Headline

Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.

Arsenal vs Manchester City: Blunder Kepa Arrizabalaga Gagalkan Ambisi Trofi Arsenal

Thalatie K Yani
23/3/2026 04:38
Arsenal vs Manchester City: Blunder Kepa Arrizabalaga Gagalkan Ambisi Trofi Arsenal
Keputusan Mikel Arteta memainkan Kepa Arrizabalaga di final Carabao Cup berbuah pahit. Blunder sang kiper melapangkan jalan Manchester City meraih trofi.(Arsenal)

PANGGUNG final Carabao Cup di Stadion Wembley menjadi malam yang ingin segera dilupakan manajer Arsenal, Mikel Arteta. Keputusannya untuk tetap memercayakan gawang The Gunners kepada kiper pelapis, Kepa Arrizabalaga, justru menjadi bumerang yang menghancurkan ambisi klub mengakhiri puasa trofi sejak 2020.

Arteta, yang biasanya dikenal tanpa kompromi, kali ini menunjukkan sisi sentimental. Ia memilih Kepa ketimbang kiper utama David Raya sebagai bentuk apresiasi karena Kepa telah tampil di seluruh babak sebelumnya. Namun, pilihan itu harus dibayar mahal.

Malam Kelam Kepa di Wembley

Malam buruk Kepa dimulai saat ia menerima kartu kuning setelah salah mengantisipasi sapuan bola dan terpaksa menjatuhkan Jeremy Doku. Petaka sesungguhnya datang ketika ia gagal mengantisipasi umpan silang Rayan Cherki, bola terlepas dari tangkapannya dan memudahkan Nico O'Reilly menyundul bola masuk ke gawang.

Hanya berselang empat menit, O'Reilly kembali mencetak gol lewat sundulan untuk menggandakan keunggulan Manchester City menjadi 2-0. Skor ini bertahan hingga laga usai, memperpanjang rekor buruk Kepa yang selalu kalah dalam tiga final Carabao Cup yang pernah dijalaninya.

Mikel Arteta pasang badan atas keputusannya. "Saya memahami (kritik tersebut), tetapi saya harus melakukan apa yang saya rasa benar, jujur, dan adil," ujar Arteta.

"Kepa telah bermain di seluruh kompetisi ini dan saya pikir akan sangat, sangat tidak adil baginya dan bagi tim jika kami melakukan sesuatu yang berbeda. Kesalahan adalah bagian dari sepak bola dan sayangnya hari ini terjadi di momen krusial."

Kontras Performa James Trafford

Keputusan Arteta semakin disorot tajam karena kontrasnya performa kiper lawan. Manchester City juga memainkan kiper kedua mereka, James Trafford. Berbeda dengan Kepa, Trafford tampil heroik dengan melakukan penyelamatan tiga kali beruntun di awal laga untuk mementahkan peluang emas Kai Havertz dan Bukayo Saka.

Kemenangan ini menjadi momen emosional bagi Trafford, yang musim ini harus puas menjadi pelapis Gianluigi Donnarumma. "Momen ini sangat berarti bagi saya. Setiap kali saya bermain, saya hanya memberikan yang terbaik," kata kiper muda Inggris tersebut.

Kritik Pedas dari Para Pakar

Keputusan menepikan David Raya, pemilik catatan clean sheet terbanyak di Liga Premier Inggris musim ini, mendapat kecaman dari pengamat sepak bola. Mantan striker Chris Sutton menilai kebijakan memainkan kiper cadangan di laga final adalah kesalahan logika.

"Saya tidak pernah mengerti mengapa manajer memainkan kiper pilihan kedua di final piala. Anda mencoba memenangkan trofi, mengapa tidak memainkan nomor satu Anda untuk memberi peluang terbaik? Itu akal sehat," tegas Sutton kepada BBC Radio 5 Live.

Senada dengan Sutton, pakar sepak bola Eropa Julien Laurens menyebut proyek Arsenal saat ini tidak menyisakan ruang untuk sentimen. "Tim terbaik Anda harus bermain. Memilih Kepa daripada David Raya, bagi saya, adalah panggilan yang salah," tuturnya.

Kini, Arsenal harus segera bangkit dan mengalihkan fokus ke kompetisi lain, sementara Arteta harus memikul beban dari keputusan "adil" yang justru berakhir tragis di tangan Manchester City. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya