Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, mengomentari rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin melakukan pemotongan gaji pejabat khususnya para menteri dan anggota DPR RI. Namun, Anwar mengatakan, pemotongan harus dilakukan dengan persetujuan para pejabat.
“Sebab gaji itu merupakan hak dari masing-masing mereka. Bila mereka setuju gajinya dikurangi maka tentu pemerintah bisa memotongnya, tapi bila mereka tidak rela itu jelas bermasalah,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Senin (16/3).
Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut juga menambahkan bahwa alangkah lebih bagus jika ajakan pemerintah tersebut juga diperluas kepada para pejabat di BUMN. Pasalnya menurut Anwar Abbas gaji mereka juga cukup besar.
“Tetapi yang menjadi pertanyaan berapa persen gaji mereka akan diambil oleh pemerintah, berapa lama dan untuk apa ? Saya rasa hal itu harus dijelaskan sehingga pihak yang dipotong gajinya juga bisa membuat perhitungan dan perencanaan sesuai dengan gajinya yang ada,” ujar Anwar Abbas.
Menurutnya jika pemerintah memang membutuhkan uang di kondisi sekarang, langkah yang perlu dilakukan tidak cukup dengan pemotongan gaji saja. Ada beberapa hal juga yang perlu dilakukan. Salah satunya ialah membenahi MBG. Selain itu, pemerintah juga perlu membenahi pengelolaan sumber daya alam (SDA) agar sesuai dengan amanat pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
“Semestinya dari SDA tersebut harus bisa tercipta sebesar-besar kemakmuran bagi rakyat. Tetapi faktanya yang tercipta adalah sebesar-besar kemakmuran bagi segelintir orang. Jadi ada kesalahan dalam manajemennya. Untuk itu Prabowo harus benahi masalah ini secara serius,” tegas Anwar Abbas.
Menurutnya, Presiden Prabowo juga harus serius memberantas korupsi. Jika angka korupsi itu ada sekitar 30 persen dari APBN, maka minimal sekitar Rp1.000 triliun pemerintah bisa mengamankan anggarannya.
Terakhir, pemerintah juga harus bisa membenahi manajemen perpajakan yang ada karena diduga banyak orang-orang kaya dan para pemilik kapital di negeri ini yang telah menyiasati pajaknya sehingga mereka membayar pajak jauh di bawah yang seharusnya.
“Jadi kesimpulan saya kalau pemerintah memang memerlukan dana, maka 4 sumber tersebut saya rasa sudah sangat mencukupi untuk kita dapat mengatasi masalah ekonomi yang kita hadapi bila krisis global menimpa kita,” pungkasnya. (H-3)
Anwar merasa kagum dengan perjalanan hidup Yahya Waloni yang sudah bepergian ke daerah-daerah untuk menyebarkan kebaikan kepada masyarakat.
Hal yang akan dibahas, menurut Bakhtiar, cukup banyak. Salah satunya kemungkinan terkait dengan rekomendasi PWM Sumbar agar memilih Irman Gusman di PSU Pemilu DPD RI.
KETUA PP Muhammadiyah Anwar Abbas, mengatakan Irman direkomendasikan karena kader Muhammadiyah yang maju di pentas politik nasional, tidak hanya mewakili Muhammadiyah saja
Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas mengatakan banyaknya jumlah pihak yang terjerat judi online khususnya para anggota wakil rakyat yang seharusnya menjadi teladan baik
Anwar Abbas, Wakil Ketua Umum MUI, mengkritik mentalitas para wakil rakyat setelah temuan PPATK mengungkapkan adanya 7 ribu transaksi judi online di kalangan anggota DPR.
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan lahan milik badan usaha milik negara (BUMN) tidak boleh diperlakukan sebagai komoditas komersial.
EKONOM CORE Yusuf Rendy Manilet melihat langkah Presiden Prabowo Subianto yang membuka opsi pengurangan gaji pejabat negara sebagai inisiatif yang patut diapresiasi.
Purbaya juga melihat saat ini belum ada urgensi penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk melebarkan defisit APBN.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak akan mengubah batas defisit anggaran 3% dari PDB, kecuali dalam kondisi darurat besar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mencatat capaian bersejarah dalam pelaksanaan Zakat Istana 2026 bertajuk Zakat Menguatkan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved