Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA astronom baru saja menemukan petunjuk penting tentang bagaimana Matahari berperilaku di masa mudanya. Mengutip dari laman Space Scoop, temuan ini datang dari pengamatan terhadap sebuah bintang muda bernama EK Draconis, yang terletak di rasi Draco.
Bintang ini sering dianggap sebagai contoh Matahari ketika masih berusia sangat muda, sehingga perilakunya bisa membantu ilmuwan memahami kondisi awal Tata Surya.
Dalam pengamatan terbaru, tim astronom internasional melihat EK Draconis melepaskan letusan plasma raksasa ke luar angkasa. Ledakan ini dikenal sebagai coronal mass ejection atau CME, peristiwa ketika sebuah bintang memuntahkan miliaran ton gas panas dan bermuatan ke ruang angkasa dengan kecepatan sangat tinggi.
Fenomena ini sebenarnya juga terjadi pada Matahari saat ini, tetapi para ilmuwan yakin bahwa Matahari muda melakukannya jauh lebih sering dan jauh lebih besar. Karena itu, mengamati CME pada bintang muda seperti EK Draconis dianggap sangat penting.
Penelitian yang dipimpin oleh Kyoto University ini menggunakan teleskop di darat dan luar angkasa secara bersamaan. Dengan cara ini, para ilmuwan dapat melihat aktivitas bintang dengan lebih jelas melalui berbagai jenis cahaya, seperti cahaya tampak dan ultraviolet.
Hasilnya, mereka mendeteksi CME dengan dua suhu berbeda:
Ini adalah pertama kalinya para ilmuwan melihat CME dengan variasi suhu seperti itu pada bintang muda yang mirip Matahari. Temuan ini dianggap penting karena menunjukkan bahwa aktivitas bintang muda bisa lebih kompleks daripada yang selama ini diperkirakan.
Aktivitas ekstrem seperti CME diduga berperan besar dalam membentuk kondisi awal planet, termasuk Bumi. Pada masa muda Matahari, letusan-letusan besar ini mungkin menciptakan kondisi berikut:
Dengan kata lain, amukan Matahari muda mungkin telah memberikan dorongan yang ikut menentukan seperti apa Bumi berkembang pada masa awal.
Sumber: Space Scoop, The Times of India
Penemuan baru ini telah dipublikasikan pada jurnal Nature Astronomy yang menjelaskan bahwa katai putih langka kemungkinan berasal dari penggabungan bintang
Para peneliti tersebut mengungkap bahwa berdasarkan dari distribusi energi spektral sebelum peredupan terjadi menunjukkan bahwa ASASSN-24fw merupakan bintang deret utama tipe F.
OBSERVATORIUM Sinar-X Chandra milik NASA kembali memberikan pandangan baru yang menakjubkan terhadap alam semesta.
Galaksi Andromeda atau Messier 31 merupakan galaksi spiral terdekat dari Bima Sakti, berjarak sekitar 2,5 juta tahun cahaya dari Bumi.
Para astronom untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi ledakan besar yang dilepaskan oleh sebuah bintang di luar tata surya.
Para astronom tengah menyoroti sebuah peristiwa di alam semesta yang diduga sebagai superkilonova, jenis ledakan kosmik yang selama ini hanya ada dalam teori.
Komet C/2026 A1 (MAPS), anggota Kreutz sungrazer yang langka, diprediksi dapat bersinar terang di langit Bumi pada April 2026, seterang Venus, jika bertahan dari panas Matahari.
Sebuah komet baru yang melesat menuju Matahari disebut berpotensi menjadi “Komet Besar” pada April mendatang. Komet itu bernama C/2026 A1 (MAPS).
Flare Matahari merupakan ledakan besar energi elektromagnetik yang terjadi akibat perubahan mendadak pada medan magnet di atmosfer Matahari.
Gerhana ini tidak aman untuk dilihat tanpa pelindung mata dengan filter matahari.
Perbedaan kecepatan ini menciptakan tegangan magnetik yang luar biasa. Plasma yang bergerak lebih cepat di ekuator "menarik" garis-garis medan magnet.
Fakta mengejutkan datang dari dunia sains, Bumi juga memiliki sesuatu yang menyerupai “ekor” raksasa di luar angkasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved