Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KAWASAN Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Morotai di Maluku Utara punya keunggulan pada keindahan pantai dan bawah laut. Keindahannya tidak kalah dengan Bali, Labuan Bajo, Raja Ampat, dan Lombok. Bahkan saking indahnya, Pulau Morotai disebut wisatawan sebagai Maldives-nya Indonesia.
Bagi Anda yang ingin punya pengalaman baru dalam liburan ke pantai, KEK Morotai sangat cocok. Setidaknya ada 6 aktivitas seru yang siap memberikan kamu pengalaman tak terlupakan. Berikut ini daftarnya.
Jelajah pulau atau island hopping adalah kegiatan wajib saat Anda liburan di KEK Morotai. Selain karena pulau-pulaunya cantik, setiap pulau punya keunikan sendiri, yaitu Pulau Kokoya, Pulau Kolorai, Pasir Putih, Pulau Zum-zum dan Pulau Dodola. Dua pulau yang disebut terakhir ialah pulau yang menjadi daya tarik utama wisatawan hingga sekarang.
Baca juga : Melihat dari Dekat Burung-Burung Langka di Pulau Morotai
Pulau Dodola terbagi menjadi dua, yaitu Dodola Besar dan Dodola Kecil. Jarak antara kedua pulau itu ialah 500 meter dan dipisahkan oleh air laut saat surut. Nah menariknya, jika kamu berjalan dari Dodola Besar ke Dodola Kecil saat air laut surut, kamu akan akan merasakan sensasi "berjalan menyeberangi lautan".
Sedangkan pesona Pulau Zum-zum, terletak kekayaan sejarahnya. Kamu bisa melihat patung Jenderal Mc Arthur asal Amerika Serikat (AS) setinggi 20 meter di sana.
Patung tersebut dibangun sebagai pengingat Jenderal Mc Arthur karena pernah menetap dan mengatur strategi saat bertempur dengan Jepang pada Perang Dunia II.
Baca juga : Tingkat Okupansi Hotel di Maluku Utara Capai 30,02 persen
Kegiatan ini juga tidak boleh Anda lewatkan. Pasalnya, Morotai terkenal sebagai pulau dengan wisata lautnya. jadi, sayang sekali jika Anda sudah datang jauh-jauh tapi tidak melihat keindahannya.
Adapun tempat yang direkomendasikan untuk snorkeling ialah Pulau Dodola, Pasir Timbul dan Pulau Kokoya.
Di Morotai, Anda bisa menyelam di situs pesawat tempur berjenis Bristol Beuford, tank, kapal, maupun jeep berjenis Jeep Willys. Semua itu merupakan bekas penginggalan pertempuran pasukan AS dengan Jepang.
Baca juga : Festival Marabose Ingin Angkat Halmahera Selatan Jadi Tujuan Wisata Nasional
Untuk melihat bangkai pesawat tempur, tank, kapal maupun jeep, Anda bisa ke di Wawama Wreck Dive Point yang berada di Desa Wawama di Morotai Selatan yang memakan waktu sekitar 3 jam dari Kota Daruba.
Jika Anda ingin menyelam dengan hiu sirip hitam, Anda bisa mengunjungi spot diving Mitita Shark Point di Pulau Mitita. Jangan bayangkan saat menyelam Anda akan menyelam berjarak jauh dengan hiunya. Tidak. Hiu-hiu sirip hitam di Pulau Mitita sudah biasa didatangi penyelam dan dikenal jinak.
Anda bisa berfoto ria dari dekat sejarak satu hingga dua meter. Yang kamu butuhkan hanya sikap tenang saat berada di dekat mereka.
Baca juga : Upaya Tingkatkan Kesadaran Warga Morotai tentang Penyakit Kardiovaskular
Kegiatan ini juga tidak kalah seru untuk kamu kunjungi.Apa saja isi museum tersebut? Isinya, banyak foto dan narasi, replika alat perang dan peninggalan sejarah Perang Dunia II yang terjadi pada 1939 – 1945.
Kurang puas menjelajahi sejarahnya? Tenang, wisatawan juga dapat mengunjungi museum mini di Desa Daruba milik Mukhlis Eso yang punya banyak peninggalan Perang Dunia II.
Anda juga bisa datang ke Museum Trikora yang berada di samping Museum Perang Dunia II. Trikora atau Tri Komando Rakyat adalah operasi tempur yang dirancang oleh Presiden Soekarno pada 1961 untuk membebaskan Irian Jaya (Papua) dari cengkeraman kolonialisme Belanda.
Baca juga : Satu Rumah di Maluku Utara Ambruk akibat Gempa
Isi Museum ini sendiri ialah foto dan narasi, diorama, hingga replika peralatan alutsista yang dimiliki tentara Indonesia pada saat itu.
Kegiatan bird watching juga seru loh. Anda bisa melihat burung endemik yang langka sekaligus indah di Indonesia Timur, terutama Pulau Morotai.
Burung Pitta Paok Morotai (Pitta Morotaiensis) adalah salah satu burung yang banyak ingin dilihat wisatawan. Keunikan burung ini terletak pada penutup sayap berwarna biru (biru ultramarine). Bagian pinggang berwarna putih dan tepi bulu bagian dalam berwarna biru hijau.
Baca juga : Anggota DPR Dorong Peningkatan Layanan Transportasi di Maluku Utara
Selain itu, ada burung lain yang tak kalah indah, yaitu Burung Cikukua Halmahera, Burung Walik kepala kelabu, Burung Perling Mata Merah, Burung Betet Elok, Kakatua Hijau, Burung Nuri Kalung Ungu, Gagak Halmahera, Kapasan Halmahera, Burung Julang Papua dan Burung Elang Alap-Alap Morotai. Adapun lokasinya terletak di Hutan Desa Wewemo sekitar 50 km atau 1 jam dari pusat kota Morotai.
Beberapa kuliner khas Morotai yang layak kamu coba, antara lain gohu ikan, sebuah hidangan pedas hasil olahan ikan cakalang yang dipotong seukuran dadu dibumbui tumisan bawang dan cabai.
Selain itu ada nasi jaha yang terbuat dari beras dicampur santan kelapa, lalu dibalut daun dan dibakar dalam bumbu.
Baca juga : Sandiaga Uno Sebut Desa Wisata Dorong Kesejahteraan Masyarakat
Kemudian ada papeda yang merupakan hasil olahan sagu. Namun, papeda harus disantap dengan kuah ikan agar tidak lengket atau juga bisa disantap dengan pisang dan sambal kacang.
Sementara minuman khas yang perlu kamu cicipi adalah air guraka. Ini adalah minuman tradisional masyarakat Morotai. Terbuat dari bahan dasar jahe yang direbus bersama gula merah, telah dikenal punya khasiat bagi kesehatan.
Untuk mencoba gohu ikan dan nasi jaha, kamu bisa mendapatkannya di berbagai tempat makan di Kota Daruba, atau juga bisa ditemui di restoran tempat kamu menginap.
Baca juga : Pemuda Maluku Utara Demo Mendagri Soal Pj Bupati Morotai
Salah satu penginapan yang menyediakan makanan khas kuliner ialah Daloha Beach and Dive Resort. Penginapan yang dikembangkan oleh Jababeka Morotai ini menyediakan berbagai menu makanan mulai dari menu tradisional, internasional hingga kuliner khas Morotai.
“Kelebihan lain dari resort yang berlokasi di Tanjung Dedegila ini ialah fasilitasnya lengkap. Resort ini memiliki berbagai jenis akomodasi dengan fasilitas AC, TV, dan shower air panas,” kata General Manager Jababeka Morotai, selaku pengembang Kawasan Ekonomi Khusus Morotai Susan Wijaya, baru-baru ini.
Tidak sebatas itu, Daloha Beach and Dive Center juga menyediakan paket wisata jelajah pulau dengan peralatan snorkeling dan diving dan kegiatan seru lainnya.
Paket tur tersebut juga mencakup menjemput-antar pulang wisatawan di Bandara, snack, lunch sampai pemandu profesional. Hal itu membuat wisatawan tidak perlu repot menyiapkan itinerary maupun perlengkapan menyelam atau snorkeling. (RO/Z-1)
Bantuan berupa 2.000 tas sekolah dan 500 topi bagi anak-anak di Maluku Utara.
Kesuksesan Maluku Utara dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang luar biasa menjadi contoh penting bagi Indonesia dalam mempercepat hilirisasi.
Pemerintah pastikan daerah dan UMKM mendapat porsi terbesar dari nilai tambah investasi, menjadikan daerah 'tuan di negeri sendiri'.
Di Ambon, Dubes Brazier mengunjungi Pemakaman Commonwealth di Ambon, untuk meletakkan karangan bunga di tugu peringatan bagi warga Australia yang gugur dalam peperangan di Indonesia.
Haji Robert dan NHM Peduli memberikan dukungan nyata bagi pasien jantung di Maluku Utara, termasuk pengobatan intensif di Jakarta, membawa harapan dan kesehatan bagi masyarakat
BADAN Gizi Nasional (BGN) melaksanakan Pelatihan Petugas Penjamah Pangan pada Dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) untuk mitigasi mencegah keracunan makanan MBG
Capaian ini sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir dari tahun ke tahun.
Berbagai proyek pariwisata dinilai merusak Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu, bertentangan dengan prinsip perlindungan kawasan karst.
Tokyo, Osaka, dan Sapporo masih menjadi primadona bagi wisatawan asal Indonesia saat berkunjung ke Jepang.
Dubai mencatat 17,55 juta wisatawan internasional sepanjang Januari-November 2025. Kota ini kian diminati berkat akses penerbangan, hotel beragam, dan wisata inklusif.
Data BPS mencatat lebih dari 300.000 wisatawan asal Indonesia berkunjung ke Tiongkok pada Semester I-2025, menyumbang sekitar 5,6% dari total perjalanan luar negeri WNI.
tenggelamnya kapal Putri Sakinah di Labuan Bajo, dinilai cerminan lemahnya tata kelola pelayanan publik di sektor keselamatan transportasi laut khususnya pariwisata
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved