Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet melihat langkah Presiden Prabowo Subianto yang membuka opsi pemotongan gaji pejabat negara sebagai inisiatif yang patut diapresiasi. Terutama, katanya, dalam konteks membangun semangat berbagi beban di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
"Dari sisi fiskal, penghematan dari kebijakan ini tentu tetap akan memberikan tambahan ruang bagi negara, dan dalam nominal tertentu bisa dikatakan cukup membantu," kata Yusuf kepada Media Indonesia, Senin (16/3).
Namun, lanjutnya, jika dilihat dalam konteks keseluruhan belanja negara yang mencapai ribuan triliun rupiah, pemotongan gaji pejabat kontribusinya relatif kecil terhadap total belanja APBN. Karena itu, kata Yusuf, nilai utama dari kebijakan ini tidak semata-mata terletak pada besaran penghematannya. Namun juga pada pesan kepemimpinan yang ingin disampaikan bahwa upaya efisiensi dimulai dari level atas pemerintahan.
"Dalam konteks ekonomi politik, langkah seperti ini juga dapat menjadi sinyal positif mengenai komitmen terhadap disiplin fiskal. Di tengah potensi tekanan eksternal, seperti gejolak harga energi global atau ketidakpastian pasar keuangan internasional, sinyal bahwa pemerintah siap melakukan efisiensi dari level pimpinan dapat membantu menjaga kredibilitas pengelolaan keuangan negara," paparnya.
Meski demikian, kata Yusuf, agar dampaknya terhadap ruang fiskal menjadi lebih terasa, langkah ini sebaiknya juga diikuti dengan refocusing dan realokasi anggaran yang lebih luas. Termasuk melakukan evaluasi terhadap berbagai program prioritas atau flagship programs pemerintah.
"Dalam situasi tekanan ekonomi global, penyesuaian terhadap skala, tahapan implementasi, maupun alokasi anggaran program-program besar menjadi penting agar keseimbangan fiskal tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi secara keseluruhan," jelasnya.
Dengan pendekatan seperti ini, katanya, pengurangan gaji pejabat tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari upaya yang lebih komprehensif untuk meningkatkan efisiensi belanja negara.
"Jika langkah-langkah tersebut dilakukan secara konsisten, kebijakan ini dapat membantu memperkuat disiplin fiskal sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan APBN di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu," pungkasnya.(H-3)
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan lahan milik badan usaha milik negara (BUMN) tidak boleh diperlakukan sebagai komoditas komersial.
KETUA PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, mengomentari rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin melakukan pemotongan gaji pejabat khususnya para menteri dan anggota DPR RI.
Purbaya juga melihat saat ini belum ada urgensi penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk melebarkan defisit APBN.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak akan mengubah batas defisit anggaran 3% dari PDB, kecuali dalam kondisi darurat besar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mencatat capaian bersejarah dalam pelaksanaan Zakat Istana 2026 bertajuk Zakat Menguatkan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved