Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
GOOGLE mengumumkan serangkaian perubahan besar dalam layanan chatbot artificial intelligence atau AI-nya, dengan mengubah nama dari Bard menjadi Gemini. Langkah ini diikuti dengan peluncuran layanan berbayar yang menawarkan kemampuan yang lebih canggih daripada versi gratisnya.
Rebranding dari Bard menjadi Gemini merupakan langkah strategis yang diambil Google untuk menyesuaikan nama dengan teknologi kecerdasan buatan yang mendasarinya. Gemini kini mendukung hingga 40 bahasa pada versi web, dan telah tersedia versi aplikasinya di platform Android dan iOS. Hal ini menandai langkah besar bagi Google dalam menyempurnakan ekosistem chatbot AI-nya.
Bagi pengguna perangkat Android, Gemini akan menggantikan Google Assistant sebagai asisten pintar default di perangkat mereka. Ketika pengguna mengaktifkan Gemini, mereka akan melihat overlay percakapan baru yang memungkinkan mereka mendapatkan saran kontekstual, meminta informasi lebih lanjut tentang artikel, bahkan membuat deskripsi dari foto yang baru saja diambil. Fitur dasar dari Assistant juga tersedia di Gemini, seperti melakukan panggilan, menyetel timer, dan mengendalikan perangkat rumah pintar.
Baca juga : Gemini AI, Model Kecerdasan Buatan Terbaru dari Google
Namun, untuk pengguna perangkat iOS, Gemini saat ini belum tersedia sebagai aplikasi yang berdiri sendiri. Meskipun demikian, Gemini masih terintegrasi dengan aplikasi Google yang tersedia di iOS. Google menjanjikan bahwa dalam waktu dekat, Gemini akan tersedia sebagai aplikasi mandiri untuk pengguna iOS.
Gemini memulai debutnya di pasar AS, dengan peluncuran di wilayah Asia Pasifik dan Amerika Latin diharapkan menyusul dalam beberapa pekan mendatang, dengan tambahan dukungan bahasa Jepang dan Korea. Untuk menarik minat pengguna, Google memberikan kesempatan kepada pengguna Android untuk mencoba berlangganan Gemini selama dua bulan tanpa biaya.
Untuk pengguna yang menginginkan akses ke kemampuan yang lebih canggih, Google juga meluncurkan Gemini Advanced sebagai versi berbayar dengan harga $20 per bulan. Layanan ini menyediakan penyimpanan cloud sebesar 2TB, serta akses Gemini di aplikasi Gmail, Docs, Slides, dan Sheets. Dengan layanan berbayar ini, Google berharap dapat memperluas penggunaan Gemini di kalangan pengguna yang membutuhkan kemampuan yang lebih tinggi.
Baca juga : 8 Fakta dan Cara Kerja Google Bard, Saingannya ChatGPT
Rebranding dari Bard ke Gemini juga merupakan bagian dari upaya Google untuk bersaing dengan produk kecerdasan buatan milik Microsoft dan OpenAI. Microsoft telah merilis layanan bundle AI dengan aplikasi Word dan Excel, sementara OpenAI memiliki ChatGPT Plus yang menyediakan layanan chatbot yang lebih komprehensif.
Google berharap bahwa Gemini akan menjadi langkah penting dalam meningkatkan dominasi mereka dalam ranah kecerdasan buatan. Dengan fitur-fitur yang menarik dan kemampuan yang canggih, Google berharap Gemini akan menjadi asisten virtual pilihan utama bagi pengguna di seluruh dunia.
Namun, perlu dicatat bahwa Gemini masih dalam tahap pengembangan awal, dan beberapa pengguna mungkin menghadapi tantangan atau keterbatasan dalam penggunaannya. Namun, Google berkomitmen untuk terus meningkatkan fitur dan kinerja Gemini melalui pembaruan reguler.
Baca juga : YouTube akan Wajibkan Penyematan Label Khusus untuk Konten yang Dihasilkan AI
Dengan demikian, Google telah mengambil langkah besar dalam mengubah lanskap chatbot AI, dengan harapan membawa pengalaman pengguna ke tingkat yang lebih tinggi dengan Gemini. Hanya waktu yang akan menentukan seberapa sukses perubahan ini akan menjadi, namun potensi dan harapan untuk Gemini tampaknya sangat tinggi.
Langkah-langkah untuk menggunakan chatbot AI Gemini adalah sebagai berikut:
1. Buka browser di perangkat PC, komputer, atau ponsel Anda.
2. Masuk ke situs gemini.google.com, atau jika Anda mengunjungi bard.google.com, Anda akan dialihkan ke chatbot AI Gemini.
3. Untuk dapat menggunakan Gemini, Anda perlu login dengan akun Google Anda, yang biasanya terkait dengan layanan Gmail.
4. Pilih opsi "Try Gemini".
Baca juga : Google Luncurkan SynthID untuk Identifikasi Gambar yang Dihasilkan AI
5. Setujui Terms & Privacy yang disediakan oleh Google.
6. Masukkan prompt atau perintah yang Anda inginkan untuk Gemini.
7. Misalnya, Anda dapat mulai mengobrol dengan Gemini dengan menanyakan hal seperti "Tanggal berapa sekarang?" atau "Buat ucapan selamat tahun baru Imlek untuk orang tua", dan sejenisnya.
Baca juga : YouTube Siapkan Teknologi AI untuk Rangkum Video Secara Otomatis
1. Hadir dalam tiga versi
Google baru saja mengumumkan tiga jenis varian Gemini yang telah dibuat dengan mempertimbangkan berbagai tingkat daya komputasi. Pertama Gemini Nano, yakni varian ini telah dirancang untuk berfungsi pada perangkat ponsel pintar. Saat ini, Gemini Nano hanya dapat diakses oleh pengguna yang menggunakan ponsel Google Pixel 8.
Keuda, Gemini Pro, yakni varian ini memiliki daya komputasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan Nano dan ditujukan untuk mendukung berbagai layanan AI Google di masa mendatang. Saat ini, Gemini Pro dapat diakses melalui Bard, layanan chatbot AI Google.
Ketiga, Gemini Ultra, yakni model LLM (large language model) yang paling kuat yang dibuat untuk digunakan dalam pusat data dan aplikasi perusahaan. Saat ini, Gemini Ultra masih dalam tahap uji coba yang terbatas.
2. Berbasis teks, gambar, dan video
Berbeda dengan ChatGPT yang saat ini beroperasi terutama dalam domain teks, Gemini 1.0 telah dilatih dengan data yang mencakup perintah teks, gambar, dan video.
Baca juga : Google Lens Mampu Identifikasi Kondisi Kulit
3. Baru Tersedia di Bard dalam Bahasa Inggris
Pengguna bisa memulai percobaan versi Gemini Pro melalui Bard menggunakan perintah berbasis teks. Namun, integrasi fitur lain seperti gambar dan video dijadwalkan akan diluncurkan pada tahun 2024. Saat ini, Bard versi Gemini Pro hanya tersedia dalam bahasa Inggris di lebih dari 170 negara. Diperkirakan dukungan untuk bahasa dan negara lain akan segera ditambahkan dalam waktu dekat.
4. Integrasi Mudah
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Gemini Pro telah diterapkan dalam Bard, chatbot AI Google, sementara Gemini Nano telah memperkenalkan fitur baru pada Google Pixel 8 Pro.
Di masa mendatang, Gemini juga akan terhubung dengan mesin pencari Google, produk iklan (ads), peramban Chrome, dan berbagai produk Google lainnya.
5. Gemini Pro
Baca juga : Artificial Intelligence Dorong Lompatan Besar Ekonomi Dunia Modern
Mulai tanggal 13 Desember, pengembang dan pelanggan perusahaan dapat mengakses Gemini Pro melalui Google Generative AI Studio atau Vertex AI di Google Cloud. Saat ini, Gemini hanya tersedia dalam bahasa Inggris, namun ada rencana untuk menambahkan bahasa lain dalam waktu dekat.
6. Gemini Unggul
Google menampilkan informasi mengenai bagaimana Gemini melebihi GPT-4 OpenAI dalam 30 dari 32 indikator yang diuji. Keistimewaan utama Gemini terletak pada kemampuannya untuk memahami dan berinteraksi dengan video serta audio.
Baca juga : Lima Hal Baru yang Perlu Diketahui Tentang Android & Google Play
7. Efisiensi dan Inovasi
Gemini dijelaskan sebagai model yang lebih efisien, dilatih menggunakan Unit Pengolahan Tensor yang dimiliki oleh Google. Ini menjanjikan potensi untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi operasional dibandingkan dengan model-model sebelumnya seperti PaLM yang digunakan untuk menggerakkan Bard.
(Z-9)
Di tengah meningkatnya kebutuhan talenta digital, banyak perusahaan, terutama skala kecil dan menengah, masih menghadapi tantangan dalam proses rekrutmen yang memakan waktu dan biaya besar.
Sejak resmi beroperasi di Indonesia pada Mei 2025, Dabeeo menunjukkan pertumbuhan pesat lewat kemitraan dengan berbagai grup perkebunan besar.
Tempat sampah AI Srikandi yang dikembangkan Nusabin kini memasuki fase implementasi.
Kawasan ASEAN tengah mendekati titik infleksi krusial, di mana investasi pada AI tumbuh lebih cepat dibandingkan belanja digital secara keseluruhan.
Komunitas AI di Indonesia melakukan terobosan inovatif dengan menggabungkan astrologi dengan kecanggihan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence),
Menteri PANRB Rini Widyantini menyatakan Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan sekadar pemindahan pusat pemerintahan,
Google baru saja mengungkapkan adanya serangan siber skala besar yang menargetkan model AI andalan mereka, Gemini.
Google Indonesia luncurkan Lyria 3, fitur pembuat musik AI Gemini. Ciptakan lagu 30 detik dengan jaminan keamanan data & privasi sejak tahap desain.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Google menghadirkan pembaruan pada Google Gemini sebagai asisten AI pribadi yang bukan hanya responsif, tetapi juga proaktif.
Pengunjung menikmati ragam kegiatan dalam kampanye Gebrakan Ramadan di kawasan Blok M.
Doubao 2.0 hadir dalam dua varian: versi Reguler dan versi Pro. Versi Pro dirancang khusus untuk menangani penalaran rumit dan eksekusi tugas bertahap (multi-step).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved