Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNUNG Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, pada Kamis (11/3) pukul 18.00 hingga Jumat (12/3) pukul 06.00, telah mengeluarkan 16 kali guguran lava pijar yang mencapai jarak maksimal 1.000 meter dari puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Rachmad Widyo Laksono mengatakan guguran lava pijar itu keseluruhannya meluncur ke arah barat daya.
"Pada kurun waktu yang sama, teramati 1 kali awan panas yang meluncur hingga jarak 1.200 meter. Juga ke arah barat daya," kata Rachmad.
Ia menambahkan sepanjang 12 jam tersebut, asap kawah tidak teramati dan Gunung Merapi lebih banyak tertutup kabut. Kegempaan yang tercatat di seismogram sepanjang 12 jam terjadi 62 kali gempa guguran dengan amplitudo terendah 3 milimeter dan tertinggi 45 milimeter dan durasi terpendek 10 detik, sementara terpanjang 96 detik.
"Satu kali kegempaan awan panas guguran dengan amplitudo 30 milimeter dan durasi 106 detik," ujarnya.
Baca juga: Kegempaan Guguran Mendominasi Aktivitas Gunung Merapi
Embusan, katanya, terjadi 6 kali dengan amplitudo terendah 3 milimeter dan tertinggi 11 milimeter, durasi terpendek 9 detik dan terpanjang 13 detik.
Seismogram, imbuhnya, juga mencatat adanya gempa tektonik jauh sebanyak satu kali dengan amplitudo 14 milimeter dan durasi 93 detik serta 1 kali gempa fase banyak atau hybrid dengan amplitudo 6 milimeter dan durasi 10 detik.
"Petugas mencatat, sepanjang malam cuaca berawan hingga mendung, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan suhu udara terendah 13 derajat Celsius dan tertinggi 24 derajat Celsius, dengan kelembaban udara antara 67-96% dan tekanan udara terendah 836 mmHg dan tekanan udara tertinggi 942 mmHg," tukasnya.
Masyarakat diminta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.(OL-5)
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved