Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa, tubuh memerlukan penyesuaian kembali untuk memulai rutinitas aktivitas fisik yang intens. Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga lulusan Universitas Indonesia, dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO, menekankan pentingnya transisi bertahap guna menghindari risiko cedera dan kelelahan berlebih.
"Untuk menghindari cedera dan kelelahan berlebih, individu perlu melakukan transisi bertahap," ujar Andi di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa evaluasi kondisi fisik adalah langkah pertama yang krusial. Masyarakat diimbau untuk tidak langsung memaksakan beban atau durasi latihan yang sama seperti sebelum bulan Ramadhan.
Andi menyarankan agar pada minggu pertama, intensitas beban dan waktu latihan dimulai dari kisaran 50 hingga 70 persen dari kapasitas maksimal sebelumnya. Setelah itu, individu dapat menerapkan prinsip progressive overload, yaitu meningkatkan beban latihan secara perlahan sekitar 10 persen setiap minggunya.
Selain pengaturan beban, pemanasan yang adekuat menjadi kunci. Fokus pada mobilitas sendi dan aktivasi otot sangat diperlukan untuk mempersiapkan sistem saraf pusat sebelum memulai latihan inti.
Secara medis, penurunan aktivitas fisik yang signifikan selama 2 hingga 4 minggu dapat memicu detraining effect. Berdasarkan studi dalam Journal of Sports Sciences, kondisi ini menyebabkan penurunan ringan pada kapasitas aerobik (VO2 max) dan kekuatan otot.
Namun, Andi menenangkan bahwa penurunan ini biasanya tidak permanen. Berkat mekanisme muscle memory, kebugaran tubuh dapat dipulihkan dengan cepat karena durasi puasa yang hanya berlangsung satu bulan.
Senada dengan Andi, Dokter Spesialis Kesehatan Olahraga dr. Andhika Raspati, Sp.KO, mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru mengejar target lama. Memaksakan latihan di atas kemampuan saat tubuh belum beradaptasi kembali dapat berisiko fatal pada otot dan sendi.
"Yang perlu disiapkan adalah mengurangi dulu dari level yang biasanya. Jika memaksakan terlalu jauh di atas kemampuan, cedera sudah pasti terjadi," tegas Andhika.
Berikut adalah simulasi penyesuaian porsi olahraga yang disarankan oleh para ahli:
| Jenis Aktivitas | Porsi Normal (Pre-Ramadhan) | Porsi Transisi (Minggu Pertama) |
|---|---|---|
| Lari Jarak Jauh | 5 Kilometer | 3 Kilometer |
| Angkat Beban | 10 Kilogram | 7,5 Kilogram |
| Intensitas Umum | 100% Kapasitas | 50% - 70% Kapasitas |
Dengan mengikuti tahapan transisi yang tepat, tubuh akan kembali bugar tanpa harus melewati fase cedera yang merugikan produktivitas jangka panjang. (Ant/Z-1)
Memaksakan diri kembali ke porsi normal atau lebih tinggi secara mendadak meningkatkan risiko mulai dari cedera sampai terkena sindrom overtraining
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Suasana lingkungan yang kondusif hanya bisa tercipta jika terdapat hubungan harmonis antar pemeluk agama.
Jika kondisi tidak mereda dan terjadi gejala berat yang ditandai dengan nyeri ulu hati sangat hebat disertai muntah atau sesak napas, maka sebaiknya jangan memaksakan diri berpuasa.
puasa tidak hanya membawa spirit ilahiah, melainkan juga memiliki konstruksi nilai dan orientasi insaniyah.
Memaksakan diri kembali ke porsi normal atau lebih tinggi secara mendadak meningkatkan risiko mulai dari cedera sampai terkena sindrom overtraining
Asupan gizi yang tidak seimbang atau penggunaan suplemen yang sembarangan justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Sebanyak delapan penggawa timnas Inggris dipastikan meninggalkan pemusatan latihan lebih awal akibat masalah kebugaran dan cedera.
Dua pilar lini depan Manchester United, Bryan Mbeumo dan Benjamin Sesko, terpaksa mengundurkan diri dari skuad timnas masing-masing pada jeda internasional Maret ini.
Seorang atlet profesional tidak boleh lalai menaati protokol pemulihan demi menjaga ketahanan tubuh dan meminimalkan risiko cedera serius.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved