Rabu 18 September 2019, 13:05 WIB

Minuman Labu Musim Gugur Tiba

Thalatie K Yani | Weekend
Minuman Labu Musim Gugur Tiba

dok. Strabucks
Pumpin Spice Latte.

Awal musim gugur sepertinya sudah tiba. Gerai kopi asal Amerika Serikat, Starbucks kembali menghadirkan pumkin spice latte (PSL).

Minuman yang hadir tahun 2003 ini telah melalui perjalanan yang cukup panjang. Minuman fenomenal yang ditunggu setiap musim gugur ini berawal dari tim kecil di 'Liquid Lab', tempat penelitian dan pengembangan di kantor pusat Starbucks di Seattle. Laboratorium itu merupakan tempat kepala dapur dan ilmuan bereksperimen. Kala itu eksperimen dipimpin Peter Dukes, direktur Espresso Americas untuk Starbucks.

"Awalnya, tidak ada yang menyangka bahwa minuman ini akan menjadi sangat tenar seperti saat ini. Minuman itu ‘hidup’ dengan sendirinya," ujar Dukes dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia. Ternyata minuman yang hadir jelang liburan natal ini menjadi favorit pengunjung.

Saat itu, kata Dukes, mereka tengah mencari minuman espresso baru untuk lini musim gugur. Tahun sebelumnya, mereka sempat melakukan eksplorasi dengan kue pai labu sebagai makanan pelengkap kopi espresso hangat. Saat dicicipi pai dan espresso hangat, mereka membayangkan rasa yang pas memadukan pai dan kopi. Dukes dan seluruh tim menyadari bahwa penemuan ini dapat dikembangkan.

Setelah mendapatkan persetujuan, mereka melakukan uji coba resep dengan berbagai versi selama tiga bulan. Hingga mereka menetapkan  resep yang menggunakan saus ‘pumpkin spice’ dengan kayu manis, cengkeh, dan buah pala – dipadukan dengan espresso dan susu, lalu ditambahkan whipped cream dan taburan bubuk buah labu (pumpkin pie topping).

Resep itu awalnya iluncurkan di 100 gerai di Vancouver dan Washington, DC. "Di minggu pertama, kami menyadari minuman ini telah berhasil," jelas Dukes. Sehingga diluncurkan di seluruh gerai Amerika dan kini sudah ada di Indonesia.

Media Indonesia pun mencoba mencicipi minuman penanda musim gugur tiba ini. Aroma rempah, khususnya kayu manis sangat tercium. Namun rasa espressonya sedikit lebih pekat, sehingga rasa bubuk labunya agak kurang terasa. (M-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More