Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Mikel Arteta: Arsenal Tunjukkan Karakter Asli di Derby London Utara

Khoerun Nadif Rahmat
23/2/2026 06:56
Mikel Arteta: Arsenal Tunjukkan Karakter Asli di Derby London Utara
Pelatih Arsenal Mikel Arteta(AFP/Glyn KIRK)

ARSENAL berhasil menjaga asa perburuan gelar juara Liga Primer Inggris setelah melumat rival mereka, Tottenham Hotspur, dengan skor telak 4-1 di Tottenham Hotspur Stadium, London pada Minggu (22/2).

Kemenangan dalam derbi London Utara itu menjadi momentum krusial bagi skuat asuhan Mikel Arteta untuk bangkit setelah periode sulit yang sempat mengguncang mentalitas tim.

Keberhasilan memetik tiga poin di markas Tottenham itu sekaligus memulihkan keunggulan lima poin Arsenal atas Manchester City di puncak klasemen.

Dua gol masing-masing dari Eberechi Eze dan Viktor Gyokeres menjadi pembeda dalam laga yang didominasi total oleh tim tamu tersebut.

Hasil itu sekaligus menghapus memori kelam tengah pekan lalu saat The Gunners membuang keunggulan dua gol hingga ditahan imbang 2-2 oleh tim juru kunci, Wolves.

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengakui bahwa persiapan menuju laga itu sangat emosional. Kegagalan meraih poin penuh melawan Wolves sempat membuat ruang ganti terpukul hebat, mengingat hasil tersebut membuat nasib gelar juara kini berada di tangan Manchester City jika sang rival mampu menyapu bersih sisa laga mereka.

"Saya sangat bangga dan bahagia dengan apa yang saya lihat di lapangan, terutama bagaimana kami menjalani 72 jam terakhir," ujar Arteta dikutip dari AFP.

Ia mengungkapkan betapa sulitnya mencerna hasil imbang melawan Wolves yang ia gambarkan sebagai situasi tanpa penjelasan logis.

"Anda harus bangkit karena merasa marah, malu, dan kecewa. Ini bukan sekadar pekerjaan, ini adalah gairah dan tujuan hidup kami," katanya.

Kemenangan itu menjadi jawaban atas kritik tajam yang meragukan ketangguhan mental Arsenal. 

Dengan sejarah kegagalan mempertahankan keunggulan di pacuan gelar musim 2023 dan 2024, kemenangan di kandang lawan dengan skor meyakinkan itu menjadi bukti sahih bahwa mereka belum menyerah.

"Ketika situasi benar-benar di ujung tanduk dan orang-orang meragu, Anda harus berdiri tegak," tegas Arteta. 

"Kami menunjukkan terbuat dari apa kami ini, namun Anda harus menunjukkannya lagi dan lagi. Ini adalah rollercoaster besar," imbuhnya.

Secara statistik, hasil itu merupakan kemenangan tandang terbesar Arsenal atas Tottenham di liga sejak skor 5-0 pada 1978.

Musim ini juga menjadi catatan sejarah tersendiri karena untuk pertama kalinya sejak 1934-1935, Arsenal mampu memenangkan kedua laga derbi London Utara dengan selisih tiga gol atau lebih dalam satu musim kompetisi.

Di sisi lain, kekalahan itu menjadi debut pahit bagi pelatih Tottenham, Igor Tudor. Menggantikan Thomas Frank yang dipecat, Tudor mewarisi skuat yang dihantam badai cedera dan krisis kepercayaan diri. Tottenham kini terperosok ke zona berbahaya, hanya terpaut empat poin dari zona degradasi.

"Ada celah besar di antara kedua tim. Arsenal adalah salah satu tim terbaik di dunia. Mereka terlalu kuat bagi kami saat ini dengan segala masalah yang kami hadapi," kata Tudor. 

Ia menekankan bahwa satu-satunya cara untuk bangkit adalah dengan bekerja keras dan bersikap rendah hati. "Obatnya adalah masing-masing dari kita bercermin dan benar-benar mencoba mengubah kebiasaan," tambahnya.

Kemenangan telak itu memastikan Arsenal tetap memimpin di depan, sementara Tottenham harus berjuang keras menghindari ancaman turun kasta yang pertama kalinya sejak musim 1977-1978. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya