Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
ASAP tebal dari Gunung Merapi terlihat berwarna putih membubung hingga 400 meter dari puncak kawah. Selain itu, pada pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB hari Sabtu (6/3), teramati pula 13 kali guguran lava pijar.
"Jarak luncurnya mencapai 1000 meter dari puncak ke arah barat daya," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Heru Suparwaka, Sabtu (6/3).
Menurut dia, selama enam jam tersebut tercatat kegempaan guguran sebanyak 50 kali dengan amplitudo antara 3 milimeter hingga 35 milimeter dan durasi antara 8 detik hingga 100 detik dan gempa embusan sebanyak lima kali dengan amplitudo 2 milimeter hingga 9 milimeter dan durasi 8 detik hingga 24 detik.
Heru Suparwaka mengungkapkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.
Baca juga: Selama 12 Jam, Merapi Luncurkan 81 Kali Lava Pijar
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif, ucapnya, dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Sementara dari pengamatan yang dilakukan pukul 18.00-24.00 WIB, Jumat (5/3), Heru menyebut ada 18 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum 700 meter.
"Sama, mengarah ke barat daya," imbuhnya.
Pada periode pengamatan tersebut, kegempaan yang tercatat 55 kali kegempaan guguran dengan amplitudo 3-30 milimeter dan durasi 8 detik hingga 108 detik, serta satu kali kegempaan embusan dengan amplitudo 3 milimeter dan durasi 9 detik.
Sementara Stasiun Klimatologi Sleman meminta masyarakat mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir atau kilat di Sleman Utara, Kulonprogo Utara dan Gunungkidul Utara.
"Angin dari arah barat daya dengan kecepatan maksimum 30 km/jam dan tinggi gelombang di Perairan Selatan Yogyakarta berkisar antara 1,5-2,5 meter. Masuk kategori sedang," kata Kepala Stasiun Klimatologi Sleman Reni Kraningtyas, Sabtu (6/3).(OL-5)
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved