Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Jelang Final Piala Liga: Mikel Arteta Buka-bukaan soal Hubungannya dengan Pep Guardiola

Basuki Eka Purnama
22/3/2026 05:56
Jelang Final Piala Liga: Mikel Arteta Buka-bukaan soal Hubungannya dengan Pep Guardiola
Foto kombinasi yang menampilkan pelatih Arsenal Mikel Arteta (kiri) dan pelatih Manchester City Pep Guardiola(AFP/DARREN STAPLES )

MENJELANG laga final Piala Liga 2025/2026 melawan Manchester City di Stadion Wembley, Minggu (22/3), manajer Arsenal Mikel Arteta mengungkapkan dinamika hubungannya dengan sang mentor, Pep Guardiola

Arteta mengakui bahwa kedekatan mereka kini tak lagi sama seperti saat keduanya masih bekerja sama di Manchester. Faktor jarak dan rivalitas klub menjadi alasan utama perubahan tersebut.

Jarak dan Profesionalisme

Arteta menyebut intensitas pertemuannya dengan Guardiola telah jauh berkurang sejak ia memutuskan menukangi The Gunners.

"Hubungan kami sudah berubah. Dia di Manchester, saya di London. Kami menangani dua klub berbeda," ujar Arteta dikutip dari laman resmi klub, Sabtu (21/3).

Ia menambahkan bahwa sebagai sesama manajer klub besar, mereka nyaris tidak pernah memiliki waktu untuk bertemu secara personal layaknya sahabat. 

"Kami tidak pernah menghabiskan waktu bersama dan itu penting untuk hubungan kami ini," tuturnya.

Hormat yang Tak Pernah Pudar

Meski kini menjadi rival di lapangan hijau, Arteta menegaskan rasa hormatnya kepada Guardiola tetap abadi. Baginya, tiga tahun masa bakti sebagai asisten Guardiola di City (2016–2019) adalah fondasi penting dalam karier kepelatihannya.

Selama periode tersebut, duet pelatih asal Spanyol ini sukses mempersembahkan dua gelar Liga Primer Inggris, satu Piala FA, dan dua Piala Liga untuk City.

"Apa yang saya rasakan soal dia dan perjalanan kami sebelumnya, selalu akan sama. Apa yang dia lakukan untuk saya dan inspirasi yang dia berikan sejauh ini, tidak akan pernah berubah," tegas pria berusia 43 tahun itu.

Bukan Sekadar Adu Taktik Pelatih

Arteta enggan menganggap partai final ini sebagai duel pribadi melawan Guardiola. Fokus utamanya adalah membawa trofi ke London Utara, bukan memenangkan ego atas sang guru.

"Bukan seperti itu karena di profesi ini, kami harus terus belajar dan berkembang. Bagi saya, yang penting adalah kami memenangkan trofi. Itu saja," katanya.

Misi Mengakhiri Puasa Gelar

Arsenal mengusung misi besar untuk menambah koleksi trofi Piala Liga Inggris mereka menjadi tiga, setelah terakhir kali merasakannya pada musim 1992/1993. 

Di sisi lain, Manchester City mengincar gelar kesembilan mereka di ajang ini, guna menambah dominasi yang terakhir kali mereka raih pada musim 2020/2021. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya