Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
DENGAN berkembangnya teknologi dan internet, judi online telah berubah menjadi tren negatif yang sulit dihindari oleh masyarakat. Saat ini, promosi dan penyediaan fasilitas untuk konten judi online menjadi salah satu cara utama dalam penyebaran aktivitas ilegal ini.
Baru-baru ini, Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi mengungkapkan, menurut data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), terdapat 1.836 anak berusia hingga 17 tahun yang terlibat dalam aktivitas judi online, dengan total nilai transaksi sekitar Rp2,29 miliar.
Selain itu, judi online sering kali menyaru sebagai gim biasa untuk menarik perhatian pengguna, termasuk anak-anak dan remaja.
Berikut adalah beberapa jenis gim yang termasuk dalam kategori judi online:
1. Poker Online
Poker merupakan salah satu bentuk permainan judi online yang paling populer. Pemain menggunakan uang sungguhan untuk mengisi saldo di akun judi mereka. Kemudian dapat digunakan untuk bermain turnamen atau individual.
2. Game Slot
Slot merupakan salah satu permainan yang juga populer. Permainan ini mudah dimainkan, dan tidak memerlukan keahlian. Slot menyerupai mesin buah yang dikemas dengan alur cerita, animasi, dan opsi bonus yang rumit.
3. Permainan Meja
Permainan kartu klasik ini mempertemukan pemain dengan bandar secara online, dengan target pemain berusaha mendapatkan nilai total kartu 21.
4. Roulette Online
Roulette adalah permainan untung-untungan dimana pemain memasang taruhan pada bola kecil yang akan mendarat di roda yang berputar. Atau bisa dibilang permainan menggunakan roda putar untuk menentukan angka kemenangan.
5. Sports Betting
Yaitu taruhan pada hasil pertandingan olahraga seperti sepak bola, basket, atau balapan.
Salah satu penyebab utama anak dapat terjebak dalam permainan judi terselubung ini adalah minimnya pengawasan dalam penggunaan gawai.
Banyak orangtua yang memberikan keleluasaan pada anak dalam bermain game tanpa mengetahui isi dan jenis permainan yang diakses.
Di sisi lain, gim-gim seperti ini sering kali tak langsung menunjukkan unsur perjudian, melainkan menyamarkannya dalam bentuk hadiah atau bonus tertentu, yang akhirnya menarik minat anak untuk terus bermain.
Untuk melindungi anak dari risiko judol, orangtua harus aktif dalam mengawasi penggunaan gawai mereka. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa diambil
Dengan pengawasan yang baik dan sikap proaktif, orangtua dapat berperan penting dalam melindungi anak dari bahaya yang tampak sepele namun dapat berdampak besar. Di balik layar gim online yang tampak menarik, ancaman serius dapat mengintai.
Mari bersama menjaga generasi muda dari jerat judol dan memastikan lingkungan digital yang aman bagi mereka. (berbagai sumber/Nur Amalina/Z-1)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Sepeda motor hasil rampokan tersebut sempat dipasarkan melalui media sosial (marketplace) sebelum akhirnya berhasil disita polisi sebagai barang bukti.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
Fenomena keinginan bunuh diri pada remaja tidak dipicu oleh penyebab tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai faktor yang kompleks.
Upaya pencegahan bunuh diri pada remaja dinilai perlu dimulai dari penguatan “jaring pengaman” di lingkungan terdekat, terutama sekolah dan keluarga.
Agar aturan gawai dapat berjalan efektif, orangtua perlu menerapkan pola asuh yang masuk akal dan kolaboratif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved