Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ilmuwan di Tiongkok berhasil mengembangkan turbin angin portable yang dapat menghasilkan energi listrik saat perangkat tersebut mendapatkan aliran angin sepoi-sepoi.
Konsep turbin ini sebenarnya merupakan pemanfaatan dari listrik statis yang dapat membuat rambut Anda berdiri. Listrik statis yang berasal dari aliran angin akan ditangkap oleh turbin tersebut untuk selanjutnya disimpan ke dalam baterai agar bisa digunakan di kemudian hari.
Para ilmuwan di Tiongkok berharap perangkat tersebut dapat menghasilkan daya listrik berkelanjutan dengan biaya rendah dan cara yang efisien.
"Tujuan kami mengembangkan perangkat tersebut adalah untuk memecahkan masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh turbin angin tradisional," kata Dr Ya Yang, dari Institut Energi dan Nanosistem Beijing, seperti dilansir oleh theguardian.com, Jumat (25/9).
"Tidak seperti turbin angin yang menggunakan kumparan dan magnet, kami memilih menggunakan bahan berbiaya rendah untuk perangkat kami," terang Dr Yang.
Perangkat ini terdiri dari dua strip plastik dalam tabung yang mengepak saat dilalui oleh aliran udara di dalamnya. Angin dengan kecepatan 3 knot (1,6 meter per detik) sudah cukup untuk memberi daya pada perangkat tersebut. Tapi para peneliti menyatakan kinerja alat tersebut paling baik ketika mendapatkan hembusan angin pada kecepatan antara 7 hingga 15.5 knot (4 hingga 8 meter per detik).
Sejauh ini, perangkat tersebut telah mampu menyalakan 100 lampu LED dan sensor suhu. Turbin angin kecil ini juga berhasil menekan efisiensi energi hingga mencapai 3,23 % yang diklaim efektif untuk menyediakan tenaga listrik yang berkelanjutan di masa depan.(M-4)
Fokus utamanya adalah penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, di mana 75% di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Kondisi lingkungan yang lembap dan air yang menggenang dapat menjadi media penghantar arus listrik dari instalasi yang tidak terlindungi.
Peristiwa tragis ini terjadi saat keduanya berada di dalam rumah ketika air sungai tiba-tiba meluap dan masuk ke pemukiman dengan cepat.
Dua dari tiga korban merupakan pasangan suami istri berinisial HW, 54, dan NJ, 49.
Selain keberadaan bengkel, ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi krusial.
ANGIN kencang melanda wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (12/2) sekitar pukul 15.30 WIB.
Proses penanganan bencana banjir bandang di Babakan Madang belum tuntas, angin kencang melanda stadion Pakansari dan bagian tengah Kabupaten Bogor, Cibinong.
BMKG memprakirakan hujan masih akan mendominasi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–12 Februari 2026, masyarakat diminta waspada hujan lebat
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved