Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, memberikan catatan mengenai rekam jejak dan karakter kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Azis mengatakan Prabowo merupakan produk dari proses panjang yang penuh tekanan dan perubahan, jauh sebelum dirinya memegang mandat kekuasaan tertinggi di Indonesia.
Menurut Azis, watak kepemimpinan Prabowo tidak dibentuk oleh kemapanan, melainkan oleh perjalanan hidup yang menuntut adaptasi cepat sejak usia dini.
"Prabowo dibentuk oleh proses, bukan kekuasaan. Kekuasaan itu tidak mengubah manusia, ia hanya memperjelas watak yang sudah ada. Kekuasaan adalah cermin pembesar," ujar Azis dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).
Azis menyoroti bagaimana latar belakang keluarga Djojohadikusumo meletakkan fondasi prinsip yang kuat pada diri Prabowo. Dari sang ayah, Soemitro Djojohadikusumo, Prabowo belajar bahwa gagasan sering kali memiliki harga yang mahal dan tidak selalu disambut ramah oleh kekuasaan.
Sementara dari sang ibu, Dora Marie Sigar, Azis menilai Prabowo menyerap nilai-nilai kejujuran dan keterbukaan. "Sikap lugas yang sering terlihat pada Prabowo bukanlah hasil perhitungan politik, melainkan watak yang tumbuh dari rumah; berbicara apa adanya dan siap menerima konsekuensi," tambahnya.
Ia mengatakan transisi Prabowo dari dunia militer ke ruang sipil juga menjadi poin krusial. Ia mengatakan jika di militer kepemimpinan dibentuk oleh disiplin tegas dan perintah, maka di ruang sipil Prabowo belajar bahwa kepemimpinan harus dibangun lewat kepercayaan, dialog, dan kesediaan mendengar.
Azis menilai, tantangan memimpin negara saat ini adalah menjaga keseimbangan antara ketertiban dan kebebasan. "Tanpa ketertiban, negara rapuh. Tanpa kebebasan, ia kehilangan jiwa. Keseimbangan ini tidak lahir tiba-tiba, melainkan tumbuh dari perjalanan panjang menghadapi tekanan," jelasnya.
Lebih lanjut, Azis menekankan bahwa ujian sesungguhnya dari seorang pemimpin adalah saat tekanan datang. Ia meyakini bahwa mereka yang sejak awal ditempa oleh risiko dan keputusan-keputusan sulit seperti yang dialami Prabowo akan lebih siap memikul beban tanggung jawab negara.
"Kepemimpinan tidak lahir dari jabatan, melainkan dari proses panjang menghadapi perubahan dan risiko. Watak beliau sebagai pemimpin sesungguhnya telah dibentuk perlahan lewat perjalanan hidupnya sendiri," pungkas Azis. (H-3)
Wamenkeu sekaligus calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono menegaskan dirinya telah mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Gerindra.
KETUA Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad merespons kasus Bupati Pati Sudewo yang menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
KETUA Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengonfirmasi bahwa Thomas Djiwandono kini sudah tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan partai.
WAKIL Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono disebut telah mengundurkan diri dari Partai Gerindra terkait pencalonan dirinya menduduki jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI)
Langkah tersebut dinilai sebagai pilihan politik sadar untuk memperkuat kapasitas mesin negara dalam mengejar target Indonesia menjadi negara maju.
Mu’ti menuturkan, pertemuan berlangsung kondusif dan terbuka, tanpa perdebatan tajam antarormas.
Mantan Menteri Luar Negeri RI periode 2009–2014, Marty Natalegawa, hadir memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto dengan menggunakan Mercedes-Benz Tiger tahun 1980.
PRESIDEN Prabowo Subianto mengundang para menteri dan wakil menteri luar negeri pemerintahan terdahulu ke Istana Negara, diduga perihal Dewan Perdamaian atau Board of Peace.
Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, membeberkan alasan fundamental di balik keputusan Presiden Prabowo Subianto melibatkan Indonesia dalam Board of Peace.
PRESIDEN Prabowo Subianto disebut mengambil sikap tegas terkait posisi Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved