Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Filipina masih berupaya untuk membebaskan tujuh anak buah kapal asal Indonesia yang ditawan kelompok militan Abu Sayyaf. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, Menteri Pertahanan Filipina yang baru dilantik meminta ia memercayakan penyelesaian masalah ini.
TNI memastikan kondisi tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina dalam kondisi sehat. Operasi pembebasan pun akan dilakukan apabila Presiden Joko Widodo telah memberikan instruksi langsung
MENTERI Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyatakan lokasi tujuh WNI anak buah kapal (ABK) yang disandera kelompok bersenjata Filipina, sudah terpantau.
OPERASI pembebasan 7 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok bersenjata di perairan Jolo, Filipina, tidak bisa dilakukan secara cepat. Kendala tersebut lantaran pemerintah Indonesia belum memiliki sebuah perjanjian tertulis dengan Filipina.
MENTERI Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi memaparkan kronologi penyanderaan terhadap tujuh anak buah kapal (ABK) tunda (tugboat) Charles 001 dan tongkang Robby 152 oleh kelompok bersenjata di perairan Jolo Filipina selatan.
PANGLIMA TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan Indonesia siap melaksanakan patroli bersama dengan Filipina untuk mengamankan jalur perairan daerah itu.
PEMERINTAH kembali menghidupkan tim Crisis Center untuk bekerja mencari solusi terhadap penyanderaan terhadap tujuh anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di perairan Filipina.
WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengakui ada kesulitan untuk memastikan kabar penculikan terhadap tujuh anak buah kapal asal Indonesia di perairan Filipina. Namun, Kalla memastikan Kementerian Luar Negeri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan TNI sedang bekerja untuk menyelesaikan permasalahan ini.
Penyanderaan itu menimpa tujuh ABK WNI Kapal Tugboat Charles 001 dan tongkang Robby 152.
EMPAT sandera kelompok Abu Sayyaf yang tadi pagi tiba di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, sore ini direncanakan diserahkan kepada keluarga.
PESAWAT yang membawa empat WNI yang sempat disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina, Jumat (13/5) mendarat di Bandara Halim Perdanakusumah.
KABAR gembira bebasnya empat sisa sandera Abu Sayyaf, yang salah satunya asal Sulawesi Selatan, ternyata sudah diterima oleh keluarga Samsir. Meski mereka tinggal di pedalaman Dusun Bangle, Desa Kanna Utara, Kecamatan Basse Sangtempe (Bastem), Kabupaten Luwu, informasi itu mereka dengar pada Rabu (11/5).
PROSES pembebasan empat Warga Negara Indonesia yang masih disandera kelompok Abu Sayyaf sudah menemui titik terang. Upaya pembebasan lewat jalur intelejen pun didorong diutamakan ketimbang jalur militer.
ALFIAN Elvis Repi tidak pernah menyangka pelayarannya menuju Indonesia pada Jumat, 25 Maret silam berujung petaka. Tepat hari itu, ia bersama sembilan anak buah kapal Brahma 12 disandera oleh Kelompok militan Abu Sayyaf asal Filipina.
MENTERI Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mengapresiasi peran para pihak yang turut berkontribusi dalam pembebasan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf.
PEMERINTAH menampik anggapan pembebasan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf karena telah membayar uang tebusan.
PEMERINTAH Indonesia terus bekerja keras untuk membebaskan empat anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang masih disandera kelompok militan Abu Sayyaf di wilayah Filipinan Selatan.
SEPULUH anak buah kapal (ABK) Brahma yang sempat disandera di Sulu Filipina sebenarnya merupakan korban salah tangkap dari kelompok Abu Sayyaf dibawah pimpinan Tawing Umair.
SEBANYAK 10 awak kapal yang baru saja dibebaskan dari sandera kelompok Abu Sayyaf dipastikan akan mendapatkan uang santunan dari PT Brahma International, mitra dari PT Patria Maritime Line selaku operator.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved