Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Sony Subrata: AI Dapat Mendukung Sektor Pariwisata

Media Indonesia
12/2/2026 13:16
Sony Subrata: AI Dapat Mendukung Sektor Pariwisata
(MI/HO)

SOLUSI kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini dirancang untuk dapat berkomunikasi dalam berbagai bahasa dan memudahkan wisatawan dari dalam maupun luar negeri untuk mendapatkan informasi tentang hotel serta perjalanan di Indonesia. Langkah ini menandai terobosan penting dalam dunia perhotelan Indonesia dengan fokus pada pemanfaatan teknologi AI untuk meningkatkan kualitas layanan dan daya saing hotel-hotel Indonesia di pasar global.

"Melalui Vina AI Travel Assistant, kami memastikan bahwa proses pencarian hotel hingga pembayaran menjadi lebih sederhana dan terhubung langsung dengan ekosistem resmi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) melalui integrasi dengan BookingINA," jelas Sony Subrata selaku Direktur Utama PT AI Indonesia dalam keterangan resmi, Kamis (12/2). Vina terus berkembang dan belajar dari data yang terkumpul. 

Itu menjadikannya semakin cerdas dan relevan seiring waktu berjalan. "Vina tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga memberikan rekomendasi hotel yang lebih akurat berkat kemampuannya untuk memahami dinamika industri pariwisata," tambah Sony. 

Kehadiran Vina di website PHRI dan BookingINA membuktikan bahwa teknologi AI dapat diterapkan secara nyata untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata Indonesia. Pihaknya mendukung penuh langkah PHRI dalam memanfaatkan AI untuk meningkatkan layanan kepada anggota dan wisatawan.

Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani menegaskan bahwa kerja sama dengan PT AI Indonesia untuk mengintegrasikan AI dalam industri perhotelan bukan hanya merupakan langkah maju, tetapi juga keharusan. "AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan, tetapi sudah menjadi kebutuhan nyata bagi hotel-hotel di Indonesia. Dengan AI, hotel-hotel di Indonesia dapat melayani tamu dari berbagai negara tanpa kendala bahasa," ujar Hariyadi Sukamdani saat Rakernas PHRI pada Selasa (10/2/2026) di Semarang, Jawa Tengah.

Menurutnya, AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan keramahan khas Indonesia, tetapi justru memperkuatnya dan memberikan peluang besar untuk meningkatkan kualitas layanan di sektor perhotelan. Hariyadi juga menambahkan bahwa hotel yang siap dengan teknologi AI akan lebih siap menghadapi lonjakan wisatawan global. 

"Adopsi AI ini menunjukkan bahwa industri perhotelan Indonesia siap untuk naik kelas dan bersaing di tingkat dunia," tambahnya. Transformasi digital ini menjadi hal yang mendesak bagi seluruh hotel karena AI membantu mereka bekerja lebih cerdas, lebih cepat, dan lebih peka terhadap kebutuhan tamu. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya