Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Gohu Ikan: Primadona Menu Berbuka Puasa di Maluku Utara

Basuki Eka Purnama
24/2/2026 04:31
Gohu Ikan: Primadona Menu Berbuka Puasa di Maluku Utara
Kuliner gohu ikan(Antara/Abdul Fatah)

SAAT bulan Ramadan tiba, geliat kuliner di Maluku Utara selalu diramaikan oleh satu hidangan khas yang tidak pernah absen dari meja makan: gohu ikan

Makanan tradisional yang memadukan kesegaran ikan tuna atau cakalang ini menjadi pilihan utama masyarakat untuk melepas dahaga dan lapar setelah seharian berpuasa.

Di Pasar Gamalama, Ternate, gohu ikan menjadi primadona yang sangat diburu. 

Mahla Muhammad, seorang pelaku usaha mikro kecil (UMK), mengungkapkan bahwa pesona gohu ikan saat Ramadan sangat luar biasa. Meski dijual dengan harga Rp25 ribu per mangkuk, permintaannya selalu tinggi hingga stok yang tersedia habis terjual.

"Masyarakat paling suka sama gohu ikan apalagi di bulan puasa Ramadan, walau harganya semangkuk Rp25 ribu, tapi selalu habis terjual," ujar Mahla saat ditemui, Minggu (22/2).

Keistimewaan gohu ikan terletak pada kesegaran bahan bakunya. 

Syarif Hi. Sabatan dari Lembaga Seni Budaya Molokiyah menjelaskan bahwa masyarakat Ternate sangat mengandalkan ikan tuna dan cakalang yang baru saja ditangkap oleh nelayan. 

Kualitas kesegaran ikan inilah yang menjadi kunci utama cita rasa gohu ikan yang sudah bertahan selama ratusan tahun. 

Saat disantap dengan sagu atau ubi rebus, hidangan ini memberikan sensasi rasa yang segar dan mengenyangkan, menjadikannya menu yang sangat pas untuk mengembalikan energi setelah berbuka.

Kepopuleran dan keunikan resep gohu ikan kini telah mendapatkan pengakuan negara. 

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum, gohu ikan resmi tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) kategori pengetahuan tradisional.

Langkah ini diapresiasi Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Malut, Budi Argap Situngkir (BAS). Ia menekankan bahwa pelindungan ini sangat krusial agar cara pembuatan dan resep gohu ikan tidak hilang atau diklaim oleh pihak lain.

"Pengetahuan tradisional seperti cara pembuatan dan menu gohu ikan ini, jangan sampai dia hilang atau diklaim pihak lain. Untuk itu, pentingnya kepedulian seluruh pihak baik pemerintah, kampus, masyarakat untuk bersama-sama bersinergi melindungi pengetahuan tradisional yang telah hidup lama di komunitas masyarakat," tutur Argap.

Dengan status hukum yang kuat, gohu ikan tidak hanya menjadi sekadar menu berbuka puasa, melainkan telah menjadi simbol kebanggaan identitas budaya yang terlindungi, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Maluku Utara. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya