Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
STADION Wembley menjadi saksi bisu betapa api kompetitif Pep Guardiola masih menyala hebat. Usai peluit panjang dibunyikan dalam final Carabao Cup, manajer asal Katalan itu tertangkap kamera melakukan selebrasi emosional merayakan kemenangan meyakinkan Manchester City 2-0 atas Arsenal.
Kemenangan ini tidak hanya menambah koleksi trofi City, tetapi juga menempatkan Guardiola di puncak sejarah sebagai manajer dengan koleksi gelar Piala Liga terbanyak, yakni lima trofi, melampaui rekor Sir Alex Ferguson.
Guardiola tampak larut dalam kegembiraan, memompa tinjunya ke arah pendukung City dan memberikan pelukan erat kepada staf serta pemainnya. Saat ditanya mengenai selebrasi "liar" tersebut, ia menanggapinya dengan kelakar.
"Saya ingin kartu kuning lagi, itulah alasan saya melakukannya," canda Guardiola. "Jika saya tidak bisa merayakan momen melawan tim seperti Arsenal dengan cara kami bermain... emosi saya terkait dengan cara kami bermain. Saya bukan kecerdasan buatan (artificial intelligence), saya manusia biasa, dan saya ingin merayakan."
Ia juga menegaskan bahwa aksinya tidak bermaksud tidak hormat kepada lawan. "Saya hanya merayakan dengan orang-orang saya. Ketika saya merasakannya, saya mengekspresikannya," tambahnya.
Laga ini menjadi panggung pembuktian bagi dua strategi berbeda. Mikel Arteta memilih tetap setia pada kiper "spesialis piala", Kepa Arrizabalaga. Keputusan ini berujung petaka ketika Kepa gagal mengamankan umpan silang rutin Rayan Cherki, yang memungkinkan Nico O'Reilly mencetak gol pembuka lewat sundulan.
Sebaliknya, Guardiola yang juga memainkan kiper pelapis, James Trafford, justru memetik buah manis. Trafford tampil heroik dengan melakukan triple save krusial saat mementahkan peluang emas Kai Havertz dan Bukayo Saka di awal laga. Kegemilangan Trafford memastikan gawang City tetap perawan hingga O'Reilly mencetak gol keduanya empat menit setelah gol pertama.
Kemenangan ini diyakini City sebagai alat untuk menanamkan benih keraguan di benak para pemain Arsenal, yang saat ini masih unggul sembilan poin di puncak klasemen Premier League.
"Saya sejujurnya lebih suka unggul sembilan poin. Gelar itu ada di tangan mereka," ujar Guardiola merendah. Namun, ia tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. "Gelar kelima dalam 10 tahun tidaklah buruk. Setiap kali Anda memenangkan gelar, rasanya lebih sulit dari masa lalu."
Di sisi lain, Mikel Arteta tampak terpukul namun berusaha tegar. "Ini menyakitkan, terutama bagi pemain dan pendukung kami. Kami tidak memanfaatkan peluang di babak pertama. Ini hari yang sangat menyedihkan," ungkapnya.
Bagi Arsenal, ini adalah pengingat keras bahwa dominasi di liga tidak menjamin kemudahan di laga final. Dengan Liga Champions dan FA Cup yang masih dalam bidikan, Arteta harus segera mengubah kekecewaan ini menjadi bahan bakar jika tidak ingin musim gemilang mereka berakhir tanpa trofi. (BBC/Z-2)
Keputusan Mikel Arteta memainkan Kepa Arrizabalaga di final Carabao Cup berbuah pahit. Blunder sang kiper melapangkan jalan Manchester City meraih trofi.
Nico O’Reilly jadi bintang kemenangan 2-0 Manchester City atas Arsenal di final Carabao Cup.
Nico O’Reilly jadi bintang kemenangan 2-0 Manchester City atas Arsenal di final Carabao Cup.
Mikel Arteta mengakui bahwa kedekatannya dengan Pep Guardiola kini tak lagi sama seperti saat keduanya masih bekerja sama di Manchester.
Real Madrid singkirkan Manchester City dari Liga Champions dengan agregat 5-1. Simak komentar Alvaro Arbeloa soal kartu merah Bernardo Silva dan performa Vinicius Jr.
Pelatih Manchester City Pep Guardiola mengakui timnya belum mencapai level terbaik lagi setelah tersingkir dari Liga Champions oleh Real Madrid untuk ketiga kalinya secara beruntun
Alvaro Arbeloa mengaku sempat merasa tidak percaya diri saat harus beradu taktik dengan pelatih sekelas Jose Mourinho dan Pep Guardiola.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved