Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Penyakit jantung menjadi salah satu penyakit mematikan yang ditakuti banyak orang. Gagal jantung bisa terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara efisien. Penyebabnya bisa dari tekanan darah tinggi hingga virus yang merusak seluruh jaringan otot pada jantung. Gejalanya seperti sesak napas, kelelahan, atau bengkak pada pergelangan kaki.
Ironinya, gangguan tersebut belakangan kerap luput dari diagnosis para dokter, apalagi bila penderitanya perempuan. Sebagaimana dilansir Daily Mail, dari 900ribu orang yang didiagnosis gagal jantung, 40% adalah perempuan. Tak seperti penanganan pada pasien laki-laki, kebanyakan dokter justru baru mengeluarkan vonis gagal jantung ketika kondisinya sudah terlanjur parah.
Para peneliti dari University of Oxford dalam jurnal PLoS Medicine secara tegas mengatakan seorang dokter jauh lebih mungkin melewatkan tanda-tanda gagal jantung pada perempuan. Mereka juga mengatakan ketimbang pasien laki-laki, pasien perempuan 9% lebih kecil kemungkinannya untuk didiagnosis dengan benar oleh dokter.
"Dokter kerap tidak waspada terhadap tanda-tanda dan gejala pada perempuan dari pada yang dialami laki-laki. Jika perempuan merasa lelah, kebanyakan dokter akan menghubungkannya dengan usia atau berat badan, sedangkan pada laki-laki mereka cenderung lebih mempertimbangkan keterkaitannya dengan jantung. Padahal gejala gagal jantung tidak mengenal perbedaan dalam hal jenis kelamin,” kata Ahli Jantung, di Hammersmith Hospital, London, Amanda Varnava.
Akibat fenomena itu, pekan lalu sebuah Kelompok Parlemen tentang Kesehatan Perempuan (Parliamentary Group on Women’s Health) angkat bicara dan memberikan sebuah satir yang mengatakan ‘perempuan tidak perlu menderita menjelang ajal karena serangan jantung dan stroke dianggap sebagai 'penyakit laki-laki’.
“Kecenderungan berpikir (dokter) pada saat pasien perempuan terlihat terengah-engah atau memiliki pergelangan kaki bengkak dan itu diasumsikan dengan usianya yang semakin tua sesungguhnya harus diselidiki lebih lanjut,” imbuh Spesialis Gagal Jantung dari Universitas Glasgow, John Cleland. (M-3)
Baca juga : Implan Mungil Cegah Infeksi HIV
Gapki menggelar pertemuan 140 pemangku kepentingan di Palu untuk mendorong perlindungan pekerja perempuan dan penguatan prinsip kesetaraan gender di sektor sawit.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Anggia Ermarini mengungkapkan IMW 2026 merupakan bentuk nyata keberpihakan Fatayat NU terhadap penguatan peran perempuan di berbagai sektor kehidupan.
Workshop peningkatan kapasitas ini diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM perempuan ibu rumah tangga dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Forum ini menyoroti kontribusi perempuan dalam mendorong resiliensi di komunitasnya, sekaligus memberikan wadah untuk berdiskusi menggaungkan suara perempuan.
Dampak psikologis pascabencana berpengaruh terhadap proses pemulihan sosial dan ekonomi, terutama di wilayah dengan kerentanan ekonomi tinggi seperti di Sumatra.
Saat berat badan berlebih, tubuh tidak hanya menyimpan lemak ekstra. Sistem metabolisme ikut berubah.
Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang dan tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum.
Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur jantung yang didapat sejak lahir dan berpotensi mengganggu aliran darah ke seluruh tubuh.
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Stres akibat tekanan ekonomi dan ketidakamanan pangan berpotensi mempercepat penuaan jantung, bahkan setara atau lebih besar dibandingkan faktor risiko penyakit jantung.
Tidur dalam kondisi terang bukan sekadar masalah gangguan kenyamanan, melainkan ancaman serius bagi jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved