Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
INGAT ungkapan 'Kamu adalah apa yang kamu makan'. Ungkapan ini ada benarnya. Makanan dapat menentukan bagaimana tubuh berfungsi. Seperti saat tidur nyenyak di malam hari, bagaimana otak beroperasi, apakah anda akan kurus atau gemuk.
Penelitian Profesor Valter Longo di University of Southern California di Amerika Serikat menunjukkan selain diet makanan, berpuasa bisa menjadi kunci mengubah kesehatan anda.
Dilansir Dailymail, ia yakin menghilangkan atau meminimalisir konsumsi makanan bisa membuat hidup anda lebih panjang. Pasalnya puasa bisa meningkatkan konsumsi nutrisi dalam tubuh.
Dia yakin puasa singkat dua atau tiga kali setahun dapat meremajakan tubuh. Hasil pengujian yang dibukukan dalam The Longevity Diet ini Profesor Longo meneliti diet meniru puasa pada dirinya. Ia pun menguji pada pasien dengan kanker, diabets, multiple sclerosis, dan penyakit lain untuk memahami hubungan antara konsumsi makanan dan penyakit tertentu.
Menurut penelitian ini, kata Profesor Longo, Diet Panjang Umur yang tepat disertai dengan puasa berkala. Puasa berkala bisa membuat diet optimal untuk menjaga berat badan dan ukuran pinggang yang sehat.
Pasalnya banyak lemak perut yang dikaitkan dengan peningkatan diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung. Ia bahkan telah mengukur bagaimana diet meniru puasa ini dapat secara efektif 'mengobati' proses penuaan dan membantu memperpanjang umur melalui sejumlah proses penting seperti mengubah sel-sel di seluruh tubuh ke 'mode anti-penuaan', mereset alami sel dan komponen sel yang rusak sehingga dibersihkan dan diganti dengan yang baru, juga menggeser tubuh ke mode pembakaran lemak perut, yang berlanjut setelah kembali ke diet normal.
Studi yang diterapkan ke 100 orang ini mengadopsi pola puasa selama lima hari dalam sebulan, selama periode tiga bulan. Hasilnya berat badan turun 8 kg, tekanan darah, kolesterol, risiko kanker, dan lemak darah turun. Di samping itu, mereka yang meniri diet ini memiliki kulit yang lebih buda, mental yang kuat dan mampu menolak makanan.
Diet ini membuat anda mengonsumsi 800 hingga 1.100 kalori, sebagian besar dari kacang-kacangan dan sayuran, selama lima hari. Metode ini membuat tubuh berpikir itu dalam keadaan benar-benar puasa ketika tidak memberikan manfaat kesehatan dari puasa tanpa kekurangan dan kelaparan (M-3)
Baca juga : Minuman Labu Musim Gugur Tiba
TANTANGAN dalam upaya menurunkan berat badan menjadi ideal saat ini disebut semakin kompleks karena dipengaruhi oleh berbagai faktor di lingkungan.
Berat badan tak kunjung turun meski rutin olahraga? Terlalu banyak kardio, kurang istirahat, hingga pola makan bisa jadi penyebabnya. Simak penjelasannya.
Orang yang berolahraga lebih banyak membakar kalori ekstra, tetapi mereka tidak kehilangan berat badan sebanyak yang diharapkan berdasarkan jumlah kalori yang terbakar.
Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang dan tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum.
MENINGKATNYA prevalensi obesitas di Indonesia mendorong perlunya pendekatan pengendalian yang semakin adaptif terhadap perilaku dan preferensi masyarakat.
Setiap orang memiliki respons metabolisme yang berbeda yang dapat dipengaruhi oleh hormon, kebiasaan makan, hingga kondisi kesehatan.
Selama berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama. Hal ini bisa menyebabkan bau mulut.
Keunggulan utama pangan lokal terletak pada kandungan nutrisi alaminya yang mampu menjaga kebugaran selama menjalankan ibadah puasa.
Pemilihan asupan yang tepat, terutama buah-buahan, menjadi faktor penentu agar tubuh kembali bugar dan tetap sehat sepanjang bulan Ramadan.
Saat berpuasa ramadan, pelari perlu memperhatikan tiga aspek utama: timing (pengaturan waktu), intensitas, dan kondisi fisik.
SALAH satu ibadah yang dilaksanakan umat Islam di bulan Ramadan ialah iktikaf.
PERUBAHAN rutinitas selama bulan Ramadan tidak hanya memengaruhi pola makan dan jam tidur, tetapi juga kondisi kulit dan rambut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved