Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Manusia, Budaya, dan Tata Kelola Kuat Penting Hadapi Tantangan Bisnis 2026

Media Indonesia
05/2/2026 22:07
Manusia, Budaya, dan Tata Kelola Kuat Penting Hadapi Tantangan Bisnis 2026
Ilustrasi(Dok Istimewa)

MANUSIA, budaya, dan tata kelola berperan penting sebagai fondasi utama pertumbuhan perusahaan dan transformasi berkelanjutan menghadapi tahun 2026.

Presiden Direktur Hasnur Group Jayanti Sari menggambarkan perusahaan sebagai kapal besar yang sedang berlayar menuju tujuan jangka panjang, yang tidak hanya membutuhkan mesin yang kuat tetapi juga arah jelas dan kompas yang tepat.

“Dengan tujuh Strategic Business Unit yang memiliki karakter berbeda, tantangan kita adalah memastikan semua unit tetap bergerak dalam satu arah menuju masa depan berkelanjutan,” ujar Jayanti, dalam Townhall Hasnur Group 2026 di Jakarta.

Ia juga menekankan penguatan budaya kerja melalui program New Working Culture dan pembentukan Komite Transformasi Bisnis sebagai kunci agar semua proses organisasi berjalan adaptif, efektif, dan mendukung keberlanjutan.

"Mengusung tema Living Our Values, Innovating Through the Change, saya harap ini jadi forum strategis untuk menyelaraskan arah perusahaan dan memperkuat budaya kerja sekaligus mencerminkan kesiapan Hasnur Group sebagai grup usaha terdiversifikasi dalam menghadapi dinamika industri, ketidakpastian global, serta meningkatnya tuntutan tata kelola dan keberlanjutan," pungkasnya.

Sebagai bagian dari rangkaian Townhall 2026, Hasnur Group menghadirkan Country Manager RMA Group Indonesia Toto Suharto sebagai guest speaker dengan topik How Leadership Shapes Results Through Culture. Dalam paparannya, ia menegaskan kepemimpinan dan budaya memiliki peran kunci dalam menentukan hasil organisasi.

“Hasil terbaik hanya dapat dicapai saat keyakinan dibangun dari dalam diri, dikelola jadi budaya dan diwujudkan melalui aksi yang konsisten. Transformasi budaya adalah proses yang harus dikelola secara sadar dan berkelanjutan,” ujar Toto.

Sesi talkshow berlanjut dengan diskusi panel yang menghadirkan Head of Nomination and Human Capital Committee Hasnur Group Zulfikar Alimuddin didampingi jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Hasnur Group, termasuk CEO Hasnur Group Zainal Hadi HAS HB.

Para narasumber menekankan pentingnya tata kelola kuat, kepemimpinan berbasis kompetensi dan peran manusia sebagai fondasi utama perusahaan dalam menghadapi transformasi berkelanjutan.

Sementara itu, Zainal Hadi HAS HB mengatakan fondasi utama perusahaan adalah sumber daya manusia, bukan aset atau fasilitas besar. “Memiliki aset atau fasilitas besar bukan sebuah jaminan keberhasilan. Fondasi utama kita adalah people. Dalam situasi tidak mudah, justru di situ kita diuji untuk menjadi tim solid dan terus bertumbuh,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Hasnur Group menggelar syukuran milad Presdir Hasnur Group Jayanti Sari sekaligus meluncurkan Whistle Blowing System (WBS) dan Knowledge & Innovation Management System.

WBS menjadi kanal resmi perusahaan untuk menerima dan menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran secara independen dan rahasia, sekaligus melindungi pelapor dari segala bentuk tindakan balasan. Peluncuran sistem ini menegaskan komitmen pada penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate covernance), integritas, dan transparansi.

Adapun Knowledge & Innovation Management System merupakan platform pengelolaan pengetahuan dan pengembangan inovasi di seluruh entitas.
Kegiatan yang diikuti lebih dari 400 insan Hasnur Group dari berbagai entitas ini sekaligus menjadi momentum pengenalan program Culture Activation, termasuk pembentukan taskforce intervensi budaya dan culture agent sebagai penggerak internalisasi nilai perusahaan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik