonomi. Dulu kita seperti lupa bahwa sejatinya pariwisata ialah alat untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial sesuai cita-cita pendiri bangsa. 

Akan tetapi, saat ini agak berbeda. Cara negara memandang sektor pariwisata sudah jauh lebih maju ketimbang sebelum-sebelumnya. Presiden Jokowi tidak hanya selalu bilang pariwisata harus menjadi sektor terdepan pembangunan dan menjadi fokus perhatian pemerintah, tapi juga dia praktikkan langsung perhatian itu dengan rutin mengunjungi tempat-tempat wisata di pelosok Nusantara.

Dari 10 destinasi wisata yang akan dikembangkan pemerintahan Presiden Jokowi sebagai 'Bali Baru', Jokowi setidaknya aktif bolak-balik ke empat destinasi superprioritas, yaitu Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, dan Borobudur. Tak sekadar menikmati keindahannya, Presiden juga selalu bicara soal tantangan dan hambatan pengembangan tujuan wisata yang ia kunjungi.

Boleh jadi Jokowi memang sekadar ingin blusukan ke destinasi-destinasi wisata unggulan untuk melihat perkembangan pengembangannya. Akan tetapi, dalam sudut pandang yang lain, apa yang dilakukan Presiden itu bisa pula kita maknai sebagai 'peringatan' kepada pemerintah daerah untuk bekerja lebih sigap. 

Harus diakui, belum terlihat sinkronisasi yang manis antara pola pikir pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam rencana besar pariwisata tersebut. Yang tampak justru kurang proaktifnya daerah menyongsong program dari pusat. 

Mereka gagap karena tak terbiasa kerja cepat dan presisi. Birokrasi mereka masih saja lelet padahal kemajuan teknologi terus berlari dengan kecepatan tinggi. Di sisi lain, Jokowi tak biasa bekerja lambat. Karena itu, ia rajin menyambangi tempat-tempat tersebut sekadar untuk mengingatkan pemerintah daerah agar bisa segendang dan seirama dengan pusat. 

Mau tidak mau, jika Indonesia ingin meraih target kunjungan wisata sebanyak 20 juta pada tahun ini dengan devisa US$17,6 miliar, dan makin meningkat di tahun-tahun mendatang, persoalan klasik seperti itu terlebih dulu harus dibereskan.

 Berikutnya kita mesti sepakat sumber daya manusia (SDM) ialah subjek sekaligus pelaku utama dalam pembangunan kepariwisataan. Karena itu, peningkatan kualitas dan mentalitas SDM harus jadi prioritas. 

Semua mesti dilakukan dari sekarang. Sudah saatnya Indonesia menjadi negara besar, yang sebagian ekonominya kukuh ditopang dan didukung sektor pariwisata.
 



Berita Lainnya
  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret