Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Protes Keras Giorgio Chiellini: Kepemimpinan Wasit dan VAR Rusak Derby d’Italia!

Basuki Eka Purnama
15/2/2026 11:20
Protes Keras Giorgio Chiellini: Kepemimpinan Wasit dan VAR Rusak Derby d’Italia!
Para pemain Juventus bereaksi di akhir laga Serie A kontra Inter Milan yang berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Nerazzurri.(AFP/PIERO CRUCIATTI)

KEKALAHAN Juventus dari Inter Milan di pekan ke-25 Serie A di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (15/2) dini hari WIB, menyisakan luka mendalam bagi kubu Bianconeri. Bukan sekadar skor akhir 2-3 yang menjadi soal, namun kepemimpinan wasit Federico La Penna yang dianggap merugikan tim tamu menjadi sorotan utama.

Direktur Sepak Bola Juventus, Giorgio Chiellini, tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Mantan bek tangguh Timnas Italia tersebut melontarkan kritik pedas terhadap kinerja perangkat pertandingan dan sistem VAR yang dinilai gagal menjaga kualitas pertandingan sebesar Derby d’Italia.

"Sulit untuk membicarakan sepak bola setelah apa yang terjadi hari ini," ujar Chiellini, sebagaimana dikutip dari laman resmi klub, Minggu (15/2). 

"Sesuatu yang tidak dapat diterima telah terjadi lagi, dan Anda tidak bisa merusak pertandingan sepenting ini," lanjutnya.

Kontroversi Kartu Merah Pierre Kalulu

Titik balik pertandingan terjadi pada menit ke-42 ketika gelandang Juventus, Pierre Kalulu, diusir keluar lapangan. Wasit La Penna memberikan kartu kuning kedua kepada Kalulu setelah dianggap melakukan pelanggaran terhadap Alessandro Bastoni.

Pihak Juventus menilai keputusan tersebut terlalu berat mengingat sentuhan yang terjadi sangat minim. Kalulu sempat meminta wasit untuk meninjau ulang melalui Video Assistant Referee (VAR). Namun, sesuai dengan protokol sepak bola internasional saat ini, VAR tidak memiliki wewenang untuk meninjau ulang keputusan kartu kuning kedua, melainkan hanya untuk kartu merah langsung.

Kehilangan satu pemain di babak pertama memaksa Juventus bermain ekstra keras. Meski kalah jumlah pemain, skuad asuhan Massimiliano Allegri sempat memberikan perlawanan hebat. 

Mereka berhasil menyamakan kedudukan dua kali melalui aksi Andrea Cambiaso dan Manuel Locatelli. Namun, kemenangan Juventus yang sudah di depan mata sirna setelah Piotr Zielinski mencetak gol penentu kemenangan bagi Inter di menit ke-90.

Tuntutan Perubahan Struktur Liga

Bagi Chiellini, insiden ini bukan sekadar kesalahan individu wasit, melainkan cerminan dari rapuhnya sistem sepak bola Italia saat ini. Ia menegaskan bahwa otoritas liga perlu melakukan evaluasi besar-besaran agar kompetisi tidak kehilangan kredibilitas di mata dunia.

"Ini adalah pertunjukan yang kita sajikan untuk dunia, kita perlu mengubah sesuatu segera, tanpa membuang waktu, seperti yang sering terjadi di sepak bola Italia," kata Chiellini dengan tegas.

Ia juga menyoroti masalah struktural yang menurutnya sudah terasa sejak awal musim. 

"Sejak awal tahun, kami telah mengatakan bahwa tidak ada struktur yang memadai untuk liga. Kita tidak bisa terus seperti ini. Keputusan seperti yang dibuat malam ini tidak bisa dianggap enteng," pungkasnya.

Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Juventus dalam perburuan gelar juara, sekaligus menambah panjang daftar kontroversi penggunaan teknologi dan kebijakan wasit di Serie A musim ini. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya