Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

AFC Tegaskan Iran Masih Berencana Tampil di Piala Dunia meski Ada Peringatan Keamanan dari Trump

Khoerun Nadif Rahmat
16/3/2026 20:20
AFC Tegaskan Iran Masih Berencana Tampil di Piala Dunia meski Ada Peringatan Keamanan dari Trump
Gelandang Iran bernomor punggung 07, Alireza Jahanbakhsh, merayakan setelah mencetak gol.(KARIM JAAFAR / AFP)

KONFEDERASI Sepak Bola Asia (AFC) memastikan tim nasional pria Iran masih berencana tampil di Piala Dunia yang akan digelar di Amerika Utara, meski muncul peringatan terkait risiko keamanan bagi skuad tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis lalu memperingatkan bahwa "kehidupan dan keselamatan" para pemain Iran dapat terancam jika mereka menghadiri turnamen sepak bola musim panas ini. Piala Dunia itu akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Ketegangan meningkat setelah perang yang dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari menimbulkan keraguan terkait partisipasi Iran.

Sekretaris Jenderal Asian Football Confederation, Windsor Paul John, menegaskan hingga kini belum ada informasi resmi yang menyatakan Iran batal tampil.

"Sejauh yang kami tahu, Iran akan bermain," kata Windsor dikutip dari AFP.

"Kami memantau apakah mereka akan bermain atau tidak, tetapi saat ini mereka akan bermain. Tidak ada informasi resmi bahwa mereka tidak bermain," lanjutnya.

Windsor menambahkan AFC berharap Iran tetap ambil bagian dalam turnamen tersebut.

"Kami berharap mereka dapat menyelesaikan masalah mereka, dan bisa berpartisipasi di Piala Dunia," ujarnya.

Sementara itu, Trump melalui platform Truth Social menyatakan bahwa tim Iran tetap dipersilakan hadir, namun ia meragukan hal tersebut tepat dilakukan.

"Mereka dipersilakan, tetapi saya benar-benar tidak percaya bahwa pantas bagi mereka untuk berada di sana, demi kehidupan dan keselamatan mereka sendiri," tulis Trump.

Di sisi lain, kapten tim nasional sepak bola wanita Iran yang sebelumnya tampil pada AFC Women's Asian Cup di Australia dilaporkan menarik permohonan suakanya pada Minggu.

Sebelumnya, tujuh anggota delegasi sepak bola Iran yang berlaga di turnamen tersebut mengajukan suaka di Australia setelah mereka dicap "pengkhianat" di dalam negeri karena menolak menyanyikan lagu kebangsaan.

Setelah keputusan kapten tim itu untuk membatalkan permohonan suaka, kini hanya dua orang yang diperkirakan tetap tinggal di Australia.

Seorang mantan pemain serta sebuah saluran televisi berbahasa Persia yang berbasis di luar Iran menyebut para pemain mendapat tekanan untuk menarik permohonan tersebut melalui ancaman terhadap keluarga mereka.

Namun, otoritas Iran justru menuduh Australia menekan para pemain agar tetap tinggal.

Para pemain yang akan kembali ke Iran saat ini berada di sebuah hotel di Kuala Lumpur sambil menunggu perjalanan lanjutan mereka.

Menanggapi situasi tersebut, Windsor mengatakan AFC masih menunggu keputusan dari tim wanita Iran mengenai waktu keberangkatan mereka.

"Itu keputusan mereka dan kami akan mendukungnya," ujar Windsor. (Ndf)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik