Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Apresiasi untuk  Prabowo dan Jokowi

29/6/2019 05:05

SETELAH membuat hiruk-pikuk kehidupan bangsa dan negara selama sekitar 10 bulan, pemilu, khususnya Pilpres 2019, akhirnya pun usai. Yang menggembirakan, rangkaian pesta demokrasi yang sarat dengan ketegangan dan bahkan memakan korban jiwa itu berakhir secara damai.

Pilpres 2019 memang masih menyisakan beberapa tahapan, termasuk pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober mendatang. Namun, ia sebenarnya telah menuntaskan babak pemungkas dua hari lalu ketika Mahkamah Konstitusi memutus perkara sengketa hasil pilpres yang dimohonkan oleh pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dengan putusan MK menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya, kemenangan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang sebelumnya diumumkan Komisi Pemilihan Umum mendapatkan legalitas. Ia bersifat final dan mengikat, ia telah berkekuatan hukum tetap sehingga tiada lagi peluang bagi siapa pun untuk menggugatnya lagi dengan cara apa pun.

Melalui putusan MK itu, Jokowi dipastikan akan kembali menjadi nakhoda untuk membawa kapal besar bernama Indonesia menuju pelabuhan kesejahteraan. Kepada Jokowi dan juga Ma'ruf Amin yang bakal mendampinginya sebagai wakil presiden, kita mengucapkan selamat.

Kita juga layak memberikan ucapan selamat kepada Prabowo-Sandi. Meskipun kalah, mereka telah memperlihatkan kebesaran jiwa. Begitu juga dengan para pendukung yang menunjukkan kelapangan hati.

Wajar, sangat wajar, jika Prabowo-Sandi kecewa setelah dipastikan kalah dalam kontestasi. Normal, sangat normal, jika pendukungnya meradang lantaran idola mereka gagal memenangi persaingan. Akan tetapi, mereka patut berbangga karena mampu mengelola kekecewaan itu dengan cara yang membanggakan.

Betul bahwa dalam pidatonya selepas pengumuman putusan MK, Prabowo tidak memberikan ucapan selamat kepada Jokowi-Amin. Namun, secara umum, Prabowo menunjukkan kebesaran hati yang amat pantas diapresiasi. Dia, misalnya, menyatakan patuh pada jalur konstitusi dan menghormati hasil putusan MK yang mengukuhkan kemenangan Jokowi.

Kepada seluruh pendukungnya, Prabowo meminta mereka tetap tegar, tetap tenang, tetap penuh dengan cita-cita mulia, tapi selalu dalam kerangka damai dan antikekerasan. Tak lupa, dia mengingatkan bahwa kita semua harus memikirkan kepentingan yang lebih besar, keutuhan bangsa dan negara, serta memandang seluruh anak bangsa sebagai saudara sendiri.

Sungguh, pidato Prabowo terasa menyejukkan. Dia sekali lagi unjuk diri sebagai patriot sejati yang selalu menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan apa pun. Sebagai pemimpin yang memiliki berjuta-juta massa, Prabowo paham betul harus bersikap seperti apa demi terpeliharanya keutuhan bangsa.

Prabowo memang kalah dalam kompetisi, tetapi tak berlebihan kiranya jika kita katakan bahwa dia ialah pemenang dalam demokrasi. Dengan menghormati putusan MK, dengan meminta para pendukungnya menjaga suasana damai, dengan menekankan bahwa seluruh anak bangsa ialah saudara, Prabowo tak ingin demokrasi berubah menjadi anarki.

Prabowo, juga Jokowi, ialah dua anak terbaik bangsa.

Keduanya memberikan teladan dalam berdemokrasi dengan menunjukkan jiwa kenegarawanan dalam berkompetisi. Meski sangat tidak mudah, Prabowo telah menerima kalah, sebaliknya Jokowi tidak mentang-mentang sebagai pemenang.

Kita patut bersyukur pemilu happy ending. Ia mendapat respons positif dari pasar dan kebanjiran pujian dari dunia internasional, salah satunya karena jiwa besar para elite dalam menyikapi hasilnya. Karena itu, tiada lagi alasan bagi kita semua untuk memperpanjang pertentangan dan perseteruan agar modal besar itu tak sia-sia.



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.