Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Reformasi PSSI

26/1/2019 06:10
Reformasi PSSI
(MI/Duta)

TUNTUTAN agar Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi mundur bergema sepanjang laga terakhir Grup B Piala AFF 2018 antara Indonesia vs Filipina pada November tahun lalu.

Kala itu Indonesia tidak lolos dari fase grup dan posisi Edy yang merangkap sebagai Gubernur Sumatra Utara dituding jadi biang keladinya.
Rangkap jabatan dituding sebagai biang Edy tidak fokus bekerja mengangkat prestasi sepak bola nasional yang tengah terpuruk. Edy sudah mengundurkan diri.
Akan tetapi, para pencinta bola belum puas. Ternyata, persoalan bola jauh lebih pelik daripada sekadar rangkap jabatan.

Masalah utamanya ialah PSSI menjadi sarang mafia bola.

Satuan Tugas Antimafia Bola Polri telah menetapkan 11 tersangka dalam kasus pengaturan pertandingan, termasuk anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng, anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto. Masalah suap dalam tubuh PSSI sudah telanjur terstruktural, bahkan hingga pada level Liga 3.

Jika sepak bola Tanah Air ingin bangkit, mundurnya Edy jelas bukanlah jadi akhir cerita. PSSI harus bersih-bersih dari segala kebusukan dan keburukan yang terjadi saat ini. Mungkin perlu revolusi atas induk organisasi sepak bola nasional itu.

Pecinta sepak bola Tanah Air tentu tidak mau olahraga terpopuler tersebut diatur organisasi yang rusak dan dipelihara seperti kartel. Publik sudah lelah menyaksikan elite sepak bola menjadikan PSSI sebagai contoh peradaban formal manipulatif yang menista sportivitas.

Mandeknya prestasi sepak bola nasional tidak hanya di masa Edy, tetapi dalam beberapa dekade terakhir. Artinya, pihak-pihak yang sudah bercokol lama di PSSI seharusnya punya rasa malu dan sebaiknya juga angkat kaki karena stempel gagal telah terpatri dalam kinerja mereka.

PSSI yang kini di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas Ketum Joko Driyono harus segera menyiapkan kongres luar biasa.

PSSI mesti berbenah total, sepak bola nasional butuh sosok baru yang benar-benar bersih dan berintegritas, lepas dari jaringan mafia sepak bola. Bahkan, kalau perlu, gandeng Satuan Tugas Antimafia Bola Polri untuk menyortir pihak-pihak yang terindikasi masuk ke jaringan mafia bola.

Keanggotaan di tubuh PSSI nantinya harus dihuni orang yang memiliki kapasitas dan integritas untuk serius membenahi sepak bola Indonesia dan mau ikut mencegah pengaturan skor terjadi lagi.

PSSI ini bukan lahan untuk suap-menyuap ataupun mencari keuntungan. Maka, keanggotaan nanti harus siap sedia untuk menolak segala kejahatan yang dapat merusak sepak bola kita.

Di negara mana pun, prestasi sepak bola berbanding lurus dengan profesionalitas pengurus federasinya. Makin profesional pengurus dan manajemen sepak bola, kian kinclong pula prestasi tim sepak bola mereka.
Pencinta sepak bola Tanah Air jelas rindu prestasi timnasnya.

Publik sudah bosan melihat timnas hanya numpang lewat di ajang-ajang internasional. Selain itu, para suporter juga ingin kompetisi berjalan sehat dan sportif.

Sejauh ini reformasi PSSI selalu mendapat perlawanan dari pengurus PSSI. Meski sudah jelas-jelas terpampang di depan mata fakta pengaturan skor pertandingan, bukan hanya jajaran pengurus PSSI yang bertahan, hampir semua pemilik hak suara di arena kongres tahunan PSSI di Bali malah bungkam. Mereka serasa merasa aman dalam zona mafia sepak bola.

Pengunduran Edy Rahmayadi sama sekali tidak membuat mereka bangkit berbenah.

Wacana mengubah kongres tahunan menjadi kongres luar biasa (KLB) memang gagal terwujud. Dari 85 pemilik suara, hanya satu daerah yang lantang menyuarakan KLB.

Tidak ada jalan lain, publik mesti terus-menerus menyuarakan reformasi dalam tubuh PSSI. Harus ada tekanan publik yang jauh lebih kuat lagi untuk memaksa para pemilik suara segera melakukan reformasi total. Saatnya PSSI diisi pengurus baru, jangan akomodasi lagi mereka yang terkontaminasi mafia bola. Menyuarakan PSSI yang baru ialah keniscayaan.

 



Berita Lainnya
  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.