Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Gian Piero Gasperini Sesalkan Hasil Imbang AS Roma vs Juventus: Kami Terlalu Pasif!

Thalatie K Yani
02/3/2026 07:19
Gian Piero Gasperini Sesalkan Hasil Imbang AS Roma vs Juventus: Kami Terlalu Pasif!
Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, bicara blak-blakan usai timnya membuang keunggulan 3-1 atas Juventus. (AS Roma)

PELATIH AS Roma, Gian Piero Gasperini, tidak dapat menyembunyikan rasa sesal yang mendalam setelah timnya gagal mempertahankan keunggulan dua gol saat menjamu Juventus. Sempat memimpin 3-1, I Giallorossi harus puas berbagi poin setelah laga berakhir imbang 3-3 dalam lanjutan Serie A yang dramatis.

Meski memuji performa luar biasa anak asuhnya secara keseluruhan, Gasperini menyoroti kelemahan kronis timnya dalam menjaga fokus di menit-menit akhir. Hasil ini membuat Roma harus merosot ke posisi keempat klasemen, terpaut dua poin dari Napoli.

Dominasi yang Runtuh di Menit Akhir

Roma sejatinya tampil meyakinkan melalui gol-gol dari Wesley, Evan Ndicka, dan Donyell Malen. Namun, keunggulan tersebut sirna dalam 12 menit terakhir laga ditambah masa injury time. Jeremie Boga dan Federico Gatti menjadi aktor protagonis Juventus yang memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan tuan rumah.

Gasperini menilai anak asuhnya terlalu statis dalam mengantisipasi situasi bola mati dan umpan silang lawan. “Gol pertama berasal dari tendangan bebas, kami kembali terlalu pasif,” ujar Gasperini dengan senyum pahit kepada DAZN Italia. “Kami berada di posisi yang tepat, tetapi musim kami penuh dengan situasi seperti ini di menit-menit akhir, di mana tim seperti Juve, Milan, Inter, dan Napoli berhasil mengembalikan keadaan di menit akhir atau bahkan masa tambahan waktu.”

Terlalu Statis dan Pasif

Statistik menunjukkan Roma telah kebobolan 9 dari 19 gol mereka musim ini melalui situasi bola mati. Gasperini mengakui bahwa timnya kehilangan kekuatan udara yang signifikan setelah menarik keluar Bryan Cristante.

Ia mengkritik cara timnya bertahan yang dianggap tidak agresif saat lawan mulai memborbardir kotak penalti dengan bola-bola panjang. Menurutnya, Juventus sebenarnya tidak menciptakan banyak peluang dari permainan terbuka.

“Dua gol terakhir sangat mirip, bola panjang dipompa ke dalam kotak penalti dan diteruskan ke tiang jauh, di mana kami terlalu pasif. Itulah yang harus kami sesali, bukan mencari alasan lain,” tegasnya.

Gasperini juga menyoroti pelanggaran tidak perlu yang dilakukan Neil El Aynaoui terhadap Pierre Kalulu, yang menjadi awal mula gol penyeimbang Juventus. Ia menegaskan bahwa kelelahan tidak bisa menjadi alasan untuk kehilangan konsentrasi pada bola mati di lima menit terakhir.

Tetap Optimis di Jalur Liga Champions

Meski gagal menjauh tujuh poin dari Juventus, Gasperini menolak untuk terpuruk. Ia menilai performa timnya secara taktik sudah sangat baik, terutama dalam memanfaatkan kecepatan Malen untuk melancarkan serangan balik.

“Jelas, kemenangan di sini akan membuat kami unggul tujuh poin dari Juventus dan merupakan langkah besar ke depan, tetapi kami masih di sana (papan atas). Kami berada dalam persaingan, kami menyuguhkan performa yang luar biasa, dan hasil ini tidak boleh menjatuhkan semangat kami,” pungkas Gasperini.

Persaingan memperebutkan tiket Liga Champions diprediksi akan berlangsung sengit hingga akhir musim, dengan Como yang kini mulai mengancam di posisi kelima dengan selisih hanya tiga poin dari Roma. (Football-Italia/AS Roma/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya