Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Silaturahmi Kebangsaan Tegaskan Toleransi dan Persatuan Nasional

Media Indonesia
14/3/2026 07:54
Silaturahmi Kebangsaan Tegaskan Toleransi dan Persatuan Nasional
Ilustrasi(Dok Istimewa)

BADAN dan organisasi sayap Partai Gerindra menggelar Silaturahmi Kebangsaan dan Buka Puasa Bersama dengan tema “Persatuan Nasional Fondasi Keutuhan Bangsa” di Sekretariat PP GEKIRA, Jakarta Pusat, Jumat (13/3). Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan untuk memperkuat toleransi, kerukunan, dan komitmen menjaga persatuan nasional.

Acara dihadiri oleh perwakilan badan dan organisasi sayap Partai Gerindra, antara lain TIDAR, PIRA, Lembaga Advokasi Gerindra, Gemashadana, Pepera, Satria, Kesira, PPIR, dan Gemira. Kehadiran berbagai unsur organisasi tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Ketua Umum PP GEKIRA, Nikson Silalahi, menegaskan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak hanya datang dari persoalan ekonomi dan geopolitik, tetapi juga dari maraknya disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian di ruang publik.

“Disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian masih marak di masyarakat. Maka tugas kita adalah menangkal semua itu dengan cara-cara yang beradab dan demokratis,” ujar Nikson.

Ia juga menekankan bahwa berbagai program yang dijalankan pemerintahan Prabowo Subianto, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes), Sekolah Rakyat, hingga keterlibatan Indonesia dalam berbagai inisiatif perdamaian dunia merupakan langkah strategis untuk menjaga kepentingan nasional di tengah situasi global yang tidak menentu.

Menurut Nikson, kepemimpinan Presiden Prabowo selalu menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, partai, maupun golongan.

“Pak Prabowo selalu mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi, partai, dan golongan. Karena itu kebersamaan kita hari ini bersama badan dan organisasi sayap Gerindra merupakan wujud nyata toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.

Senada dengan Nikson, Sekretaris Jenderal PP GEKIRA Yeremias Ndoen menegaskan bahwa Partai Gerindra dan Pemerintah  tidak antikritik, tetapi disinformasi dan ujaran kebencian yang berkembang justru berpotensi mencederai kehidupan berbangsa dan bernegara. 

"Karena itu, kami hadir untuk meluruskan informasi-informasi yang keliru dan mengajak bangsa Indonesia untuk bersatu dan percaya kepada usaha-usaha yang sedang dilakukan oleh pemerintahan Prabowo," ujar Yeremias.

Tausiyah kebangsaan dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh KH Misbahul Munir Cholil. Ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia membutuhkan kesejahteraan sekaligus rasa aman yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.

“Bangsa ini butuh makan dan butuh aman, dan inilah yang sedang dilakukan oleh Presiden Prabowo. Karena itu kita harus mendukung dan menyosialisasikan program-program tersebut kepada masyarakat agar sungguh-sungguh dipahami oleh rakyat kita,” ujarnya.

Ia juga menilai kebersamaan berbagai organisasi dalam acara tersebut merupakan simbol kerukunan yang mencerminkan semangat kebhinekaan Indonesia.

“Kebersamaan kita hari ini adalah simbol dari kerukunan dan toleransi yang mencerminkan kebhinekaan Indonesia,” tutupnya.

Melalui kegiatan silaturahmi kebangsaan ini, badan dan organisasi sayap Partai Gerindra berharap semangat persatuan nasional terus diperkuat sebagai fondasi menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika global. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya