Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIK dan gerak melantun seirama. Para penari Cakalele bergerak enerjik. Tarian perang khas Maluku itu menyambut kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, di Desa Wisata Lapasi, Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Kamis (16/6).
Lapasi merupakan salah satu dari desa terbaik yang masuk dalam daftar 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.
ADWI adalah program unggulan Kementerian Parekraf (Kemenparekraf) sebagai penggerak kebangkitan ekonomi dan pengembangan pariwisata Indonesia.
Baca juga : Sandiaga Uno Dorong Bangun Desa Wisata untuk Kesejahteraan Masyarakat
Program yang memasuki tahun kedua itu mengusung tema ‘Kebangkitan Ekonomi untuk Indonesia Bangkit’. Tahun ini, Kemenparekraf berkolaborasi dengan Astra, BCA, dan BNI dalam pengembangan 50 desa wisata terbaik.
Para mitra akan melakukan pembinaan dan pengembangan terhadap desa-desa tersebut selama satu tahun. Salah satunya adalah Desa Sejahtera Astra (DSA).
Desa Lapasi memenuhi ketujuh kategori yang di lombakan di ADWI 2022. Salah satunya berdasarkan daya tarik pengunjung. Lapasi memiliki pantai. Desa yang juga dikenal dengan sebutan Lako Akelamo itu memiliki keindahan pantainya.
Baca juga : Desa Wisata Negeri Rutong, Kota Ambon, Miliki Potensi Ekowisata Hutan Sagu
Lapasi itu sendiri merupakan akronim dari “Lako Pasir Indah” karena memang terkenal akan lanskap senja yang indah.
Selain menawarkan beberapa paket wisata olahraga air, pantai Lapasi juga sering dijadikan tempat berlangsungnya kegiatan Festival Teluk Jailolo.
Begitu pun soal seni dan budaya. Lapasi memiliki beragam tarian tradisional. Seperti Cakalele, Naro Oti, Pinang, dan Bambu Gila.
Baca juga : Kemenparekraf gandeng Atourin Promosikan Desa Wisata Potensial
Sementara kekayaan budayanya adalah Benteng Saboega. Itu merupakan benteng pertahanan yang dibangun oleh bangsa Portugis pada masa VOC. Benteng tersebut merupakan benteng pertahanan terkuat yang pernah ada di Halmahera Barat.
Kedatangan Sandiaga Uno menjadi bukti konkret dalam mensejahterakan masyarakat desa, seperti di Lapasi melalui sektor pariwisata. Menurut Sandiaga, homestay menjadi salah fokus pembinaan di Lapasi.
Sebab, keberadaan fasilitas bermalam bagi wisatawan tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan penghasilan masyarakat setempat.
Baca juga : Jadi Desa Wisata Terbaik, Desa Keranggan Siap Jadi Destinasi Wisata Nasional
Sandiaga mengatakan, jika membangun hotel, hanya investor yang mendapat manfaat.
Sebaliknya dengan homestay., dia optimistis dapat menambah penghasilan masyarakat dalam situasi ekonomi yang berat ini.
Apalagi, Sandi melihat kunjungan wisatawan ke Pantai Lapasi cukup tinggi, yakni mencapai seribu lebih dalam sepekan.
Baca juga : Menparekraf Kunjungi Desa Wisata Selamanik yang Berada di Kaki Gunung Sawal
”Bayangkan, jika mereka (homestay) penuh terus, bisa menambah penghasilan bagi mereka,” ujar Sandiaga.
Sementara itu, Sandiaga juga menyampaikan bahwa potensi wisata Halmahera Barat (Halbar) bisa seperti Pulau Dewata, Bali.
”Mestinya Halbar dengan segala potensinya bisa menjadi destinasi wisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Kuncinya kita harus berkolaborasi,” ungkap Sandiaga.
Baca juga : Pesona Kubu Gadang, Desa Wisata Terbaik di Sumatra Barat
Dalam kesempatan itu, Sandiaga mengaku terkesan dengan Festival Pantai Lapasi. Menurutnya, festival tersebut cukup komplet. Ada kuliner, ekonomi kreatif, kerajinan, dan keindahan alam.
”Tapi yang paling menarik di sini adalah festival sunset. Menari dan singing in the sunset. Menurut saya itu yang paling berkesan dan perlu kita tingkatkan. Belum lengkap beromantisme kalau belum berdansa di sunset Pantai Lapasi,” ucapnya, tersenyum lebar disambut riuh tepuk tangan.
Menteri Sandiaga tampak didampingi pejabat Kemenparekraf seperti Direktur Tata Kelola Destinasi Indra Ni Tua, dan Direktur Event Daerah Reza Pahlevi.
Sementara pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara seperti Bupati Halmahera Barat James Uang dan jajaran pemerintah daerah Maluku Utara. (RO/OL-09)
BANGUN kemandirian, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Bank Infaq, NRC, dan Gentanala menggelar pelatihan olahan limbah kayu di Jepara, Jawa Tengah pada Jumat (6/2).
INOTEK Foundation bersama Indonesia Setara Foundation menggelar Kick Off Program Kota Emas 2026 (Kota Ekonomi Maju dan Sejahtera) di PLUT-KUMKM Surakarta beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE FOREVER melanjutkan program pemberdayaan perempuan melalui Inkubasi Bisnis UMKM Tahap 2.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama Gebrakan Anak Negeri (GAN) menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Olahan Edamame berupa bolen dan cake kukus edamame kepada 50 ibu rumah tangga.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama OK OCE Forever Sumatra Barat menyalurkan sembako bagi masyarakat terdampak bencana.
Danau Kemiri di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, kini berkembang menjadi motor ekonomi baru berbasis wisata edukatif dan ekonomi kreatif.
Pendapatan bulanan tempat wisata melonjak dari rata-rata Rp12 juta menjadi sekitar Rp32 juta per bulan, seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.
PENGEMBANGAN desa wisata kini tidak lagi semata berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan.
"Desa wisata tidak hanya menghadirkan pengalaman bagi wisatawan tetapi juga memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi lokal,"
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan promo spektakuler untuk tiket masuk Desa Bakti BCA melalui fitur Lifestyle di aplikasi myBCA.
Para pengelola desa wisata ini mendapat penghargaan dari Kementerian Pariwisata pada Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2025, Selasa (16/12) di Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved