Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Tips Olahraga Setelah Lebaran: Cara Aman Kembali Rutin Tanpa Cedera

Basuki Eka Purnama
05/4/2026 15:07
Tips Olahraga Setelah Lebaran: Cara Aman Kembali Rutin Tanpa Cedera
Ilustrasi(Freepik)

SETELAH satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa, tubuh memerlukan penyesuaian kembali untuk memulai rutinitas aktivitas fisik yang intens. Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga lulusan Universitas Indonesia, dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO, menekankan pentingnya transisi bertahap guna menghindari risiko cedera dan kelelahan berlebih.

"Untuk menghindari cedera dan kelelahan berlebih, individu perlu melakukan transisi bertahap," ujar Andi di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa evaluasi kondisi fisik adalah langkah pertama yang krusial. Masyarakat diimbau untuk tidak langsung memaksakan beban atau durasi latihan yang sama seperti sebelum bulan Ramadhan.

Strategi Transisi dan Progressive Overload

Andi menyarankan agar pada minggu pertama, intensitas beban dan waktu latihan dimulai dari kisaran 50 hingga 70 persen dari kapasitas maksimal sebelumnya. Setelah itu, individu dapat menerapkan prinsip progressive overload, yaitu meningkatkan beban latihan secara perlahan sekitar 10 persen setiap minggunya.

Selain pengaturan beban, pemanasan yang adekuat menjadi kunci. Fokus pada mobilitas sendi dan aktivasi otot sangat diperlukan untuk mempersiapkan sistem saraf pusat sebelum memulai latihan inti.

Panduan Pemulihan Tubuh:
  • Hidrasi: Konsumsi 2 hingga 3 liter air per hari.
  • Istirahat: Pola tidur teratur selama 7 hingga 9 jam untuk pemulihan otot maksimal.
  • Nutrisi: Asupan kalori harus seimbang dengan beratnya aktivitas fisik yang dilakukan.

Memahami Detraining Effect dan Muscle Memory

Secara medis, penurunan aktivitas fisik yang signifikan selama 2 hingga 4 minggu dapat memicu detraining effect. Berdasarkan studi dalam Journal of Sports Sciences, kondisi ini menyebabkan penurunan ringan pada kapasitas aerobik (VO2 max) dan kekuatan otot.

Namun, Andi menenangkan bahwa penurunan ini biasanya tidak permanen. Berkat mekanisme muscle memory, kebugaran tubuh dapat dipulihkan dengan cepat karena durasi puasa yang hanya berlangsung satu bulan.

Hindari Target yang Terlalu Ambisius

Senada dengan Andi, Dokter Spesialis Kesehatan Olahraga dr. Andhika Raspati, Sp.KO, mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru mengejar target lama. Memaksakan latihan di atas kemampuan saat tubuh belum beradaptasi kembali dapat berisiko fatal pada otot dan sendi.

"Yang perlu disiapkan adalah mengurangi dulu dari level yang biasanya. Jika memaksakan terlalu jauh di atas kemampuan, cedera sudah pasti terjadi," tegas Andhika.

Berikut adalah simulasi penyesuaian porsi olahraga yang disarankan oleh para ahli:

Jenis Aktivitas Porsi Normal (Pre-Ramadhan) Porsi Transisi (Minggu Pertama)
Lari Jarak Jauh 5 Kilometer 3 Kilometer
Angkat Beban 10 Kilogram 7,5 Kilogram
Intensitas Umum 100% Kapasitas 50% - 70% Kapasitas

Dengan mengikuti tahapan transisi yang tepat, tubuh akan kembali bugar tanpa harus melewati fase cedera yang merugikan produktivitas jangka panjang. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik