Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Memperkuat Fondasi, IWIP dan WBN Jadikan Bulan K3 Momentum Budaya Kerja Aman

Basuki Eka Purnama
24/2/2026 11:19
Memperkuat Fondasi, IWIP dan WBN Jadikan Bulan K3 Momentum Budaya Kerja Aman
Ilustrasi(MI/HO)

KAWASAN Industri Weda Bay (IWIP), bersama PT Weda Bay Nickel (WBN), seluruh tenant, serta perusahaan jasa pertambangan di Maluku Utara, menegaskan komitmen mereka dalam memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Langkah ini menjadi fondasi utama perusahaan dalam menjalankan operasional industri yang aman, tertib, dan berkelanjutan.

Penguatan budaya ini selaras dengan lima strategi nasional yang dicanangkan Kementerian Ketenagakerjaan, yakni edukasi dan pelatihan, keterlibatan pekerja, pembaruan sistem dan teknologi keselamatan, inspeksi berkala, serta kepemimpinan yang berkomitmen. 

Seluruh pihak di kawasan industri tersebut menjadikan momentum Bulan K3 Nasional 2026 sebagai sarana strategis untuk meningkatkan kesadaran serta disiplin kerja di setiap lini operasional.

General Manager Health, Safety & Environment (HSE) IWIP sekaligus Kepala Teknik Tambang PT WBN, Iwan Kurniawan, menekankan bahwa budaya K3 tidak dapat dibangun secara instan, melainkan memerlukan konsistensi dan partisipasi aktif dari seluruh pihak.

“Budaya K3 dibangun melalui penerapan yang konsisten dan partisipasi seluruh pihak. Momentum Bulan K3 Nasional kami manfaatkan untuk memperkuat kesadaran risiko, disiplin kerja, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan di lingkungan kerja,” ujar Iwan.

Sepanjang Bulan K3 Nasional 2026, yang berlangsung sejak 8 Januari hingga 14 Februari 2026, IWIP dan jajaran tenant menggelar serangkaian kegiatan edukatif dan partisipatif. Program-program tersebut dirancang agar pemahaman K3 dapat diterapkan langsung di lapangan.

Ragam kegiatan tersebut mencakup seminar kesehatan mengenai gaya hidup sehat jantung di lingkungan industri, program donor darah, serta berbagai kompetisi seperti Job Safety Analysis (JSA) Challenge, Defensive Driving Challenge, lomba penerapan 5R (5S), hingga Mini Search and Rescue Challenge. 

Selain itu, terdapat sesi Safety Talk interaktif serta lomba penulisan artikel dan produksi video animasi bertema K3.

Menurut Iwan, rangkaian kegiatan ini berfungsi sebagai sarana edukasi sekaligus media evaluasi praktik keselamatan di lapangan. Pendekatan partisipatif ini dipilih agar pekerja terlibat langsung dalam mengidentifikasi potensi bahaya di lingkungan kerja masing-masing.

“Setiap orang memiliki peran dalam menjaga keselamatan di lingkungan kerja,” tambahnya.

Ke depan, manajemen IWIP dan WBN berkomitmen untuk terus memantau serta mengevaluasi penerapan K3. Langkah ini merupakan wujud nyata perusahaan dalam menjaga produktivitas industri nasional sekaligus memastikan setiap pekerja terlindungi dengan baik dalam menjalankan aktivitas operasionalnya sehari-hari. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya