Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT ini banyak orang yang memilih untuk mengganti susu sapi dengan jenis susu lain yang dianggap lebih sehat dan rendah kalori. Selain susu almond, salah satu yang juga populer dipilih karena dianggap bisa membantu turunkan berat badan adalah susu oatmeal atau oat. Padahal, menurut ahli gizi susu oat belum tentu bisa bantu turunkan berat badan.
Dokter Spesialis Gizi Klinik Christopher Andrian, mengatakan konsumsi susu oat belum tentu membantu seseorang menurunkan berat badan. Hal itu mengingat komposisi dari susu oat adalah karbohidrat.
"Lihat komposisinya. Oat itu (sumbernya) karbohidrat yang mendominasi. Kalau dibikin susu, susunya tinggi akan karbohidrat," ujar Christopher, Jumat, (7/7).
Baca juga: Ini Tips Mengendalikan Pola Makan untuk Menurunkan Berat Badan
Sebagian orang, kata Christopher bahkan menambahkan susu oat dengan oatmel kering yang sama saja menggandakan jumlah asupan karbohidrat. Padahal, mereka yang ingin menurunkan berat badan disarankan membatasi jumlah karbohidrat.
"Kebayang tidak karbohidrat plus karbohidrat sama dengan makan nasi goreng pakai nasi putih. Turun tidak berat badan? Ya tidak, karena karbohidratnya banyak sekali di situ," kata Christopher.
Baca juga: Cokelat Hitam Bisa Bantu Menurunkan Berat Badan dan Mencegah Penuaan Dini
Christopher juga mengingatkan bahwa susu oat yang dijual di pasaran seringkali tinggi gula. Akibatnya kalori dari susu oat tersebut semakin bertambah tinggi.
Christopher tak mempermasalahkan bila orang-orang yang ingin menurunkan bobot memilih susu rendah lemak. Namun, sebaiknya hitung dulu kebutuhan nutrisi hariannya termasuk kalori dan protein. Hitungan kebutuhan nutrisi juga termasuk asupan makan atau camilan saat siang dan sore.
"Untuk orang yang diet susu rendah lemak boleh karena proteinnya tinggi. Selama dia masih restriksi kalorinya, tak masalah. Hati-hati dengan snack siangnya, sorenya," kata dia.
Rekomendasi Kemenkes
Terkait upaya menurunkan berat badan, Kementerian Kesehatan menyarankan penurunan maksimal 2 kilogram per bulan atau 1/5 kg per minggu dengan mengurangi asupan energi 500 kalori per hari. Contohnya, jika kebutuhan kalori dalam sehari sebesar 2.283 kalori dikurangi 500 kalori maka asupan harian yang dibutuhkan adalah 1.783 kalori.
Selain itu, orang-orang perlu juga meningkatkan aktivitas fisik misalnya dengan mulai menggunakan tangga dan berjalan lebih jauh dari tempat parkir serta akhir minggu melakukan aktivitas bersama keluarga.
Khusus untuk konsumsi makanan sehari-hari, sebaiknya tidak mengurangi jumlahnya secara drastis sehingga mengakibatkan pusing, lemas, keringat dingin, atau gejala lainnya yang membahayakan kesehatan. Orang-orang juga sebaiknya tidak mengandalkan makanan formula saja untuk menurunkan berat badan, obat-obatan atau bahan penurunan berat badan tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
(ANT/Z-9)
Sebuah penelitian terbaru mengungkap temuan mengejutkan: diet ketogenik jangka panjang berpotensi mempercepat proses penuaan sel, khususnya pada laki-laki.
Menurunkan berat badan bisa dilakukan dengan mengurangi asupan karbohidrat dan lemak dan meningkatkan jumlah sayur dan buah.
Kebiasaan jalan kaki setelah makan sering diremehkan, padahal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan mental.
Temukan 10 manfaat telur rebus untuk kesehatan tubuh, mulai dari menurunkan berat badan hingga menjaga kesehatan otak, mata, dan kulit.
Panduan menurunkan berat badan secara sehat dan alami: atur kalori defisit, susun diet sehat, olahraga rutin, tidur cukup, dan kelola stres tanpa obat.
Pelajari perbedaan fat loss dan weight loss saat menopause serta strategi gaya hidup sehat yang tepat untuk menjaga tubuh tetap bugar dan kuat.
Tingginya angka obesitas menjadi salah satu alasan utama masyarakat menjadikan diet sebagai resolusi tahunan.
Carnivore diet diklaim mampu menurunkan berat badan dengan cepat karena tinggi protein dan lemak. Namun, diet ini minim serat dan berisiko bagi kesehatan jantung jika dilakukan jangka panjang.
Kesalahan dalam menerapkan pola diet untuk menurunkan berat badan bisa menyebabkan tubuh terasa lemas karena kekurangan asupan gizi dan cairan.
Tim peneliti dari Cornell Food and Brand Lab menemukan berat badan sebagian besar orang relatif stabil selama musim panas. Tetapi mulai meningkat ketika liburan akhir tahun.
Karbohidrat tetap dibutuhkan tubuh terutama dalam memasok energi ke otak.
Banyak orang yang tengah berdiet memilih menghindari karbohidrat demi menurunkan berat badan lebih cepat. Padahal, langkah ekstrem ini justru bisa berdampak buruk bagi tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved