Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Juventus vs AS Roma 3-3: Pantang Menyerah, Luciano Spalletti Tegaskan Juventus ‘Hidup’ Demi Tiket Liga Champions

Thalatie K Yani
02/3/2026 07:37
Juventus vs AS Roma 3-3: Pantang Menyerah, Luciano Spalletti Tegaskan Juventus ‘Hidup’ Demi Tiket Liga Champions
Juventus tahan imbang AS Roma 3-3 lewat aksi comeback heroik. Luciano Spalletti puji mentalitas baja pemain dan tegaskan ambisi ke zona Liga Champions.(Juventus)

PELATIH Juventus, Luciano Spalletti, merasakan campur aduk antara puas dan kecewa setelah timnya berhasil memaksakan hasil imbang 3-3 melawan AS Roma di Stadio Olimpico. Meski sempat tertinggal jauh, Bianconeri menunjukkan mentalitas baja yang membuat peluang mereka menembus empat besar tetap terbuka lebar.

Laga ini menjadi pembuktian karakter Juventus yang menolak menyerah. Setelah tertinggal 1-3 hingga menit ke-78, dua pemain pengganti, Jeremie Boga dan Federico Gatti, berhasil mencetak gol penyama kedudukan untuk menutup drama enam gol tersebut.

Reaksi Hebat di Tengah Kelelahan

Spalletti mengakui adanya standar ganda dalam mengevaluasi performa timnya. Di satu sisi, ia kecewa dengan proses terjadinya gol kedua dan ketiga Roma, namun di sisi lain, ia sangat bangga dengan respons yang ditunjukkan pasukannya.

“Jika kita berbicara tentang reaksi, maka ya saya senang, tetapi jika kita melihat musim pertama, maka saya tidak sangat senang,” ujar Spalletti kepada DAZN Italia. “Para pemain percaya, mereka melawan balik, tetapi kita sendiri yang menempatkan diri dalam situasi (sulit) itu.”

Kelelahan fisik juga menjadi faktor krusial. Sebelum laga ini, Juventus harus bermain selama 120 menit melawan Galatasaray di kualifikasi Liga Champions dengan 10 pemain. Spalletti mencatat bahwa dalam lima laga terakhir, timnya harus bermain dengan 10 orang di tiga pertandingan berbeda, yang sangat menguras energi pemain.

Kekuatan dari Bangku Cadangan

Keputusan Spalletti memasukkan tenaga baru terbukti jitu. Jeremie Boga, Kenan Yildiz, dan Edon Zhegrova memberikan dimensi serangan yang berbeda di menit-menit akhir.

“Boga memiliki intuisi dan bisa menciptakan situasi dari ketiadaan, begitu juga Kenan Yildiz dan Zhegrova. Kita harus selalu memiliki keyakinan, dalam olahraga dan dalam hidup,” tegas pelatih berusia 66 tahun tersebut.

Ia juga memberikan apresiasi setinggi langit kepada para suporter yang terus memberikan dukungan di masa sulit. Menurutnya, atmosfer positif dari tribun membuat beban seragam Juventus terasa lebih ringan bagi para pemainnya.

Ambisi Zona Liga Champions

Hasil imbang ini memang membuat Juventus sedikit tergeser ke peringkat keenam. Namun, selisih empat poin dari AS Roma di posisi keempat membuat persaingan memperebutkan tiket Liga Champions tetap panas hingga akhir musim.

“Tentu saja saya percaya akan hal ini, saya hidup untuk peringkat keempat,” ujar Spalletti sambil tersenyum. “Berikan itu sebuah bentuk dan saya hidup untuk posisi tersebut. Saya yakin kami akan menjalani bagian akhir musim yang luar biasa.”

Meski sempat melewati periode kurang beruntung, Spalletti optimis bahwa kematangan mental yang ditunjukkan di Roma akan menjadi modal berharga bagi Juventus untuk menyelesaikan musim di zona elit Eropa. (Football-Italia/Juventus/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya