Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
WACANA pemotongan gaji pejabat yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dinilai logis sebagai langkah penghematan anggaran negara. Namun, kebijakan tersebut dinilai tidak cukup jika tidak dibarengi dengan efisiensi kelembagaan dan penataan ulang belanja negara secara menyeluruh.
Hal tersebut diungkapkan pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah. Ia menilai, selain pemotongan gaji, pemerintah perlu melakukan perampingan kementerian dan lembaga agar struktur birokrasi menjadi lebih efisien.
“Selain pemotongan gaji, pemerintah juga perlu mengefisienkan kementerian dan lembaga. Artinya jumlah pejabat dikurangi, dilakukan perampingan agar lebih efektif,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (17/3).
Ia menilai, pemangkasan juga seharusnya menyasar sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang selama ini dinilai memiliki tingkat gaji dan tunjangan yang tinggi.
“Yang paling besar itu di BUMN. Kalau bisa dipotong sampai 50% bahkan 60%, itu masih besar. Kalau tidak mau, ya silakan mundur dan diganti,” katanya.
Menurutnya, kebijakan pemotongan tidak hanya menyasar gaji pokok, tetapi juga berbagai tunjangan yang selama ini justru menjadi komponen terbesar dalam pendapatan pejabat.
Ia juga menekankan pentingnya keteladanan dari pimpinan tertinggi negara. Presiden, menurutnya, perlu menjadi pihak pertama yang bersedia dipotong penghasilannya.
“Presiden harus memberi contoh. Kalau perlu tidak usah menerima gaji dulu sampai kondisi membaik,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai kebijakan pemotongan gaji hingga 50% dari total pendapatan pejabat, termasuk tunjangan, dapat memberikan dampak signifikan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama jika diterapkan secara menyeluruh hingga tingkat daerah.
“Kalau itu dilakukan dari pusat sampai daerah, termasuk DPRD, itu signifikan. Kita memang harus bertahan untuk menjaga keberlanjutan pembangunan,” katanya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penghematan anggaran tidak bisa hanya bertumpu pada pemotongan gaji. Pemerintah juga perlu mengevaluasi berbagai program dengan anggaran besar agar lebih tepat sasaran.
“Jangan parsial. Kalau hanya sebagian yang dipotong, nanti akan menimbulkan kegaduhan,” pungkasnya. (H-3)
Wacana pemotongan gaji pejabat negara bukan hanya urusan angka atau penghematan, namun pernyataan politik yang benar-benar bisa menjadi politik simbolis atau otoritas moral.
EKONOM CORE Yusuf Rendy Manilet melihat langkah Presiden Prabowo Subianto yang membuka opsi pengurangan gaji pejabat negara sebagai inisiatif yang patut diapresiasi.
KPK menanggapi peluang pengembalian 57 mantan pegawai yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) 2021 setelah Komisi Informasi Pusat memerintahkan BKN membuka hasil tes.
Struktur birokrasi yang ada saat ini terlalu panjang, sehingga menciptakan celah penyimpangan yang kerap berulang.
Fungsi paling mendasar dari ASN Digital adalah sebagai hub atau pusat kendali layanan.
Melakukan reformasi SDM berarti mengubah pemikiran, skill dan sikap perilaku SDM yang merupakan pegawai pemerintah.
Ia menjelaskan bahwa APBN 2025 mencapai sekitar Rp3.600 triliun, sementara APBD sebesar Rp1.350 triliun, dan seluruh eksekusi anggaran tersebut berada di tangan ASN.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved