Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA 12 jam dari hari Kamis (17/6) pukul 18.00 WIB hingga hari Jumat (18/6) pukul 06.00, kegempaan Gunung Merapi didominasi dengan kegempaan guguran yang mencapai 104 kali.
Aktivitas Gunung Merapi meningkat sejak Minggu (31/5) hingga Senin (1/6). Tercatat 35 kegempaan mewarnai aktivitas Gunung Merapi.
BERDASARKAN data international Meteor Organization (IMO) yang diakses dari http://imo.net, dalam Mei ini setidaknya terdapat dua hujan meteor yang sedang aktif.
GUNUNG Merapi (2.968 mdpl), dalam waktu 12 jam dari pukul 18.00 WIB hari Rabu (26/5) hingga Kamis (27/5) mengeluarkan 18 kali guguran lava pijar.
GUNUNG Merapi selama 12 jam dari pukul 18.00 WIB, Selasa (25/5/2021) hingga pukul 06.00 WIB, Rabu (26/5/2021) mengeluarkan lava pijar hingga 17 kali.
GUNUNG Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, meluncurkan dua kali awan panas guguran dengan jarak luncur paling jauh hingga 2 km ke arah barat daya.
Status Gunung Merapi saat ini tetap Siaga. Status itu ditetapkan sejak 5 November 2020.
VOLUME kubah lava Gunung Merapi di sektor barat daya sebesar 1.069.600 meter kubik dengan laju pertumbuhan 11.900 meter kubik per hari
Heru mengemukakan awan panas tersebut mencapai jarak maksimal 1.300 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya.
BPPTKG melaporkan bahwa selain awan panas guguran, Merapi juga mengeluarkan kolom abu vulkanik setinggi 300 meter dari atas puncaknya.
Gunung Merapi luncurkan awan panas tiga kali pada Selasa (20/4) pagi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi mencatat, ketiga awan panas mengarah ke barat daya.
BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat dua kubah lava yang ada di puncak Gunung Merapi masih terus tumbuh.
BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, Gunung Merapi meluncurkan empat kali guguran awan panas pada Selasa (13/4).
Status Gunung Merapi saat ini masih Siaga. Status Siaga sudah ditetapkan sejak 5 November 2020.
"Amplitudo maksimal 30 milimeter dan durasi maksimal 137 detik,"
Masyarakat di lereng Gunung Merapi diminta untuk tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya Merapi.
BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, awan panas Gunung Merapi meluncur pada pukul 14.20 WIB. Gunung Merapi masih berstatus Siaga.
Dengan aktivitas vulkanik tersebut, sampai saat ini, Status Gunung Merapi masih belum berubah, yakni Siaga atau Level III.
Gunung Merapi yang berada di perbatasan Provinsi Jateng dan DIY dari pukul 18.00 hari Minggu (14/3) hingga pukul 06.00 hari Senin (15/3) mengalami guguran kegempaan sebanyak 57 kali.
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi dalam sepekan terakhir masih cukup tinggi.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved