Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM upaya penanggulangan bencana hidrometeorologi basah di wilayah Jawa Tengah bagian utara, Pemerintah melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)
BNPB akan melaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) jilid 2 sebagai respon cepat rentetan bencana hidrometeorologi di sepanjang Pantura Jawa Tengah.
Banjir melanda enam daerah di Jawa Tengah, yaitu Semarang, Pekalongan, Kendal, Grobogan, Kudus, dan Pati semakin meningkat dan meluas.
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengimbau segenap masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, utamanya saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Sejumlah bencana hidrometeorologi terjadi di Jawa Tengah karena cuaca ekstrem.
Pengaturan drainase sangat penting untuk mengatasi debit banjir, genangan air, penyempitan dan pendangkalan sungai, setu dan saluran yang berdampak pada kinerja sistem drainase.
INTENSITAS hujan tinggi yang terjadi di berbagai daerah telah menyebabkan sebuah jembatan Parung Mandala di Desa Cilumba, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, amblas.
Cuaca ekstrem masih dipicu adanya aktivitas Monsun Asia yang berpengaruh terhadap peningkatan massa udara basah di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan ekuator.
Sebanyak 374 bencana terjadi di Indonesia periode 1 Januari hingga 29 Februari 2024, yang didominasi bencana hidrometeorologi.
Masyarakat diimbau terus mewaspadai cuaca ekstrem.
Cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Baik itu banjir, longsor, tanah bergerak atau angin kencang.
Sebagian besar wilayah Sumbar diperkirakan masih berada dalam periode musim hujan.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menyelenggarakan pendidikan dan latihan (diklat) dasar manajemen bencana.
Baru-baru ini di beberapa wilayah Kalimantan Selatan bahkan telah terjadi banjir dan longsor.
Ada sejumkah kabupaten yang terancam bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.
SEBAGIAN besar kabupaten di Jawa Tengah (Jateng) terancam bencana hidrometeorologi. Pasalnya ada potensi cuaca ekstrem hingga Rabu (21/2).
BPBD DKI juga menyiagakan personel gabungan selama 24 jam untuk antisipasi bencana hidrometeorologi.
STASIUN Meteorologi BMKG Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah (Jateng) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Cuaca ekstrem bakal berlangsung di sejumlah kabupaten hingga Sabtu (17/2).
BPBD mengatakan banjir semakin meluas yakni dari sebelumnya 32 desa di 12 kecamatan menjadi 64 desa di 16 kecamatan.
BMKG memperingatkan masyarakat NTT akan potensi bencana hidrometeorologi dalam dua hari ke depan.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved