Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebuah Tim Peneliti Kesehatan di Amerika baru-baru ini telah membuat model efek ekonomi dan kesehatan berdasarkan resep makanan sehat di Medicare dan Medicaid. Studi yang diterbitkan di PLOS Medicine kemarin itu, menunjukan perlindungan asuransi kesehatan sama efektifnya dengan makanan sehat yang didapat pelanggan Medicare dan Medicaid.
"Kami menemukan mendorong orang untuk makan makanan sehat di Medicare dan Medicaid, sama efektifnya dengan intervensi umum, seperti obat hipertensi atau kolesterol tinggi," kata Penerima Beasiswa PhD di Friedman School of Nutrition Science and Policy, Yujin Lee, seperti dilansir Scince Daily.
Studi ini juga memperkirakan manfaat ekonomi dan kesehatan akan bertambah, jika 30% biaya pembelian makanan sehat di supermarket, ditanggung melalui kartu debit elektronik Medicare dan Medicaid. Dua skenario yang dimodelkan mencakup 30% anggaran pembelian buah dan sayuran, serta 30% untuk pembelian seafood dan minyak nabati.
Program dalam model tersebut juga menunjukan adanya peningkatan kesehatan dan rendahnya layanan kesehatan yang harus diterima. Penelitian ini menunjukkan mengkonsumsi buah dan sayur secara intens dapat mencegah 1,93 juta kasus penyakit kardiovaskula. Jika mengkonsumsi makanan sehat secara umum akan mencegah 3,28 juta kasus kardiovaskula dan 120.000 kasus diabetes.
Baca juga : Ini Dia 6 Camilan yang Gak Buat Gemuk!
Baik buah dan sayuran maupun makanan sehat secara umum diperkirakan menghemat anggaran layanan kesehatan sebanyak US$39,7 miliar hingga US$100,2 miliar. Dewasa ini, total subsidi dan biaya makanan yang dikeluarkan pemerintah adalah US$122,6 miliar (khusus buah dan sayuran), dan US$210,4 miliar (khusus makanan sehat secara umum). Dengan mempertimbangkan penghematan dan manfaat kesehatan, kedua program itu sangat layak untuk digunakan.
"Temuan kami mendukung implementasi dan evaluasi resep makanan sehat dalam sistem perawatan kesehatan untuk meningkatkan diet dan kesehatan orang Amerika," kata Profesor Asosiasi Penelitian di Friedman School, Renata Micha.
Dekan Friedman School, Dariush Mozaffarian menambahkan, temuan baru itu mendukung konsep "Makanan adalah Obat". Sebuah program inovatif untuk mendorong makan sehat yang harus diintegrasikan ke dalam sistem perawatan kesehatan. Model itu dibuat berdasarkan tiga data Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional (2009-2014) yang meliputi demografi, asupan makanan, efek kebijakan, efek diet-penyakit, biaya kebijakan, dan biaya perawatan kesehatan. (M-3)
Analisis mendalam dampak penaburan Kapur Tohor (CaO) dalam modifikasi cuaca. Pelajari efek eksotermik, risiko alkalinitas, dan manfaat mitigasi bencana.
Cuaca 2026 semakin tak menentu. Simak panduan medis menjaga imunitas tubuh, mencegah penyakit pancaroba, dan tips menghadapi gelombang panas (heatwave).
Cek kesehatan berkala sangat dianjurkan untuk masyarakat dengan tujuan mengetahui status kesehatan, mendeteksi dini gangguan kesehatan, dan meningkatkan pemahaman tentang kesehatan.
MEMASUKI tahun 2026, kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan preventif semakin meningkat, termasuk dengan mengonsumsi suplemen kesehatan.
Sejumlah jenis makanan tidak dianjurkan untuk dipanaskan berulang kali karena dapat merusak zat gizi dan bahkan memicu pembentukan senyawa berbahaya bagi kesehatan.
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Tingginya angka obesitas menjadi salah satu alasan utama masyarakat menjadikan diet sebagai resolusi tahunan.
Carnivore diet diklaim mampu menurunkan berat badan dengan cepat karena tinggi protein dan lemak. Namun, diet ini minim serat dan berisiko bagi kesehatan jantung jika dilakukan jangka panjang.
Kesalahan dalam menerapkan pola diet untuk menurunkan berat badan bisa menyebabkan tubuh terasa lemas karena kekurangan asupan gizi dan cairan.
Tim peneliti dari Cornell Food and Brand Lab menemukan berat badan sebagian besar orang relatif stabil selama musim panas. Tetapi mulai meningkat ketika liburan akhir tahun.
Karbohidrat tetap dibutuhkan tubuh terutama dalam memasok energi ke otak.
Banyak orang yang tengah berdiet memilih menghindari karbohidrat demi menurunkan berat badan lebih cepat. Padahal, langkah ekstrem ini justru bisa berdampak buruk bagi tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved