Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK-pihak yang terkait dengan industri hasil tembakau, dari petani, konsumen, hingga buruh terpukul atas sikap pemerintah yang menaikkan cukai rokok pada 2022.
KOALISI Masyarakat Peduli Kesehatan (Kompak) yang mewakili 12 organisasi, menggelar aksi kreatif parade mural untuk mendesak Presiden segera mengesahkan revisi PP 109/2012.
Riset lain yang dilakukan University College London (UCL) menemukan bahwa penggunaan produk alternatif bisa membantu sekitar 50 ribu perokok setiap tahunnya.
Di masa pandemi ini, khususnya di Lombok, petani tembakau tidak puas apabila tidak tanam tembakau.
Penurunan itu antara lain terjadi pada kelompok suku cadang dan aksesori serta makanan, minuman, dan tembakau yang masing-masing tercatat mengalami kontraksi.
Seharusnya ditinjau secara matang, mempertimbangkan efek domino yang menjadi dampaknya.
NAIKNYA cukai hasil tembakau membuat harga rokok naik, prevelensi merokok turun akibatnya serapan tembakau turun. Banyak tembakau yang todak terserap.
Selain penyediaan lapangan pekerjaan, industri ini juga menyumbang pemasukan tinggi buat negara, yakni sekitar Rp200 triliun setiap tahunnya.
Pakar sebut rencana revisi PP No 109/2012 perlu konsultasi publik.
Menurut YLKI, pembuatan SNI untuk produk tembakau merupakan antiregulasi. Khususnya, bertentangan dengan UU Kesehatan dan UU Perlindungan Konsumen.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan sudah berkomunikasi dengan bos-bos rokok untuk membantu percepatan serapan tembakau petani.
Survei menunjukkan, dari sisi keterpaparan anak terhadap iklan rokok elektronik, ada lebih dari separuh responden (60,6% dari 180 anak) mengaku terpapar iklan rokok elektronik.
Lentera Anak mendorong revisi Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.
Keuntungan ganda yang diperoleh industri rokok selain target anak-anak sebagai perokok, juga terlihat dari pasokan daun tembakau murah dari pekerja anak.
Karena jenis ini kurang tahan air, maka tanamannya banyak yang mati terkena hujan deras dan cuaca tidak menentu. Jumlahnya hampir mencapai 30% dari keseluruhan tanamannya.
MESKI dalam kondisi pandemi KT&G membukukan penjualan bruto konsolidasian senilai KRW 5.301,6 miliar, dan kapitalisasi pasarnya di bursa efek Korea Selatan mencapai KRW 11 triliun.
Tantangan itu mulai dari menurunnya ekonomi masyarakat sebab pandemi, kekhawatiran kembali naiknya tarif cukai hasil tembakau, hingga kemungkinan penyederhanaan struktur tarif cukai.
"Struktur cukai saat ini mengarahkan kepada terciptanya variasi harga rokok yang banyak, yang memudahkan remaja untuk mengakses produk-produk industri tembakau."
BUPATI Temanggung, Jawa Tengah, M Al Khadziq mendesak perusahaan segera melakukan penyerapan tembakau hasil panen petani dengan harga yang pantas.
Industri pengolahan tembakau tercatat minus 5,78% sepanjang 2020.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved