Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
Ke depan, pemerintah terus mengupayakan peningkatan daya beli masyarakat. Pemerintah juga mengantisipasi adanya tekanan kepada harga komoditas yang memengaruhi inflasi.
Dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, pemerintah dan Bank Indonesia kompak menyatakan optimisme bahwa inflasi tahun ini akan di bawah 2,5%.
Penanganan covid-19 menjadi kunci penting untuk mengembalikan keadaan. Selama angka penularan covid-19 masih tinggi, otomatis hal tersebut akan menyebabkan konsumsi mengalami stagnasi.
LEMBAGA pemeringkat Fitch mempertahankan sovereign credit rating Republik Indonesia pada peringkat BBB (investment grade) dengan outlook stabil.
Bank Indonesia memprediksi inflasi pada Agustus 2020 sebesar 0,01% (mtm). Penyumbang utama inflasi berasal dari komoditas emas, cabai merah, minyak goreng, hingga ikan.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya telah mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Tasikmalaya mengalami inflasi 0,13 persen (mtm) di bulan Juli 2020.
Pelambatan ekonomi nasional juga tercermin dari rendahnya tingkat inflasi. Tercatat pada triwulan II 2020 tingkat inflasi hanya 0,32% secara q to q dan secara yoy 1,96%.
Perkembangan ini dikatakan dipengaruhi oleh inflasi kelompok inti yang tetap rendah serta deflasi pada kelompok volatile food dan administered prices.
Terjadinya inflasi di Kota Pematangsiantar selama periode Juni 2020 mengakibatkan beberapa komoditas naik harga. Beberapa komoditas yang harganya naik ialah ayam ras, cabai merah, dan tomat.
"Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Juli 2020 secara tahun kalender sebesar 1,10% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,66% (yoy)."
Berdasarkan pencatatan PIHPS, harga daging ayam ras di DIY pada akhir Juni 2020 mencapai Rp38.000/kg, meningkat 14,3% (mtm) jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Airlangga Hartarto mengatakan permintaan yang mulai pulih tersebut memperlihatkan aktivitas ekonomi mulai berjalan dalam suasana normal baru.
EKONOM Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengingatkan pemerintah mewaspadai gejolak kenaikan harga pangan.
Pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan penerapan kenormalan baru (new normal) turut berdampak pada naiknya tingkat inflasi pada Juni 2020 sebesar 0,18%.
"Inflasi bahan makanan naik menjadi sinyal gejolak harga pangan mulai terjadi. Ini harus diwaspadai," kata Bhima, Rabu (1/7).
"Di tahun sebelumnya, saat Ramadan dan lebaran akan jadi puncak inflasi dan turun setelahnya. Tapi tidak terjadi saat ini karena covid ini."
Adapun komoditas utama yang menyumbang inflasi yaitu daging ayam ras sebesar 0,13% (mtm), telur ayam ras sebesar 0,05% (mtm), dan tomat sebesar 0,01% (mtm).
Beberapa faktor yang memengaruhi antara lain kelancaran dan kecukupan stok, tekanan permintaan relatif normal, nilai tukar yang menguat, dan ekspektasi inflasi yang terkendali.
Berdasarkan survei pemantauan harga pada pekan kedua, inflasi Juni 2020 diperkirakan 0,02% (mtm). Kontributor utama inflasi berasal dari komoditas daging ayam, telur, hingga bawang merah.
Tri Kunawangsih Purnamaningrum dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti menekankan bahaya yang ditawarkan dari cetak uang berlebihan bisa menimbulkan hiperinflasi.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved